Para Alumni Obama Bergerak Merebut Kekuasaan

0
65
Para mantan staf Obama yang kini berjuang merebut kekuasaan

Nusantara.news, Washington – Para pejabat Gedung Putih era Presiden Barrack Obama yang diberhentikan oleh Presiden Donald J Trump kini berlomba merebut jabatan publik – antara lain Senat, DPR, Gubernur hingga Dewan Kota. Bahkan mereka telah membentuk Alumni Obama sebagai kekuatan baru di lingkungan Partai Demokrat. Seberapakah peluangnya?

Sudah menjadi kebiasaan di Gedung Putih, setiap pergantian jabatan presiden – terlebih dari partai politik yang berbeda – terjadi pula perombakan di lingkar dalam istana kepresidenan. Satu di antara pejabat yang terpental adalah Pengacara Hak-Hak Sipil Colin Alfred yang meninggalkan pekerjaannya di Departemen Perumahan dan Pengembangan Perkotaan pada Januari 2017.

Bertarung di Kandang Demokrat

Setelah tidak lagi memegang jabatan di Gedung Putih, Alfred pulang kampung, kembali menekuni pekerjaan lamanya sebagai pengacara hak-hak sipil. Alfred masih terngiang dengan pernyataan bekas junjungannya – Barrack Obama – saat perpisahan. “Jika Anda tidak senang dengan pejabat terpilih, jalankan kantor sendiri,” kenang Alfred.

Colin Alfred, calon DPR dari Distrik Kongres ke-32 Texas

Alfred yang kini berjuang menumbangkan DPR dari Partai Republik, Pete Sessions – adalah satu di antara setidaknya 64 mantan staf Presiden Barrack Obama yang mencalonkan diri merebut jabatan publik, baik ditingkat federal, negara bagian maupun lokal. Demikian rilis yang disampaikan Asosiasi Alumni Obama – kelompok yang beranggotakan para staf selama 2 periode pemerintahan Obama.

Banyak di antara mereka yang akan mengajukan diri dalam beberapa minggu mendatang sebelum tenggat waktu pengumuman resmi pencalonan di negara-negara bagian yang belum melaksanakan pemilihan pendahuluan. Kelompok ini berharap kandidat yang berafiliasi dengan Obama memiliki nilai jual untuk memasukkan nama mereka dalam daftar calon tetap.

Ada yang mencalonkan diri untuk dewan kota, ada juga yang mencalonkan diri menjadi gubernur. Tercatat 28 alumni Obama mencalonkan diri menjadi anggota DPR – termasuk Alfred yang maju di Distrik Kongres ke-32 Texas. Alfred telah memenangkan putaran pertama pekan lalu, mengalahkan calon dari Alumni Obama lainnya – Lilian Salerno. Dengan demikian 4 alumni Obama sudah masuk daftar calon tetap untuk pemilihan sela November 2018 nanti.

Kandidat Demokrat yang memiliki hubungan dengan mantan presiden – menyalurkan sikap dan platform politik mantan bos – tampaknya memanfaatkan jaringan alumni yang luas untuk penggalangan dana dan sukarelawan, dan membangun kekuatan politik yang penting menjelang pemilihan paruh waktu pada November 2018 – dengan harapan dapat mengisi badan legislatif negara bagian dan federal.

Banyak pula di antara alumni Obama yang bersemangat mendorong kembali menentang Presiden Donald Trump – seorang politisi yang dikenal rasis dan bahkan pernah menyerang junjungan mereka Obama dengan tudingan-tudingan palsu tentang kewarganegaraan.

Ton Malinoswki, calon DPR distrik kongres ke-7New Jersey

“Coba kita lihat ke belakang, mereka telah berupaya menghapus Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Obama Care) tanpa mengganti yang lebih layak. Juga tentang larangan berkunjung dari sejumlah negara Muslim, dan serangan terhadap imigran. Itu telah merobek aliansi dan komitmen internasional. Juga tentang penghapusan perlindungan lingkungan, juga tentang pembiayaan proyek infrastruktur yang dijanjikan Trump,” serang Tom Malinowski (52) yang pernah menjabat asisten Menteri Luar Negeri bidang demokrasi, hak-hak azasi manusia dan perburuhan yang kini berjuang merebut kursi DPR dari Distrik Kongres ke-7 New Jersey.

