Pangdam Brawijaya Ingatkan Indonesia Pernah Dipecah Belanda, Tidak Boleh Terulang

0
114

Nusantara.news, Surabaya – Panglima Kodam V Brawijaya Mayjen TNI, I Made Sukadana menegaskan, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus tetap utuh. Dikatakan, akhir-akhir merebak isu merosotnya nilai-nilai kebangsaan, kebhinekaan sebagai Bangsa Indonesia, hingga timbul berbagai spekulasi di masyarakat. Pihaknya mengingatkan, NKRI harus tetap dijaga keutuhannya. Dikatakan, dahulu Belanda pernah melakukan upaya pecah belah dengan membentuk Republik Indonesia Serikat (RIS), itu tidak boleh terulang.

“Dalam menyikapi isu kebangsaan diera yang mulai menurunnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa ini, harus tetap berpegang bahwa negara kita bentuknya NKRI, yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Mayjen TNI I Made Sukadana usai menutup Pendidikan Pertama Secaba PK Angkatan Tahun 2016 di Sukorejo Jember, Senin (13/2/2017).

Pangdam menyebut, bentuk negara yang dilahirkan oleh para pendiri negara, harus terus dijaga. Ditambahkan, founding father merumuskan itu (bentuk negara-red) dilakukan melalui perenungan yang panjang. Jika terpecah akan menjadi sulit, seperti dulu yang pernah dicoba oleh Belanda.

“Seusai Konferensi Meja Bundar kita pernah menjadi Negara RIS, ternyata banyak yang waspada dan akhirnya kembali kepada NKRI, dan NKRI ini harus tetap utuh, harus dijaga,” tegasnya.

Ditegaskan, TNI dan Polri sangat konsisten dalam menjaga keutuhan NKRI, dan TNI merupakan benteng terakhir keutuhan NKRI. Karena TNI adalah pasukan bersenjata dan Indonesia merupakan negara dengan beragam suku, agama dan apabila disulut-sulut tentunya rentan terhadap terjadinya konflik.

Upaya yang dilakukan TNI, tentunya dengan tetap mengutamakan pendekatan sosial kepada masyarakat melalui program tersetruktur. Yakni, TNI selalu aktif melaksanakan program pembinaan teritorial utamanya melalui Babinsa sampai ketingkat desa.

“Program teritorial tersebut senantiasa melekat pada diri prajurit TNI secara individu dan hal tersebut sesuai dengan peran, fungsi dan tugas pokok TNI yang diamanatkan oleh UU RI No.34 Tahun 2004,” tegasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here