PAN Akhirnya Merapat ke Anies-Sandi, PKB Dukung Ahok-Djarot

0
319

Nusantara.news, Jakarta – Koalisi partai politik (parpol) pendukung pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni yakni Demokrat, PAN, PKB dan PPP memiliki pandangan yang berbeda terkait arah koalisi pada putaran kedua.

“Insya Allah PAN merapat ke Anies-Sandi di putaran kedua ini. Namun, kami masih menunggu hasil resmi dari KPUD untuk mengetahui real countnya. Jika hasil akhirnya begini, kami pastikan akan dukung Anies-Sandi di putaran kedua,” kata Dipo melalui pesan tertulisnya, Jumat (17/2) seperti dikutip dari merdeka.com.

Sebelumnya, Ketua DPP PAN Yandri Susanto memastikan PAN akan mendukung pasangan Anies-Sandi. Yandri menjelaskan alasan partainya mendukung Anies-Sandi dalam putaran kedua Pilkada DKI karena dari kesepakatan awal. Sebab, partainya menerapkan pandangan ‘yang penting bukan Ahok’. PAN tidak memiliki kecocokan dari sisi karakter, etika, dan visi-misi dengan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Berbeda dengan PAN, Partai Demokrat memilih menjajaki komunikasi terlebih dahulu. “Kami lihat lagi visi-misinya kalau memang sejalan. Dua-duanya kami pelajari terlebih dahulu,” ujar Nachrowi Ramli selaku ketua tim pemenangan Agus-Sylvi, Rabu (15/2)

Sementara itu, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tak menutup kemungkinan akan mendukung pasangan Ahok-Djarot. Pertimbangannya, PKB ingin kompak dengan partai-partai pendukung pemerintahan Joko Widodo yang merupakan partai pengusung Ahok-Djarot. “Ya semua kita pertimbangkan,” kata Ketua DPP PKB Lukman Edy di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/2/).

Sedangkan PPP sepertinya masih malu-malu untuk mentukan sikap. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ahmad Baidowi mengatakan Koalisi Cikeas dibentuk hanya untuk mengusung Agus-Sylvi. “Koalisi bersama Demokrat, PPP, PKB, PAN hanya untuk mengusung Agus-Sylvi. Selanjutnya ya terserah masing-masing parpol,” kata Baidowi, Kamis (16/2/).

Terkait manuver politik sejumlah partai pengusung Agus-Sylvi tersebut, sejumplah pengamat menilian tidak terlepas dari aspek rasional dan emosi. Hal ini menurut Peneliti The Political Literacy Institute Adi Prayitno, menyebabkan partai pengusung Agus-Sylvi tak satu suara, mengingat ada pertuimbangan rasional dan kedekatan emosi masing-masing partai terhadap kandidat berbeda. Alhasil, sam¬bungnya, keputusan final berada di pimpinan partai.*** Zainal C. Airlangga

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here