Para Bacalon Walikota Paparkan Sejumlah Permasalahan di Kota Malang di Musda KAHMI Malang

0
32
Banjir dan genangan air di beberapa titik di Kota Malang menjadi salah satu permasalahan Kota Malang (Foto: Rachmat Yoga-MalangTODAY)

Nusantara.news, Kota Malang – Bakal Calon (Bacalon) Walikota Malang Petahana, mengungkapkan berbagai permasalahan di Kota Malang dalam diskusi publik Kota Malang yang digelar oleh Majelis Daerah (MD) KAHMI Kota Malang di Hotel Regents, Rabu (7/2/2018).

Pasangan Nada Gudban-Ahmad Wanedi (Menawan) memaparkan sejumlah persoalan dan kebutuhan masyarakat Kota Malang. Beberapa persoalan di Kota Malang yang masih berkutat di persoalan banjir, macet, juga kemiskinan, dan perlunya mendongkrak UMKM.

“Masih banyak permasalahan yang harus kita benahi di Kota Malang, kota tercinta kita ini, masih banyak yang harus diseseaikan dan ditata,” papar Nanda Gudban.

Menurut politisi Partai Hanura ini, dana Company Social Responsibility (CSR) dari perusahaan tidak harus berupa dalam bentuk fisik. Tetapi, juga bisa dalam bentuk beasiswa pendidikan kepada warga miskin.

Sedangkan, Pasangan Sutiaji-Sofyan Edi memaparkan visi-misi dan program kerjanya. Sofyan Edi bicara terlebih dahulu. Dia memaparkan empat hal apa yang harus dilakukan di Kota Malang, yakni terkait kemiskinan, pendidikan, transportasi, dan insfrastruktur.

Sofyan Edi, sangat menyoroti terkait kemiskinan dan ketimpangan sosial, keberadaan toko modern yang ilegal dan toko kelontong yang semakin terpinggirkan. “Bagaimana berbicara tentang pengentasan kemiskinan kalau toko modern tumbuh subur,” ujarnya.

Selain itu ia juga menjelaskan tentang transportasi, Edi mengkaitkan dengan kemacetan yang masih menjadi pekerjaan rumah di Kota Malang.

“Kemacetan, lampu merah mati, arus lalulintas semrawut. Harus ditata dan diseslaikan untuk Kota Malang yang lebih ‘Sae’ atau baik, ” jelasnya sambil mempromosikan jargonyya yakni ‘SAE’.

Sementara itu, Sutiaji menyebut perlunya tiga hal dimiliki oleh pemimpin, yakni kompetensi, integritas, dan etika. “Kompetensi itu terkait keilmuan. Jadi, pemimpin ketika berucap atau membuat kebijakan berdasar keilmuan dan harapan masyarakat, karena jika dua elemen tersebut tidak dipakai maka pembangunan dan kebijakan akan tidak terarah dan berdampak,” ujar Sutiaji.

Abah Anton mendapat memaparkan rencana kerja sampai 20 tahun ke depan, yang telah ia rancang sebelumnya. Dia memaparkan konsep pembangunan ekonomi, pendidikan, pembangunan taman dan trotoar, juga pentingnya keamanan serta menjaga keberagaman Kota Malang.

“Saya sudah merancang jauh hari terkait pembangunan Kota Malang 20 tahun kedepan, agar Kota Malang lebih baik dan sejahtera sehingga Malang menjadi kota yang ASIK.” tukas M Anton.

Disela waktu ia juga menyinggung monorail dan transportasi massa sebagai cara mengatasi kemacetan di Kota Malang, yang hingga kini belum juga berjalan karena belum disetujui oleh pihak legislatif.

Berbagai permasalahan tersebut digunakan oleh setiap pasangan calon, sebagai modal untuk kampanye guna terpilihnya mereka dan salah satunya dapat menjawab, memberikan solusi dan menyelesaikan seklumit permasalahan yang ada di Kota Malang. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here