Pameran “Kotakukotakita”, Surabaya dalam Proyeksi Kebhinnekaan

0
136

Nusantara.news, Surabaya – Termotivasi untuk mendorong generasi muda agar lebih mengenal Kota Surabaya, serta memicu kreatifitas mahasiswa guna menghasilkan berbagai karya yang bermanfaat serta diapresiasi masyarakat luas, House of Sampoerna (HoS) dan DKV Universitas Petra kembali menggelar pameran Seni Visual bertajuk “Kotakukotakita” di Galeri HoS Sampoerna Surabaya. Gelaran kreatifitas ini dimulai 5 Mei hingga 3 Juni 2017 mendatang.

Penyelenggaraan pameran yang merupakan  respon dari civitas akademika untuk Surabaya sekaligus memperingati HUT Kota Surabaya ke-724 ini, sebagai ungkapan rasa syukur dan kecintaan pada Surabaya. Wujudnya, sejumlah dosen dan mahasiswa menghadirkan 30 karya seni visual. Ada seni lukis, grafis, ilustrasi, instalasi, video dan lainnya yang menggambarkan dinamika kehidupan di Surabaya yang memberi ruang kepada semua warganya untuk berkontribusi memajukan kotanya.

Topik yang diangkat dibagi menjadi beberapa kelompok, di antaranya berisi Ragam tema“Permasalahan Kota”, “Impresi & Apresiasi Warga Surabaya”, “Kondisi Masyarakat”, serta “Yang Tak Terpantau”, yang semuanya itu dikemas secara apik dan unik dari bahan yang ada di sekitar lingkungan.

Salah satunya suguhan bertajuk “SUBO” dari Aristarchus Pranayama mahasiswa yang menginterpretasikan ulang tentang legenda Surabaya, kisah tentang dua entitas “Sura” dan “Baya”. Itu sebagai simbol penyatuan menuju ke Bhinnekaan dan harapan Kota Surabaya di masa mendatang.

Karya lainnya dari Andrian Dektisa Hagijanto gabungan dosen dan mahasiswa, menampilkan karya digital imaging berjudul “Semanggi Suroboyo” yakni berkisah soal makanan khas Surabaya.

Dua mahasiswa lainnya, Daniel Kurniawan mengangkat tema “Distorted Surabaya” ini menampilkan dinamika Surabaya dengan berbagai persoalannya. Tak kalah menarik, karya Kolaborasi dari Cindy Muljosumarto dan Hartaman Satrio dengan judul “Kotakita” yang menampilkan transformasi Surabaya menuju KotaKotak Metropolis, sebuah kisah modern yang berbaur dengan ikon-ikon Kota Surabaya yang digambarkan melalui karya instalasi interaktif dari barang bekas, berbentuk dasar kotak yang dapat ditemui di keseharian.

Karya-karya yang ditampilkan ini bukan sekedar materi pameran, namun merupakan tugas kuliah mahasiswa, serta obyek penelitian para dosen. Juga sebagian merupakan program pengabdian kepada masyarakat, seperti karya Keber PKL, A Creative Contribution to Surabaya, Service Learning Mata Kuliah Tipografi, yang dikerjakan oleh Maria Nala Damajanti, Elisabeth Christine Yuwono, Ferry Harjanto, Pauline Yosephine.

“Penyelenggaraan pameran “Kotakukotakita” ini diharapkan bisa menjadi wujud ekspresi, apresiasi dan kebanggaan untuk Surabaya. Dan, juga sebagai kritik serta doa agar Surabaya terus tumbuh, terutama dalam membangun masyarakat dengan karakteristik yang unik melalui seni dan budaya,” ujar koordinator pameran, Rebecca Milka.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here