Pasar Merjosari Malang Urung Dibongkar Karena Pedagang Bertahan

0
125
Jpeg

Nusantara.news, Kota Malang – Rabu 5 April 2017, Pemerintah Kota yang di koordinasikan Dinas Perdagangan Kota Malang, berencana akan membongkar Pasar Merjosari. Namun hingga hari H Pembongkaran tersebut warga melakukan aksi penolakan pembongkaran yakni dengan berorasi dan berkumpul di depan kantor Pasar Merjosari, Rabu (5/4).

Sebagian pedagang perempuan melakukan istighotsah bersama di ruangan samping kantor pasar tersebut. Sementara spanduk, baliho, dan poster pernyataan penolakan pembongkaran pasar terpampang dengan jelas

Pedagang menutup pintu akses masuk menuju kantor Pasar Merjosari. Pintu masuk itu hanya terbuka untuk beberapa orang saja, dan pada hari ini kegiatan pasar dihentikan, banyak beberapa pedagang yang tutup atau tidak berjualan.

Koordinator pedagang Pasar Merjosari, Sabil El Achsan mengungkapkan, dasar pembongkaran dan pemindahan Pasar Merjosari salah kaprah, “Kalau ingin dipindahkan, tolong sesuaikan dulu dengan perjanjian awal, karena pembangunan hari ini tidak sesuai berdasar pada Perjanjian Kerjasama pedagang (PKS) nomor 050/558/35.37.112/2010 dan PT Citra Gading Asritama (CGA), No:352/CGA.SBY/IX/2010,” jelasnya

Ia menambahkan, penolakan pedagang sangat realistis karena ada beberapa dokumen penunjang yang memperkuat. “Kami taat aturan dan taat hukum, yang kami inginkan adalah kesesuaian realita dengan perjanjian kerjasama pedagang (PKS),” imbuh Sabil kepada Nusantara.news, Rabu (5/4/2017).

Sampai berita ini diturunkan, petugas belum membongkar kantor Pasar Merjosari. Ditemui di lain tempat, Kepala Dinas Pedagangan Kota Malang, Wahyu Setianto masih menggelar rapat koordinasi di Mapolres Malang Kota, mengenai agenda pembongkaran tersebut. “Sementara ini kami masih melakukan rapat koordinasi lagi terkait pembongkaran ini. Rapat ini melibatkan sejumlah instansi,” ujar Wahyu.

Wahayu  menyatakan, hingga hari ini belum ada pergerakan personel untuk membongkar kantor pasar itu. Sebab, situasi masih panas dan belum kondusif di sekitar pasar. “Kami sadar situasi di sana belum kondusif untuk dilakukan pembongkaran. Namun, kami tetap akan membongkar sambil menunggu hasil rapat lanjutan,” kata Wahyu

Sementara itu, Kabid Pengelola Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Malang, Eko Sri Yuliadi mengungkapkan upaya relokasi pedagang Pasar Merjosari ke Pasar Terpadu Dinoyo belum bisa dilakukan hari ini. Penundaan ini akibat kondisi yang tidak kondusif di Pasar Merjosari. “Kemungkinan relokasi dilakukan besok, atau pasti ada info lebih lanjut setelah koordinasi dengan beberapa pihak nanti,” ungkapnya

Pihaknya menilai Pasar Terpadu Dinoyo sudah selesai dan siap ditempati. Makanya Pemkot Malang ingin pedagang pindah kembali ke Pasar Terpadu Dinoyo, dan melakukan rutinitas jual beli di Pasar yang baru, seperti dahulu.

Dalam aksi penolakan yang dilakukan oleh para pedagang membawa beberapa poin tuntutan, yakni menghentikan tindakan pembongkaran dan pemindahan pasar merjosari. Kedua, menghentikan segala bentuk tindakan yang dapat menganggu aktifitas perdagangan di pasar merjosari mengingat sektor perdagangan merupakan sumber mata pencaharian utama para pedagang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Ketiga, masing-masing pihak yang keterkaitan harus melakukan tinjauan ulang tentang pelaksanaan pembangunan Pasar Terpadu Dinoyo agar dilaksanakan sesuai dengan perjanjian kerjasama, pasalnya realita pembangunan tidak sesuai dengan perjanjian kerja sama (PKS)

Sabil El Achsan menilai Pemkot Malang kurang memikirkan nasib pedagang.“Walikota seakan lebih berpihak pada investor daripada pedagang. Katanya peduli wong cilik,” tegas Sabil

Ia menjelaskan,  ada pernyataan Dinas Perdagangan yang membikin pedagang sakit hati, “Ada kata kata yang sangat menyakitkan dan melukai pedagang, yakni akan dilakukan pembongkaran Pasar Merjosari sebagai hadiah Hari Jadi Ke-103 Kota Malang. Di situ kita tersinggung,” katanya.

“Kami juga warga Kota Malang. 03 tahun Kota Malang berdiri itu tidak ada artinya apabila pedagang dan rakyat kecil masih disisihkan, dan tidak diberi keadilan,” tandas Sabil.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here