Partai Berkarya Dukung Khofifah di Pilgub Jatim

0
568
Tommy Soeharto dan Anton Setiadji di arena Muskerwil Partai Berkarya Jatim di Surabaya, Kamis (10/5/2017)

Nusantara.news, Surabaya – Partai Berkarya besutan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto, menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Hotel Singgasana, Surabaya, Kamis (10/5/2017).

Di acara itu, Tommy juga menyatakan dukungannya kepada Khofifah Indar Parawansa agar maju pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018. Ini adalah partai politik pertama yang tegas mendorong Khofifah untuk maju di Pilgub Jawa Timur.

Nama Khofifah belakangan ini memang santer disebut-sebut untuk maju sebagai bakal calon Gubernur di Pilkada Jawa Timur 2018. Di berbagai pemberitaan nama Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu juga sempat kejar-mengejar dengan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Jawa Timur.

Ketua DPW Partai Berkarya Jawa Timur, Irjen Pol (purn) Anton Setiadji mengatakan, nama Khofifah sangat diunggulkan dan didukung untuk maju di Pilgub Jawa Timur. “Khofifah sangat kuat dan  memiliki pengaruh kuat di basis massa di Jawa Timur, utamanya di basis nahdliyyin. Kami akan mendukung Ibu Khofifah,” kata Anton Setiadji, di sela-sela acara yang dihadiri juga oleh puluhan ulama se-Jawa Timur tersebut.

Dikatakan, ada sejumlah alasan Partai Berkarya untuk mendukung Khofifah. “Kita ini ada hubungan historis dan kiai-kiai yang hadir di acara partai kami punya hubungan emosional dengan Ibu Khofifah,” ujar mantan Kapolda Jatim yang baru pensiun itu.

Sementara ini, jelas Anton, Partai Berkarya masih fokus pada proses verifikasi. Itu akan dijadikan modal untuk berkontestasi di pesta politik nasional pada 2018 mendatang.

“Kalau di Jawa Timur, 38 daerah sudah ada kepengurusan DPD-nya semua,” tandas pria kelahiran Malang tersebut.

Anton sendiri sempat masuk dalam bursa calon wakil gubernur di Pilkada Jatim 2018 nanti. Apakah dukungan partainya sebagai sinyal politik untuk berpasangan dengan Khofifah? “Anda itu, kok, kaya yang paling tahu saja. Kalau diinginkan rakyat, siap saja. Itu tergantung keinginan masyarakat,” kata peraih Adhi Makayasa Akpol 1983 ini, berdiplomasi.

Kemudian, Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya, Tommy Soeharto, menegaskan bahwa partainya hadir untuk mengakomodasi ketidakpuasan masyarakat atas belum dirasakannya hasil pembangunan yang dijalankan pemerintah.

“Kami hadir untuk mengisi kekecewaan bangsa Indonesia, untuk menuju yang lebih baik,” tegas putra bungsu mantan Presiden Soeharto tersebut.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here