Pariwisata Menggerakkan Perekonomian Bangsa

0
267

Nusantara.news, Surabaya – Industri pariwisata dinilai memiliki potensi besar dalam mendongkrak perekonomian daerah. Sektor pariwisata akan terus membuka lapangan pekerjaan yang akhirnya meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Namun demikian, permasalahan dan kendala yang dihadapinya juga cukup besar yang tidak mudah untuk diatasi.

Forum Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia (ISMEI) yang baru saja menggelar acara seminar nasional “Indonesia berdialog” di Universitas Muhammadiyah Malang, mengemukakan meski perkembangannya cukup pesat, namun sarana, prasarana dan teknologi informasi menjadi kendala serius dan harus segera diselesaikan. Sektor pariwisata termasuk yang rentan terhadap penurunan bila tak ada upaya serius dari pemerintah.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah 2015-2019, pembangunan di sektor pariwisata diprioritaskan dan diberi target. Akhir kepemimpinan Presiden Jokowi 2019 menargetkan wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia mencapai 20 juta dan wisatawan lokal mencapai 275 juta orang, sehingga akan menghasilkan devisa sekita Rp260 triliun.

Murdiono satu dari lima unsur Badan Pimpinan PP ISMEI saat berkunjung ke kantor Nusantara.news Biro Jawa Timur, Senin (20/3/2017) mengungkapkan, di tahun 2017 sektor pariwisata secara konsisten menjadi program prioritas yaitu Pembangunan Pariwisata Indonesia. Sebab, sebagaimana dicantumkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2017, pariwisata merupakan salah satu dari lima sektor prioritas pembangunan 2017, di samping  pangan, energi, maritim, pariwisata, kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dalam KEK sendiri juga terdapat KEK Pariwisata, seperti KEK Tanjung Lesung, menunjukkan adanya upaya sungguh sungguh untuk mengembangkan pariwisata nasional.

Pariwisata Indonesia Masih Terlalu Seksi

Seperti diungkapkan Menteri Pariwisata Arief Yahya, pariwisata adalah kunci pembangunan, kesejahteraan dan kebahagiaan. Pariwisata sebagai sektor yang strategis dan menjadi media integrasi program dan kegiatan antar sektor pembangunan, sehingga pariwisata sangat masuk akal ditetapkan menjadi leading sector pembangunan dan dapat menggerakkan perekonomian bangsa. Ada beberapa alasan mengapa pariwisata Indonesia dianggap sebagai motor penggerak ekonomi bangsa.

Pertama, meningkatnya destinasi dan investasi pariwisata Indonesia secara tidak langsung menjadikan pariwisata sebagai salah satu kunci pendapatan ekspor, menciptakan lapangan pekerjaan, pengembangan usaha dan infrastruktur. Seperti diketahui bahwa kontribusi sektor paiwisata terhadap PDB dalam kurun waktu 2010 – 2015 terakhir sangat tinggi sekali.

Menurut data BPS dari Kementerian Pariwisata, pada tahun 2010-2015 kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB sebesar Rp261,05 triliun menjadi Rp461,36 triliun. Kontribusi sektor pariwisata terhadap devisa sebesar 7.603,45 juta dollar pada tahun 2010 menjadi 12.225,89 juta dollar (2015) dan kontribusi terhadap tenaga kerja sebesar 4 juta orang tahun 2010 menjadi 12,1 juta orang atau 10,6% dari total tenaga kerja nasional.

Kedua, sektor pariwisata mengalami ekspansi dan diversifikasi yang berkelanjutan di dunia dan menjadi salah satu sektor ekonomi yang pertumbuhannya tercepat di dunia. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan yang meningkat dari tahun ke tahun meski negara-negara dibunia mengalami krisis global beberapa kali. Tapi, jumlah orang yang melakukan perjalanan wisatawan di tingkat internasional menunjukkan kecenderungan  positif.

Kunjungan di tingkat internasional tahun ke tahun mengalami kenaikan. Tahun 2014 wisatawan yang berkunjung mencapai 1,14 miliar orang dan pada tahun 2015 mencapa 1,18 miliar orang. Data tersebut menunjukkan wisatawan di dunia mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan tidak terpengaruh secara ekstrim ketika dunia mengalami pertumbuhan ekonomi dunia yang fluktuatif.

Indonesia yang hampir duapertiganya adalah laut, tentu memiliki potensi wisata yang luas untuk dikembangkan menjadi sebuah destinasi pariwisata tingkat dunia. Indonesia kaya akan beragam budaya, keindahan alam dan beragam penduduk, Bali, Raja Ampat seperti diketahui sudah dikenal dunia luas. Namun masih banyak destinasi wisata lainnya yang sama-sama memikat, seperti  Danau Toba, Borobudur, Mandalika  (Nusa Tenggara Barat), Bromo-Tengger-Semeru, Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur, dan lain-lain. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here