Pangeran Alwaleed bin Talal: Sosok di Balik Kunjungan Raja Salman

0
2575
Foto: alwaleed.com.sa

Nusantara.news – Jika dirunut, kunjungan Raja Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud dalam beberapa hari ini ke Indonesia (1-9 Maret 2017) tak lepas dari sosok pengusaha global bernama Alwaleed bin Talal. Sebagai pangeran yang juga keponakan sang Raja, Alwaleed berkomitmen, kerajaan bisnisnya Kingdom Holding Company mengikuti garis politik pemerintah Arab Saudi, salah satunya membuka kerja sama dengan Indonesia.

Pada September tahun 2015, Presiden RI Joko Widodo mengunjungi Raja Salman di Arab Saudi, sebuah kunjungan kerja sama biasa yang juga dilakukan oleh presiden-presiden RI sebelumnya. Bedanya, kali ini Presiden Jokowi layaknya “ketiban pulung”. Kunjungan kenegaraan RI ke Arab Saudi beberapa bulan lalu berbuah kunjungan balasan, yang sudah 47 tahun lamanya tidak dilakukan Raja Arab. Faktor perubahan geoekonomi dan geopolitik dunia dinilai sebagai pendorongnya.

Sebelum Raja Salman berbalas kunjungan ke Indonesia menemui Presiden Jokowi, tentu saja telah banyak pembicaraan-pembicaraan diplomatis antar kedua negara yang mendahuluinya. Salah satunya, pada 22 Mei 2016 taipan Arab, pangeran Alwaleed menemui Jokowi di istana Bogor.

Kunjungan Pangeran Alwaleed bin Talal ke Jokowi di Istana Bogor, 22 Mei 2016

Dalam pertemuan itu, Alwaleed yang sudah terlihat investasinya di Indonesia khususnya di bidang perbankan dan perhotelan (Four Session Hotel dan Hotel Rafles), berkomitmen melakukan investasi di bidang lainnya. Belum terbuka ke publik angka pasti investasi yang bakal digelontorkan. Ada sumber yang mengatakan jumlahnya ratusan triliun.

Kepada Presiden Joko Widodo di Istana Bogor Alwaleed menjanjikan kerja sama di bidang infrastruktur dan energi. Dari sejumlah informasi, konon kerja sama di bidang infrastruktur akan bekerja sama dengan Wijaya Karya dan Adhi Karya, sementara bidang energi salah satunya dengan group Toba Sejahtera milik Luhut B. Panjaitan.

Untuk Wijaya Karya sudah terkonfirmasi dengan ditandatanganinya MoU antarpelaku bisnis dari Arab Saudi dan Indonesia senilai total 9 miliar USD pada Kamis (3/2) di Jakarta, Wika termasuk salah satu Persero yang terlibat di dalamnya.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pernah mengakui bahwa investasi yang bakal dilakukan pria yang masuk jajaran 100 orang berpengaruh di dunia versi Majalah Time ini, adalah buah dari kunjungan Jokowi ke Arab Saudi.

“Kunjungan saat itu sukses menjaga hubungan baik Indonesia dan Arab Saudi sehingga Pangeran Alwaleed mempertimbangkan berinvestasi lagi di Indonesia,” kata Retno.

Pangeran yang bernama lengkap Alwaleed bin Talal Bin Abdulaziz Alsaud (60) dikenal sebagai pebisnis sukses, namanya masuk dalam jajaran orang terkaya dunia dengan harta USD 17,3 miliar atau setara Rp 224,9 triliun. Pada tahun 2016 peringkat Alwaleed adalah ke-41 di dunia versi Forbes.

Alwaleed adalah pebisnis dan investor internasional yang telah menjadi miliuner sejak usianya 31 tahun. Dia mendirikan dan memimpin perusahaan Kingdom Holding Company (KHC) yang jadi perusahaan induk bagi banyak perusahaan miliknya yang lain di seluruh dunia.

Pangeran yang waktu kecil terkenal bandel ini, dilahirkan pada 7 Maret 1955 di Riyadh, dia adalah anggota kerajaan Arab Saudi. Kakeknya, Abdulaziz ibnu Saud merupakan keturunan pendiri kerajaan Arab Saudi. Kakek dari ibunya, Riad al-Solh, adalah perdana menteri pertama di Republik Lebanon. Sedangkan ayahnya, Pangeran Talal adalah adik Raja Abdullah.

Sebagai anak bandel Alwaleed sering kabur dari rumah dan tidur di dalam mobil, dia lalu dimasukkan ke sekolah militer. Di militer, kedisiplinan Alwaleed mulai tumbuh. Setelah lulus sekolah militer, Alwaleed sekolah di Amerika, di jurusan administrasi bisnis Menlo College, California dan memperoleh gelar master bidang ilmu politik di Universitas Syracuse.

