Pasar Merjosari Jadi RTH, Pedagang Meragukan

0
112
Pasar Merjosari dibongkar untuk menjadi Ruang Terbuka Hijau

Nusantara.news, Kota Malang –  Agenda pembongkaran Pasar Merjosari oleh Pemerintah Kota Malang, menuai perlawanan dari beberapa pedagang yang enggan pindah kembali ke Pasar Terpadu Dinoyo, para pedagang menilai bahwa Pasar Terpadu Dinoyo belum layak untuk dihuni masih banyak kecacatan dan kesalahan dalam pembangunan, mulai dari Sertifikat Layak Fungsi (SLF) dan juga Analisis Mengenai Dampak Lingkungan – Lalu Lintas (AMDAL-LALIN)

Kepala Dinas Perdagangan, Wahyu Setianto mengungkapkan bahwa akan mengembalikan kembali fungsi pasar sesuai dengan peruntukkannya terdahulu “Sesuai dengan RTRW, ini akan dikembalikan pada fungsi Ruang Terbuka Hijau, mengingat Kota Malang masih kekurangan ruang hijau,” ungkapnya kepada wartawan

Ia menambahkan penjelasannya, ini demi kenyaman warga sekitar, karena ada beberapa yang mengeluh terkait keberadaan Pasar Merjosari.  “Karena Pasar Merjosari berdasarkan asal-usulnya memang tempat Pasar Penampungan Sementara, dan keberadaan pasar tersebut sering dikeluhkan beberapa warga terkait bau sampah pasar yang menyengat,” imbuh Wahyu.

“Ada beberapa info juga yang kami dengar bahwa, kebanyakan yang menolak pemindahan pasar adalah pedagang liar yang bukan asli Pasar Dinoyo sebelumnya,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Pedagang, Sabil El Achsan menangkis pernyataan Kadisdag tersebut “Saya selaku koordinator pedagang adalah pedagang asli asal Pasar Dinoyo, dan juga beberapa rekan yang menolak pemindahan pun juga banyak dari pedagang asli, bukan pedagang gelap,” tandasnya

Pedagang menolak dikarenakan Pasar Terpadu Dinoyo dinilai tidak sesuai dengan harapan, Misalnya, ukuran lapak yang lebih kecil dari Pasar Merjosari. “Bangunan tak sesuai perjanjian, belum layak huni keamanan serta kenyamanan di Pasar Terpadu Dinoyo masih diragukan dan dipertanyakan,” jelas Sabil

Menanggapi pernyataan tentang peruntukan pembongkaran pasar akan di kembalikan ke fungsi RTH, Sabil menepis anggapan tersebut “Tidak mungkin diperuntukkan untuk RTH itu, kami mendengar pada saat mediasi dengan pimpinan daerah beberapa waktu lalu, pembongkaran pasar akan dibangun apartemen yang katanya untuk para fakir miskin, namun setelah diusut dan dipertanyakan kembali akan diperuntukan untuk asrama mahasiswa,” tegas Sabil

Senada dengan Sabil, Aktivis Rumah Keadilan, Rizal Dwi Kuncoro mempertanyakan rencana Pemkot menjadikan Pasar Merjosari sebagai Ruang Terbuka Hijau. “Di depan Pasar Merjosari kan juga sudah ada Taman Merjosari yang juga salah satu ruang terbuka hijau, di daerah tersebut,” imbuh Rizal kepada Nusantara.news.

Rizal mengharapkan,  lebih baik Pasar Merjosari diperuntukkan untuk pasar tetap, karena sudah didukang beberapa elemen masyarakat, menjadi pusat perekonomian masyarakat kecil setempat.  “Tinggal bagaimana perbaikan dan pengaturan infrastruktur pasar saja, menanggulangi masalah bau sampah, kebersihan dan kemacetan. Itu lebih baik dibongkar yang secara tidak langsung memutus dan menghambat roda perekonomian masayarakat,” tandasnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here