Tom Malinowski berjuang keras, karena Republikan yang satu partai dengan Presiden dianggapnya membiarkan anomaly terus berlangsung. Untuk menghentikan anomaly itu tidak ada jalan lain kecuali menggusur kursi Republik. Malinowski berpandangan membalik kendali DPR akan lebih membantu jalannya negara. Apabila dia berhasil menang di pemilihan babak pendahuluan Partai Demokrat pada tanggal 5 Juni, Malinowski bertekad menggulingkan Leonard Lance – DPR petahana asal Republik.

Minoritas dan Pribumi Amerika

Di antara para alunmi merasa seperti yang dilakukan oleh Alfred – secara pribadi terinspirasi oleh pidato perpisahan Obama. “Banyak di antara kami – bayi Obama – terinspirasi oleh himbauan presiden untuk terus berjuang ketika dirinya tidak lagi menjadi presiden,” beber Ammar Campa-Najjar, kandidat Partai Demokrat di Distrik Kongres ke-50 negara bagian California. Dari Namanya Campa-Najjar berdarah minoritas keturunan Arab Afrika.

Ammar Campa-Najjar, Calon DPR distrik kongres ke-50, California

Campa-Najjar (29) menduduki posisi wakil koordinator lapangan untuk California Tenggara saat kampanye Obama tahun 2012. Setelah Obama menang dia direkrut ke Gedung Putih dan bertugas di Departemen Tenaga Kerja. Dia juga menjadi kandidat calon DPR yang nasibnya juga akan diputuskan oleh pemilih Demokrat pada 5 Juni nanti.

“Saya mewarisi antusiasme yang dibuat Obama di daerah saya pada pemilu presiden 2008 dan 2012,” klaim Campa-Najjar kepada NBC News.

Di tempat lainnya, Deb Haaland – seorang Demokrat yang mencalonkan diri untuk mewakili Distrik Kongres ke-1 New Mexico – memuji Obama yang telah memantik nyalinya untuk mencalonkan diri. Saat pemilu presiden 2012, Deb menjabat Direktur Pemungutan Suara New Mexico Native American dan sukarelawan penuh pada pemilu presiden 2008. Banyak relawan Obama yang bergabung padanya. Kantor Tim Suksesnya banyak dihiasi atribut Obama.

“Saya merasa jika saya tidak bekerja untuk presiden (Obama), saya tidak akan pernah memiliki keberanian mencalonkan diri,” katanya, sekaligus menceritakan pengalamannya ketika gagal mengikuti pencalonan Gubernur pada tahun 2014 sebelum dia berhasil menduduki jabatan legislatif tingkat negara bagian. “Itulah yang saya pikirkan setiap hari.”

Apabila Haaland terpilih dalam pemilihan awal pada 5 Juni dan berhasil mengalahkan calon dari Republik pada pemilu November, dia akan tercatat sebagai seorang perempuan pribumi pertama AS yang sukses menjadi anggota DPR di tingkat federal.

Dab Haaland, calon DPR distrik ke-1 New Mexico

Hubungan dengan jaringan Obama bukan hanya pepesan kosong. Melainkan berikut fasilitas politiknya juga. Haaland didukung oleh penasehat uatam Valerie Jarret. Sedangkan Alfred didukung oleh mantan atasannya mantan Menteri Perumahan dan Pembangunan Perkotaan Julian Castro. Ada pun Wakil Presiden Joe Biden mendukung Elisa Slotkin – seorang staf Obama yang kini berjuang mewakili Distrik Kongres ke-8 Michigan.

Asosiasi Alumni Obama menawarkan sumber daya untuk para anggota yang ingin mencalonkan diri, membantu para kandidat memanfaatkan jaringan lebih dari 15 ribu mantan alumni yang pernah bekerja untuk Obama – baik saat menjadi presiden maupun senat. Termasuk juga dalam hal penggalangan dana dan sukarelawan.

Para alumni itu – sebagaimana keterangannya kepada NBC News – merasa dipandu oleh nilai-nilai dan gaya politik mantan presiden. “Aku sudah mencoba melakukan pendekatan dalam kampanye dengan sikap tenang yang sama,” beber Alfred. “Dibandingkan dengan gaya politik sinetron di mana setiap hari harus ada roller coaster yang dimainkan seperti gaya preiden yang sekarang, saya rasa gaya Obama lebih menarik perhatan.”

Itulah yang sedang dilakukan the All President Men era Barrack Obama di Amerika Serikat. Bagaimana dengan the All President Men era pemerintahan Presiden Sosulo Bambang Yudhoyono? Ataukah relawan Presiden Joko Widodo sudah menyiapkan itu saat dia tidak menjabat presiden lagi? Kita tunggu jalan ceritanya.[] Sumber NBC News

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here