PaS Jatim, Wadah Kreasi Pegiat Seni di Jawa Timur

0
193

Nusantara.news, Surabaya – Paguyuban Seniman (PaS) Jawa Timur, sebuah wadah tempat bernaung dan berkreasinya para pelaku seni dari berbagai jenis dan bidang, lahir di Surabaya. Keberadaannya dikukuhkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf dan dihadiri sejumlah pelaku seni kawakan asal Jawa Timur. Kegiatan ini berlangsung di Studio 2 Stasiun Televisi Republik Indonesia (TVRI) Surabaya di Jalan Mayjen Sungkono, Jumat (24/2/2017).

Di sela rapat koordinasi, Ketua PaS Jatim Lusiati Fauzie mengatakan, PaS Jatim tidak hanya sebagai wadah berkreasi. Tetapi juga diharapkan menjadi ajang semua kegiatan artis dan pelaku seni di Jawa Timur, termasuk juga berkiprah untuk menjadi penyelenggara berbagai acara kesenian.

“Seperti EO (Event Organizer-red) lah. Selain sebagai pelaku seni, juga sebagai penyelenggara dan pengembangan berbagai kreatifitas seni yang ada di Jawa Timur,” kata Ketua PaS Jatim Lusiati Fauzie didampingi Bidang Humas, Roca Trini di Studio TVRI Surabaya.

Dijelaskan, sebagai wadah kelompok pegiat seni PaS juga akan menjadi ajang pengembangan berbagai program kegiatan memajukan seni, termasuk menjaring bibit muda pelaku seni di Jawa Timur. Kesejahteraan anggota juga menjadi bagian dari program yang telah terkonsep.

Sebelumnya, Idrus Alwi yang menjabat sebagai Ketua I mengatakan, PaS Jatim menjadi wadah semua pelaku seni di Jawa Timur, tanpa ada pengkotak-kotakan. Ada artis seni peran, sinetron, lukis, komedian atau pelawak, ludruk, ketoprak, wayang orang serta berbagai unsur seni lainnya.

Tidak hanya menghidupkan seni yang sudah ada, PaS juga membangkitkan dan mengembangkan berbagai seni tradisional asli Jawa Timur. Misalnya, jangka pendek PaS akan menyuguhkan konser yang gabungan dari berbagai pelaku seni di Jawa Timur.

Di wadah ini, semua pertunjukan kesenian akan dikemas apik dengan berbagai kolaborasi moderen tanpa meninggalkan kemampuan individu.  “Misalnya, Mas Bambang Gentolet yang dipandang mulai redup, kita akan bangkitkan kembali untuk menghibur,” terang Lusiati.

“Wadah ini untuk menghimpun seluruh insan seni dan menindaklanjuti berbagai bentuk kreatifitasnya. Termasuk bersinergi dengan pemerintah, untuk memajukan seni di Jawa Timur,” tambah Idrus.

Ke depan, PaS menyiapkan berbagai konsep untuk membangkitkan kembali seni dan budaya Jawa Timur dengan menggelar berbagai kegiatan, termasuk mengadakan kegiatan seni di luar Jatim. “Kita juga punya jadwal untuk manggung di Taman Mini Jakarta, sebulan sekali,” tambah Eko.

Untuk mengimbangi kemajuan teknologi, PaS Jatim juga akan memunculkan website agar semua kreatifitas dan karya mereka bisa dinikmati kapan saja oleh semua orang.

Selain Saifullah Yusuf yang menjadi penasehat di organisasi ini, terdapat sederet nama artis beken duduk menjadi pensehat PaS Jatim, diantaranya  Mamiek Slamet, Mus Mulyadi, Reza, Wawan Soto, Teguh Haryanto, Wiwiek Irhanie, Tatiek Juariah atau Bunda Tatiek dan lainnya.

Lusiati menambahkan, rencana pembentukan PaS Jatim telah dirintis sejak tahun 2013. Penggagas awal diantaranya adalah Eko dan Asnawi, dan telah dikomunikasikan dengan artis dan seniman senior di Jawa Timur. PaS  juga sudah tertata kepengurusannya di sejumlah kabupaten/kota di Jawa Timur.

Kehadiran PaS Jatim ini tentu patut diapreasiasi. Selamat PaS Jatim, semoga ini titik awal bangkitnya kesenian di negeri sendiri.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here