Alwaleed mengawali bisnisnya setelah lulus kuliah pada 1979, dia memulai bisnis konstruksi dari modal yang diberikan sang ayah. Setelah suskses bisnis konstruksi, dia merambah ke bisnis investasi. Langkah pertamanya sebagai investor adalah membeli sebagian saham Citicorp. Waktu itu, Citicorp sedang mengalami masalah kerugian kredit di Amerika Latin dan ambruknya harga properti di AS. Alwaleed berinvestasi 590 juta dollar di Citicorp, belakangan nilainya melambung hingga sekitar 6 miliar dollar. Kesuksesan ini menjadikan namanya diperhitungkan di kalangan investor.

Selain bisnis konstruksi dan investasi, Alwaleed  sempat berbisnis minyak ketika industri minyak sedang moncer. Tapi setelah menurun, dia mencoba peruntungan di bidang perbankan dengan membeli United Saudi Commercial Bank. Sejak itu bisnisnya semakin besar. Dia lalu merambah ke berbagai bidang bisnis termasuk media, kesehatan, entertainment, turisme, hingga teknologi.

Penghasilan Alwaleed datang dari investasi di berbagai perusahaan terkenal. Dia memang suka berinvestasi di perusahaan branding. Di antaranya AOL, Amazon.com, Apple Computer Inc., eBay, Worldcom, Ford Motor Company, Hewlett-Packard, Motorola Inc., News Corporation, Rupert Murdoch News Corp., Fairmont Rafles Hotels International, Time Warner, Apple, Pepsi Co., dan Walt Disney Co.

Pria yang dijuluki “Warren Buffet dari Arab” oleh Majalah Time ini juga dikenal kedekatannya dengan pengusaha Yahudi sang raja media Rupert Murdoch. Dia bersama Murdoch meluncurkan TV satelit Sky News dalam bahasa arab. Karena itu, Alwaleed dicurigai sebagai sekutu Yahudi.

Gurita Bisnis Alwaleed di Indonesia

Hotel Raffles Jakarta yang saat ini ditempati rombongan Raja Salman dalam kunjungannya ke Indonesia merupakan hotel berbintang lima dari pengembang PT Ciputra Property Tbk. Hotel ini dikelola oleh operator internasional Raffles Hotels & Resort Singapura yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Kingdom Hotel Investments (KHI), anak usaha dari Kingdom Holding Company (KHC). KHC merupakan perusahaan milik Alwaleed.

Hotel Raffles Jakarta

Selain Raffles, Four Seasons Hotel & Resort juga merupakan jajaran hotel yang berada di bawah operator hotel internasional yang sebagian besar sahamnya dipegang KHI.

Hotel Raffles merupakan grup Fairmont Raffles Holding International (FRHI), dimana 35,3 persen saham milik FRHI, sempat dimiliki Alwaleed sebelum dijual ke Accorhotels Group 2016 lalu. Meski dijual, dalam kesepakatan Alwaleed memegang 5,8 persen saham Accorhotels. Tidak hanya itu, rencananya Swissotel yang juga berada di bawah FRHI akan segera membuka sebuah hotel di Bukit Pandawa, Bali pada 2018 nanti.

Adil Makki, Keturunan Nahdliyin di Sarang Wahabi

Pada kunjungan Raja Salman ke Indonesia, sosok Alwaleed memang tidak tampak hadir, tapi bukan berarti dia tidak berpartisipasi dalam investasi yang akan dilakukan Arab Saudi ke Indonesia.

Konon, Alwaleed sudah mengincar sejumlah investasi bisnis di Indonesia, di antaranya bidang konstruksi seperti airport, jalan tol, pelabuhan, kereta api dll. Selain itu juga di bidang migas yang mengincar kilang Cepu, Bontang dan Madura. Bidang pariwisata juga bakal digarap, terutama di Bali, NTB, dan Sumatera Barat.

Di tengah gegap gempita kehebohan kunjungan Raja Salman, terselip sebuah nama anak muda berdarah Indonesia, Adil Makki, seorang pengusaha sukses berkewarganegaraan Saudi. Belum jelas hubungan dia dengan Alwaleed dan penguasa Saudi, namun sepertinya dia punya peran cukup besar dalam inisiatif hubungan kerja sama antar kedua negara, termasuk soal kedatangan Raja Salman. Pasalnya, pria 33 tahun ini mempunyai pengalaman dan pergaulan bisnis yang luas di Arab Saudi, serta bahasa Indonesianya fasih, keturunan Indonesia pula. Adil datang ke Indonesia bersama rombongan kerajaan mewakili Kamar Dagang (Kadin) Arab Saudi.

Adil Makki (33) pengusaha Saudi berdarah Indonesia, keturunan tokoh Nahdliyin

Siapakah Adil Makki?

