Paripurna DPR Dihadiri 385 Anggota, Paket Pemerintah di Atas Angin

1
409
Ketua Pansus RUU Pemilu Lukman Edy (kedua kanan) menyerahkan laporan hasil kerja kepada pimpinan sidang, Fadli Zon (tengah), disaksikan Ketua DPR Setya Novanto (kedua kiri) Wakil Ketua DPR Agus Hermanto (ketiga kanan), Taufik Kurniawan (kiri) dan Fahri Hamzah (kanan) saat Rapat Paripurna ke-32 masa persidangan V tahun sidang 2016-2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/7). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/kye/17

Nusantara.news, Jakarta – Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan Fadli Zon memimpin Rapat Paripurna DPR ke-32 Masa Persidangan V Tahun 2017-2018 dengan agenda pengambilan keputusan Rancangan Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilihan Umum yang dihadiri oleh 385 anggota.

Mengutip data absensi yang dikeluarkan Kesekretariatan DPR, hingga pukul 11.00, Kamis (20/7), rapat dihadiri oleh 385 anggota DPR, masing-masing dari Fraksi PDI Perjuangan 96 orang, Fraksi Partai Golkar 70 orang, Fraksi Partai Gerindra 35 orang, dan Fraksi Partai Demokrat 42 orang.

Selanjutnya Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) 26 orang, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 16 orang, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 25 orang, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 29 orang, Fraksi Partai Nasdem 31 orang dan Fraksi Partai Hanura  15 orang.

Di jajaran pimpinan, selain pimpinan sidang Fadli Zon, hadir juga Ketua DPR Setyo Novanto, Wakil Ketua DPR Agus Hermanto, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan, dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah.

Agenda Rapat Paripurna kali ini adalah pengambilan keputusan tingkat II terkait RUU Pemilu yang berbulan-bulan gagal diputuskan di Pansus RUU Pemilu. Toh demikian Pansus RUU Pemilu sudah menyiapkan 5 Paket yang kemungkinan besar akan devoting pada sidang paripurna kali ini.

Paket A meliputi ambang batas presiden 20/25 persen, ambang batas parlemen 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi: 3-10, konversi suara saint lague murni. Paket yang didukung pemerintah itu diikuti oleh Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PPP, Fraksi Partai Hanura, dan Fraksi Partai Nasdem.

Untuk Paket B meliputi ambang batas presiden 0 persen, ambang batas parlemen 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi 3-10, konversi suara kuota hare. Paket ini diikuti oleh Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PKS, dan Fraksi PAN.

Sedangkan Paket C yang taka da peminatnya meliputi ambang batas presiden 10/15 persen, ambang batas parlemen 4 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi 3-10, konversi suara kuota hare.

Paket D yang hanya diikuti oleh Fraksi PKB meliputi batas presiden 10/15 persen, ambang batas parlemen 5 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi 3-8, konversi suara saint lague murni, didukung Fraksi PKB.

Satu lagi Paket E yang tanpa pengikut meliput ambang batas presiden 20/25 persen, ambang batas parlemen 3,5 persen, sistem pemilu terbuka, besaran kursi 3-10, konversi suara kuota hare.

Apabila dilakukan voting inilah komposisi perolehan suara atas dasar anggota DPR yang hadir :

Merasa di atas angin, Fraksi PDI Perjuangan melalui juru bicaranya Aria Bima mengusulkan Rapat Paripurna yang membahas RUU Pemilu segera melakukan pemungutan suara. “Fraksi PDI Perjuangan memohon agar anggota DPR dan Pimpinan DPR mengambil putusan terkait RUU Pemilu melalui voting,” ujar Aria Bima dalam forum Rapat Paripurna.

Aria Bima menjelaskan, substansi RUU Pemilu sudah dibahas dalam Pansus Pemilu dan telah banyak hal yang diputuskan sehingga rapat paripurna seharusnya hanya menindaklanjuti putusan yang telah diambil pada tingkat Pansus.

“Tidak perlu bertele-tele untuk segera proses pengambilan putusan. Kalau lobi musyawarah tidak bisa diambil maka sesuai UU, dilakukan voting,” desak Aria.

Hingga berita ditulis, agenda sidang masih berlangsung. Upaya musyawarah-mufakat masih terus diupayakan. Apabila hasilnya mentok akan dilakukan pemungutan suara secara terbuka yang hasilnya memenangkan opsi Paket A yang didukung oleh pemerintah.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here