Pasca Longsor, Ponorogo Bekali Tim SAR dengan Latihan MFR Medical First Responder

0
53
Pembekalan pelatihan MFR Medical First Responder bertema "Berlatih dan Utamakan Keselamatan" di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Rabu (26/4/2017).

Nusantara.news, Surabaya – Setelah wilayahnya dihajar bencana tanah longsor dengan korban hilang ada 25 orang dan empat lainnya ditemukan meninggal dunia, beberapa waktu lalu. Kini, Kabupaten Ponorogo bangkit, mengusung semangat baru, menyiapkan dan melatih personilnya yang bertugas di Basarnas. Itu dilakukan guna meningkatkan kualitas serta kemampuan personil yang digelar dalam Pelatihan MFR Medical First Responder bertema “Berlatih dan Utamakan Keselamatan” di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Rabu (26/4/2017).

“Penyelenggaraan kegiatan tersebut dilakukan oleh Basarnas Surabaya sebagai penanggungjawab dengan Ketua Basarnas Surabaya Gatot Ipnu Wibisono, dan diikuti 100 orang personil,” kata Sekda Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono.

Selain dihadiri oleh Sekdakab Ponorogo, juga hadir mewakili Komandan Kodim 0802/Ponorogo yakni Kasdim 0802/Ponorogo Mayor Arm Timbul Moedjihartoyo; Polres Ponorogo diwakili oleh Kasat Sabara AKP Hariyanto, Direktur Bina Ketenagaan dan Pemasyarakatan SAR Basarnas Jakarta Agus Sukarno, Anggota Komisi V DPR RI Gatot Sudjito; Kepala BPBD Kabupaten Ponorogo Sumani, Kepala Imigrasi Ponorogo Nasarudin, Perwakilan Kantor SAR Pontianak sebagai Analis Operasi Edi Sutrisno, Dinas PU Kabupaten Ponorogo diwakili Kasubag Sugito, serta hadir juga Perwakilan Bansarnas Semarang, Ariyadi.

“Pelatihan Basarnas ini merupakan gerakan yang positif, karena Ponorogo ini banyak musibah. Oleh karena itu menggerakan elemen masyarakat sangat penting. Harapan kita Ponorogo kesiapsiagaan bencana perlu kita dukung dan potensi perlu dikembangkan,” tambah Agus Pramono.

Terkait itu, Gatot Sujidto menambahkan, prestasi Badan SAR dapat dirasakan lebih baik dari tahun sebelumnya. Dan yang perlu diperhatikan bagaiman Badan SAR dalam menjalankan tugasnya bisa handal, cepat melakukan pencarian korban. Soal anggaran bisa diberikan oleh pemerintah dan disetujui oleh Menteri Keuangan.

“Di dalam pelatihan ini, tujuannya agar bisa memahami jika ada bencana, cepat dipahami dan ditindaklanjuti dengan keterampilan dan dapat merespon dengan cepat,” kata Gatot.

Diberikan contoh kejadian nasional yang baru saja menimpa Ponorogo, tepatnya di Dusun Banaran, Kecamatan Pulung sangat memprihatinkan semua pihak, itu tidak boleh terulang.

“Selanjutnya, kehadiran Basarnas di lokasi bencana juga perlu mendapat dukungan masyarakat. Dan ini merupakan kesempatan pertama Basarnas untuk mengikuti latihan,” tutur Gatot.

Sementara Direktur Bina Ketenagakerjaan dan Pemasyarakatan SAR Basarnas Jakarta, Agus Sukarno yang ikut membuka pelatihaan menyampaikan, kalau pembiaan potensi merupakan hal yang sangat penting.

“Tujuannya, agar SAR bisa mengevakuasi korban, dan itu kalau tidak tahu bisa mengakibatkan kejadian fatal bagi korban. Ini harus diperhatikan jangan sampai korban salah evakuasi, selalu terarah di sesuaikan dengan prosedur yang ada dalam pelatihan,” katanya.

Peran tim medis juga sangat penting antara SAR guna saling membantu dengan cepat dan tanggap. Diharapakan, personil Basarnas harus militan tidak boleh ketakutan sesuai kemampuan dan santun kepada korban masyarakat yang ditolong.

“Dengan profesionalisme kita menanganni korban bencana, dan tim SAR harus selalu berhati-hati dalam melakukan kegiatan penanganan korban,” ujar Agus.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here