Lahir dan tinggal di tanah “wahabi” ternyata dia adalah keturunan Nahdliyyin. Adil yang berkewarganegaraan Arab Saudi ini merupakan cicit dari KH Zainul Arifin Pohan, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan mantan Wakil Perdana Menteri Kabinet Ali Sastroamijoyo I. Dia termasuk tokoh yang ikut dalam perjuangan kemerdekaan. Cucu Zainul, bernama Siti Zuhara merupakan ibunda Adil yang menikah dengan seorang pria Arab Saudi, Abdul Manief Makki.

Sejak kecil Adil sejak sudah tertarik dunia bisnis. Orangtuanya memiliki bisnis perjalanan haji dan umrah juga katering. Adil kini tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jeddah, sebagai Ketua Hospitality. Dari organisasi ini dia banyak berkenalan dengan pengusaha sukses Arab Saudi.

Adil membangun perusahaan bernama Adil Makki Contracting Company (AMCO). Di tahun 2000 merupakan masa kejayaan Arab Saudi, di mana harga minyak melonjak tinggi, pemerintah Arab Saudi banyak menggelontorkan dana untuk pembangunan infrastruktur. AMCO kebagian berkah, dia masuk ke berbagai proyek-proyek infrastruktur di Arab Saudi.

Tak ingin sendiri, AMCO saat ini mulai melihat peluang untuk berbisnis dengan perusahaan di luar Arab Saudi, salah satunya Indonesia, negeri moyang dari jalur ibunya. Bertemulah Adil dengan PT Wijaya karya Tbk (WIKA). Bersama WIKA, kini Adil mulai membangun bisnis bersama.

Adil mengaku menjadi “penyambung lidah” pengusaha Arab dengan Indonesia, karena kefasihannya berbahasa Indonesia dan jaringan yang luas di Arab sana. Mungkinkah Adil juga merupakan “penyambung lidah” antara taipan Arab, Alwaleed salah satunya, dan pengusaha Saudi lainnya ke pihak Presiden Jokowi? Kalau iya, luar biasa anak muda ini. []

Fakta-fakta tentang Pangeran Alwaleed bin Talal

  • Pelopor pembangunan gedung tertinggi di dunia Kingdom Tower di Riyadh, rencananya tinggi gedung mencapai 3.280 kaki, akan lebih tinggi 568 kaki dari gedung tertinggi di Dubai Burj Khalifa, gedung tertinggi di dunia saat ini, direncanakan selesai 2018.
  • Pemilik kapal pesiar terbesar ketiga di dunia, panjang 282 kaki kapal pernah digunakan dalam film seri James Bond “Never Say Never Again” dilengkapi kolam renang, ruang disko, bioskop, helipad kamar dll. Alwaleed berencana membuat kapal pesiar yang besarnya dua kali lipat dari yang dimiliki sekarang, biayanya sekitar 500 juta USD dengan panjang 557 kaki.
  • Kolektor mobil mewah: Rolls Royce Phantom, Mercedes Benz SL 600 dan masih banyak mobil lainnya seperti Lamborghini, Ferari, dll.
  • Pemilik Boeing 747 tipe pribadi yang nilainya 220 juta USD pesawat dimodifikasi dengan tambahan tahta, dua kamar tidur dan meja makan lengkap dengan 14 kursi serta 11 pramugari dari seluruh dunia.
  • Tinggal di Istana dengan 420 kamar, istana miliknya yang sangat megah dengan marmer berkualits tinggi di Riyadh, memiliki 2 kolam renang dalam ruangan dan satu lapangan tenis di luar ruangan.
  • Getol membeli saham-saham perusahaan terkenal seperti Twitter dan Apple.

Bidang Investasi:

Sektor jasa keuangan dan investasi:

  • Citigroup

Properti:

  • Jeddah Economic Company Ltd
  • Kingdom Riyadh Land
  • Kingdom Centre
  • Real Estate Investment Company (REIC)
  • Canary Wharf (Songbird Estate PLC)
  • Ballas Nedam

Pendidikan:

  • Kingdom Schools Company

Hotel:

  • Kingdom Hotel Investments, The Four Seasons, Fairmont, Raffles, Swissotel, dan Movenpick

Kesehatan:

  • Kingdom Hospital
  • Riyadh Consulting Clinics
  • Maskapai Penerbangan:
  • National Private Air Transport Services Company LLC (NAS Saudi Arabia)

Petrokimia:

  • National Industrialization Company (TASNEE)

Media dan Publikasi

  • News Corpartion
  • TimeWarner

Hiburan:

  • Euro Disney S.C.A

Pengelola Dana dan Investasi:

  • Kingdom Africa Management (KAM)

Agrikultur:

  • Kingdom Agricultural Development Company (KADCO)

Konsumer dan Ritel:

  • Jingdong
  • Saks Incorporated
  • Fashion Village Tradeng Company
  • Savola Group
  • eBay

Media Sosial dan Teknologi:

  • Twitter
  • Aol
  • Apple
  • Motorolla

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here