Pasca Lebaran, Kemendag Jamin Harga Bahan Pokok Stabil

0
43
Mentri Perdagagan RI, Enggartiasto Lukita saat mengunjungi Pasar Kepanjeng Kabupaten Malang (Sumber: Media Bhayangkara)

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Momen Hari Raya biasanya ditandai gejolak harga barang dagangan, terutama kebutuhan pokok. Pasalnya permintaan atau tingkat konsumsi pada bulan tersebut sangat tinggi.

Lonjakan harga tersebut berbagai macam bentuknya, baik karena stok di lumbung pangan pemerintah habis, atau karena ulah para kartel atau oknum pedagang yang mempermainkan harga.

Kali ini, tidak ada kekhawatiran karena setiap dinas daerah akan memantau harga kebutuhan pokok. Kementrian Perdagangan RI juga yang akan turun langsung melihat kondisi pasar di beberapa daerah.

Salah satunya di Kota Malang, Kunjungan Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukita,  ke Pasar Kepanjen pada Jumat, (30/6/2017) lalu, seusai mengunjungi Pasar Terpadu Dinoyo Kota Malang membuat masyarakat merasa lega. Pasalnya ia menjamin bahwa kebutuhan pokok pasca lebaran tidak akan naik.

“Saat ini lumbung pangan pemerintah Indonesia sangat mencukupi  untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat untuk beberapa tahun kedepan. Tidak ada kenaikan harga pada berbagai komoditas kebutuhan pokok. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” pungkasnya

Pada 10 tahun terakhir ini, memang setiap momentum Ramadhan masyarakat selalu panik karena ada isu kenaikan harga pagan dan kebutuhan pokok.”Pemikiran itu harus dijernihkan, dengan mencari informasi yang benar dan berdasar fakta bahwa pangan kita dalam kondisi aman, dan tidak selalu kebutuhan pokok itu akan mahal saat lebaran,” jelas Lukita

Patokan kenaikan harga dari sebuah komoditi dapat dilihat melalui hasil survei yang dikakukan oleh BPS. Ketika hasilnya deflasi, artinya rata-rata kebutuhan pokok harganya stabil dan tidak mengalami kenaikan.

“Bisa dilihat bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini dalam kondisi deflasi. Kalaupun bulan ini inflasi, pasti tidak terlalu banyak, karena ketika ada keniakan langsung kami atasi dan harga kembali normal,” imbuh Mentri Perdagangan tersebut.

Menteri Perdagangan melalui satuan dinas di setiap daerah telah mengawal perkembangan harga di pasaran,bahkan beberapa upaya seperti sidak dan membuka pasar murah di setiap BULOG guna menjaga stabilitas harga pangan.

Selain itu, mempertahankan harga kebutuhan pokok agar tetap stabil sampai usai lebaran nanti, menurutnya akan diterapkan peraturan baru bagi para pengusaha.

Untuk produksi suatu komoditas, nanti diwajibkan agar sekian persen dari hasil produksi juga dibuat dalam kemasan sederhana dan harga murah. Sehingga masyarakat semua kelas dan kalangan dapat menikmatinya dan harga akan tetap stabil.

Stigma terkait kenaikan kebutuhan pokok selama Ramadan dan jelang lebaran menurutnya harus dihilangkan dari masyarakat. Karena hal tersebut hanya akan membuat masyarakat resah dan takut. Harus dibuktikan dengan adanya fakta-fakta terkait stok pangan masih melimpah.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here