Pasar Merjosari Malang Dibongkar, Pedagang Bertahan

0
127
Pemerataan Pembongkaran Pasar Merjosari (Sumber: Pipit)

Nusantara.news, Kota Malang – Pembongkaran kios di Pasar Merjosari Kota Malang masih bermasalah hingga saat ini. Pemerintah Kota Malang melalui Wastib Pasar terus melakukan pembongkaran, sementara pedagang terus berusaha bertahan.

Bangunan kios, rangka dan atap pasar kini berserakan menjadi puing. Namun, tidak terjadi kontak fisik antara pedagang dan petugas.

Dengan wajah yang memelas, pedagang masih memperlihatkan semangat sebagai pedagang. Mereka menghindar dari kios yang sudah diruntuhkan, dan memindahkan dagangan ke bagian psar yang belum runtuh.  Mereka terus berdagang walau harus bising dengan kegiatan  pembongkaran. Sebagian pedagang berjualan di lahan parkir pasar.

Khosyidah, salah seorang pedagang Pasar Terpadu Dinoyo, yang kini berjualan di Pasar Merjosari yang dalam tahap pembongkaran mengatakan, pihaknya masih terus bertahan dalam kondisi apa pun.

“Bagaimana lagi saya sudah tidak punya lahan berjualan, ya saya harus tetap bertahan dengan apa yang ada,” ujarnya kepada Nusantara.news, Rabu (17/5/2017)

Khosyidah adalah salah seorang pedagang Pasar Terpadu Dinoyo, yang karena agenda pembangunan di Pasar Dinoyo akhirnya dipindahkan di Pasar Merjosari. Ia mengaku sudah berjualan selama 18 tahun di Pasar Dinoyo.

Sebenarnya Khosyidah memiliki hak bedak di Pasar Baru Dinoyo tersebut, namun tidak diambil karena ia merasa dipermainkan.

“Harganya sangat tinggi, saya tidak mampu membayar. Akhirnya hak bedak itu diberikan ke orang lain,” jelas wantia 54 tahun tersebut.

Ia menjelaskan maksud dipermainkan.  “Iya, lha wong saya pedagang pasar asli, tapi ketika dibangun saya harus bayar lagi dengan nominal lebih tinggi. Ketika tidak mampu melunasi bedak saya yang dulu, saya tidak mendapat bedak. Saya sadar ini pengusiran secara halus. tetapi saya tidak berdaya,” katanya.

Masalah yang tak kunjung selesai di Pasar Merjosari membuat DPRD geram.

Hal tersebut mendorong sebagian besar fraksi di DPRD Kota Malang memberi sorotan tajam pada polemik pasar dalam LKPJ Pemkot Malang tahun anggaran 2016.

Perwakilan Fraksi Hanura dan PKS, Chaiurul Amri menyampaikan, polemik pasar tersebut memang sangat santer diperbincangkan. Pihaknya merekomendasikan agar pemerintah lebih tegas dalam membela perekonomian kerakyatan. []

 

 

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here