Pamekasan Meradang, Logo Palu Arit Nempel di Masjid

0
206

Nusantara.news, Surabaya – Situasi politik yang memanas akhir-akhir ini sepertinya jadi incaran beberapa pihak untuk menunjukkan eksistensinya. Kamis (9/2/2017), Warga Kabupaten Pamekasan dikejutkan dengan munculnya lambang partai komunis palu-arit berwarna merah di beberapa lokasi. Masyarakat sempat meradang karena salah satu lokasi ditemukannya simbol itu adalah di areal masjid.

Informasi pihak berwenang setempat, ada tiga lokasi yang dilaporkan warga. Yakni di sisi luar kamar mandi Masjid Al Ikhlas, jembatan menuju Pondok Pesantren Banyuanyar dan papan reklame di Desa Billaan, Kecamatan Proppo. Temuan ini dibenarkan Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho.

“Kami terima laporan usai shalat Subuh. Ketika dicek memang ada tiga gambar palu arit. Salah satunya di areal masjid Al Ikhlas. Setelah diterjunkan tim gabungan dari Polsek dan Koramil Proppo dibantu warga, gambar itu langsung ditutup dengan cat agar tidak semakin meresahkan,” terangnya kepada wartawan.

Kapolres memastikan akan menelusuri motif munculnya gambar organisasi terlarang ini. Apalagi ada di lingkungan pondok pesantren. Selain itu, gerakan ini diduga sudah direncanakan mengingat bentuk gambar yang rapi seperti memakai cetakan. “Anggota sudah saya perintahkan untuk melacak pelaku,”cetusnya.

Takmir Masjid Al Iklhas Agus, kepada wartawan usai melapor ke Polsek Proppo mengatakan, semua gambar ada di sekitar kawasan Pondok Pesantren Banyuanyar. Masyarakat disebutnya bisa dengan jelas melihat lambang palu-arit itu ketika melintasi jembatan menuju pondok sebelum ditutup dengan cat.

Namun penemuan itu baru dilaporkan setelah ada salah satu jamaah sholat Subuh masuk ke kamar mandi. “Selesai salat subuh tadi, ada salah satu jamaah masuk ke kamar mandi dan kaget ketika melihat di tembok ada gambar palu arit,” terangnya. Ketika ditelusuri lebih lanjut, ternyata ada tiga titik temuan lambang palu arit.

“Siapa yang ndak kaget melihat ada gambar palu arit di lingkungan masjid. Ini sepertinya sudah direncanakan dan sengaja dipasang, karena pakai cat dan pasti sudah ada cetakannya. Sehingga kami langsung melapor kepada pihak terkait,” tandasnya.

Kendati tidak mau menuduh sebelum mengetahui pelakunya, Agus meminta aparat keamanan untuk seriusi temuan ini. Selain menimbulkan keresahan, lokasinya merupakan tempat yang kental dengan nuansa Islam. Pada karnaval kemerdekaan RI ke-70 lalu, Pamekasan juga sempat digegerkan penggunaan lambang palu arit oleh salah satu peserta. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here