Partai Moncong Putih akan Pinang Gus Ipul?

0
187

Nusantara.news, Surabaya – Sekalipun belum dapat dipastikan, sinyal bahwa Saifullah Yusuf akan berangkat melalui PDIP dalam Pilgub 2018 makin menguat. Bargaining politik apa yang membuat PDIP kesemsem sosok Saifullah Yusuf?

Meski belum menyatakan sikap jelas mendukung Gus Ipul, namun  seiring dengan kedekatan antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dengan Saifullah yang akrab dengan sebutan Gus Ipul, sinyal itupun mulai terasa.

DPD PDIP Jatim sepertinya tak mau ketinggalan start untuk memanasi mesin politiknya jelang Pilgub Jatim 2018. Bahkan partai berlambang Banteng Moncong Putih saat ini tengah disibukkan dengan urusan penjaringan bakal calon gubernur dan wakil gubernur. Namun, semua keputusan tetap ada di tangan Ketua Umum PDIP Megawati.

PDIP akan mengusung kader dari internal partai atau eksternal? Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur Sri Untari menuturkan bahwa saat ini banyak nama bermunculan untuk menuju Jatim 1. Bahkan internal partai sudah mulai melakukan survei di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur untuk mengetahui aspirasi masyarakat bawah secara langsung.

“Nama Gus Ipul memang masih kuat ketimbang lainnya. Namun kami tetap melakukan survei dan memasukkan nama kader internal dan eksternal, antara lain Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Ketua PDIP Jatim Kusnadi, Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Bupati Banyuwangi Azwar Anas, Walikota Batu Eddy Rumpoko, Ketua DPRD Jatim Pak Halim dan Bupati Ngawi Budi ‘Kanang’ Sulistyono,” jelasnya Jumat (27/1/2017) kepad wartawan di kantor DPD PDIP Jatim.

Untari juga menambahkan, bahwa PDIP seperti diketahui adalah partai peraih kursi terbanyak kedua di DPRD Jawa Timur dengan 19 kursi. Tinggal cari 1 kursi saja untuk bisa memenuhi persyaratan ikut dalam pesta demokrasi Pilgub Jatim 2018.

“Apakah PDIP akan mengusung kader sendiri atau eksternal? Semua tergantung figurnya dan komunikasi dengan partai. Kalau dari luar lebih baik kenapa tidak? Jika kader sendiri yang selama ini dianggap mampu, tapi jika nakal ya sama saja,” tambahnya.

Menurutnya, semua kader internal atau eksternal mempunyai kesempatan dan peluang yang sama.  “Nanti DPP yang akan menentukan siapa pasangan yang diusung. Nggak peduli itu kader internal atau eksternal, yang penting menang. Kami lihat konsep kejawatimurannya,” urainya.

Gus Ipul Perjuangkan 1 Juni sebagai Harlah Pancasila

Sri juga menjelaskan bahwa kedekatan Gus Ipul dan Megawati sudah terjalin lama sekali. Bahkan Wagub Jatim ini sering datang ke acara-cara yang digelar oleh PDIP. Gus Ipul termasuk orang yang mendapat kehormatan diundang dalam peluncuran dan lelang buku catatan politik Megawati di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Alhamdulillah kami baik dengan Gus Ipul dan sering berkomunikasi. Setiap acara partai dan ketua umum, Gus Ipul selalu datang. Ketika kami terjun ke bawah, banyak masyarakat membicarakan sosok Gus Ipul yang terkenal slogan ngopi barengnya. Mereka bilang ke saya cocok itu Gus Ipul, mbak,” pungkasnya.

Tak cukup di  situ saja. Setelah sebelumnya bersama Sekjen PDIP Hasto Kristanto, kini  Gus Ipul itu malah mendapat restu dari Ketua Umum PDIP Megawati. Seperti yang disampaikan oleh Ketua Bappilu DPP PDIP Bambang DH beberapa waktu lalu, PDIP akan membayar utang atau balas budi kepada Gus Ipul yang berperan penting memperjuangkan tanggal 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila.

“Gus Ipul yang terdepan memperjuangkan 1 Juni sebagai hari kelahiran Pancasila. Bagi PDIP ini sudah investasi politik dia untuk mencari dukungan dari PDIP,” ungkap mantan Wali Kota Surabaya dua periode ini.

Bambang juga menambahkan, Gus Ipul saat ini sedang menjalin komunikasi intensif dengan beberapa pengurus DPP PDIP serta Ketua Umum Megawati Soekarno Putri. “Gus Ipul sering ketemu Bu Mega, ini peluang besar baginya untuk segera turun surat rekomendasinya,” tambahnya.

Bagaimana dengan sosok Walikota Risma Tri Harini? Sosok walikota ini dinilai Bambang DH belum waktunya untuk bertarung memperebutkan kursi Jatim 1. “PDIP tak meliriknya (Risma). Biar dia selesaikan tugasnya dulu sebagai Wali Kota Surabaya. Tak ada yang menginginkan dia di Pilgub Jatim,” pungkasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here