PAN Nilai Khofifah Mampu Ungguli Gus Ipul di Pilgub Jatim 2018

0
854
Partai-partai pengusung Khofifah untuk Pilgub Jatim 2018 bermunculan. PAN dan Hanura mulai menggadang-gadang Khofifah karena dinilainya memiliki potensi yang kuat untuk maju menandingi petahana Gus Ipul.

Nusantara.news, Surabaya – Mesin partai jelang Pilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 terus dipanasi agar tak ketinggalan start untuk mengusung Grahadi 1. Salah satunya adalah Partai Amanat Nasional (PAN) yang kian fokus meneropong Khofifah Indar Parawansa, yang dianggapnya kandidat terkuat yang berpotensi memenangkan Gubernur Jawa Timur 2018.

Bagi Partai Amanat Nasional, Nama Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama itulah yang menjadi bidikan utama. Karena, Khofifah dianggap sosok yang kuat dan mampu mengungguli Saifullah Yusuf alias Gus Ipul. Itulah mengapa PAN berharap Khofifah bersedia maju untuk bertarung di Pilgub Jatim 2018 mendatang.

Menurut Wakil Sekretaris Pemenangan Pemilu DPP PAN, Windiarto Kardono, beberapa waktu lalu di Surabaya, DPP PAN memandang Khofifah memiliki potensi yang kuat untuk tampil menggungguli Gus Ipul dalam Pilgub Jatim nanti.

“Khofifah itu tokoh nasional yang tumbuh dan punya akar yang kuat karena dia dibesarkan di Jawa Timur. Dia sudah teruji dalam melayani umat dan kinerjanya sangat baik di pemerintahan. Track record Khofifah sangat baik, dia pernah menjadi legislator, dua kali menteri dan hingga kini masih menjadi Ketua Umum Muslimat NU,” ujar Windiarto. (30/4/17).

Selama ini, terkait dalam konstelasi dan dinamika jelang pilgub Jatim, DPP PAN sudah mengantungi banyak laporan dari DPW PAN Jatim dan unsur pembina wilayah. “Itulah mengapa akhinya PAN membidik Khofifah,” tukas Windiarto.

Partai lainnya, seperti Hanura pun tak mau ketinggalan. Meski hanya mempunyai 2 kursi dari 100 kursi di DPRD Jawa Timur, namun siap untuk menggalang koalisi demi mencari pemimpin terbaik.

Hanura berpendirian, Jatim sangat butuh sosok figur baru yang bisa meneruskan tongkat estafet Gubernur Soekarwo yang tak mungkin lagi mencalonkan karena sudah dua periode kepemimpinan. “Kami mengharapkan sosok pengganti Soekarwo nanti akan mampu mengawal Jatim ke arah yang lebih baik lagi, seperti yang sudah diawali oleh Soekarwo,” kata Ketua Lingkar Muda Hanura (LMH) Arius Sapulette.

Saat ini, Hanura, Kata Arius, sudah membentuk tim untuk maping figur yang layak. Ada tiga sosok yang dianggap layak saat ini untuk memimpin Jatim ke arah yang lebih baik. Ketiga sosok yang sudah masuk ke kantong dan radar Hanura adalah Mensos Khofifah Indar Parawansa, Petahana Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Walikota Batu Eddy Rumpoko.

“Jatim butuh figur baru. Pilgub 2018 nanti kalau bisa muncul kandidat-kandidat yang kompeten. Jangan modal populer saja. Namun diharapkan bisa memenuhi harapan publik. Percuma populer namun ekspetasinya diragukan,” jelasnya tanpa bermaksud menyinggung  kepada salah satu kandidat tertentu, saat dikonfirmasi Nusantara.news via selulernya, Selasa (6/6/2017).

Menurut Arius, nama Khofifah bukan nama yang asing lagi bagi warga Jatim. Kendati dua kali mencalonkan gagal, nama Khofifah tidak bisa diremehkan. Semua orang tahu, sosok Khofifah adalah menteri yang hebat dalam jajaran kabinet kerja Presiden Joko Widodo. Bahkan, selama menjadi Mensos, Dia adalah menteri pekerja keras, nah, kalau kini banyak harapan jatuh ke Khofifah untuk kembali memimpin Jatim adalah suatu yang wajar.

“Begitu pula dengan nama Eddy Rumpoko, khusus untuk nama ini, saya kira semua sudah melihat bagaimana kinerjanya selama dua periode memimpin Batu. Saya kira cukup bagi Eddy Rumpoko untuk bertarung di Pilgub Jatim memperebutkan kursi Grahadi 1, tanpa mengesampingkan Khofifah dan Gus Ipul,” jelasnya.

Sementara untuk Gus Ipul, namanya memang sudah populer di masyarakat karena beliau sebagai petahana, yang telah dua periode mendampingi Soekarwo menjadi Wagub. Wajar saja jika Gus Ipul populer. Berbekal sebagai wakil Gubernur, tentu saja membuat Gus Ipul sering melakukan berbagai kunjungan. Bahkan dalam sehari bisa beberapa tempat yang dikunjungi.

“Nah, jika kita ngomong sosok Eddy Rumpoko, Hanura punya pemikiran lain. Sosoknya sudah pantas disejajarkan dengan kedua sosok yang kini menjadi leader opinion, yakni Khofifah dan Gus Ipul. Buktinya, dua periode memimpin Kota Batu berhasil membawa perubahan yang signifikan dan bisa mendokrak perekonomian daerah tersebut,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pengamat ekonomi sekaligus Dewan Penentu Kebijakan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Jawa Timur ini Arief Rahman, mengungkapkan, Kota Batu dinilai sebagai daerah percontohan yang baik selain Banyuwangi. Hanya dengan tiga kecamatan dan jumlah penduduknya 200 ribu jiwa, terdongkrak perekonomiannya oleh kemajuan sektor pariwisata yang memang menjadi visi utama pemerintah.

Hasilnya, dalam 10 tahun terakhir ini bisa dilihat. Wisatawan dari hanya 900 ribu per tahun melonjak hingga 3,95 juta tahun 2016 lalu. Otomatis PDRB (Produk Domestik Regional Bruto, red) juga melompat. Tahun 2009 masih di kisaran Rp 2,5 triliun, kini sudah menembus Rp 11 triliun. “Ini berarti ekonomi jalan dan tumbuh pesat. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu tahun 2016 bisa sampai Rp 124 miliar,” jelasnya kepada Nusantara.news, beberapa waktu lalu.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here