Patmi Wafat Setelah Aksi Nyemen Kakinya Diacuhkan Istana

0
1717
Patmi, paling kanan, saat aksi unjuk rasa mengecor semen di kaki di depan Istana Presiden sejak Senin (13/3) hingga Senin (20/3) akhirnya wafat, diduga karena serangan jantung/ foto BBC Indonesia

Nusantara.news, Jakarta – Patmi, satu di antara peserta aksi yang menyemen kaki di depan Istana Presiden wafat pada Senin, (20/3) dinihari. Mereka protes atas pemberian izin pabrik semen yang merusak ekosistem tempat tinggal mereka.

“Pagi ini jenazah almarhumah Bu Patmi dipulangkan untuk dimakamkan di kampung halamannya di desa Larangan, Kecamatan Tambakromo, Pati. Sebagian warga Kendeng juga langsung pulang menuju Kendeng,” terang Joko Priatno, seorang tokoh Kendeng dan pegiat Koalisi untuk Kendeng Lestari.

Sebelumnya, Patmi yang terlibat aksi mengecor semen di kaki sejak Senin (13/3) sudah dijadwalkan pulang kampung pada Selasa (21/3) pagi ini. Memang, Patmi benar-benar pulang pada Selasa pagi, namun dalam iring-iringin ambulan pengangkut jenazahnya. Patmi sudah menghadap Tuhan YME.

“Cor kaki Patmi juga sudah dibuka semalam, dan Bu Patmi sudah melakukan persiapan untuk pulang di pagi hari,” timpal Sobirin yang juga dari Koalisi Kendeng Lestari dalam pernyataan persnya.

“Bu Patmi sebelumnya dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik oleh dokter. Kurang lebih pukul 02:30 Selasa dini hari, setalah mandi, Bu Patmi mengeluh badannya tidak nyaman,” lalu setelah muntah-muntah dan kejang-kejang dibawa ke RS, namun meninggal dunia.

Memang, dalam aksi pengecoran semen di kaki yang sudah berlangsung selama satu minggu lebih dan sejauh ini diacuhkan oleh pihak istana, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) selaku kuasa hukum sudah menyediakan tenaga medis untuk para peserta aksi.

Namun tudingan bahwa aksi pengecoran semen diacuhkan oleh pihak istana dibantah oleh Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi. Mantan Juru Bicara KPK itu menyebutkan Presiden Joko Widodo telah memanggil Menteri BUMN Rini Soemarno, Kepala Staf Presiden Teten Masduki dan Dirut PT Semen Indonesia Rizkan Chandra untuk membahas kisruhnya persoalan di Kendeng.

Sedangkan warga yang dikoordinasi Koalisi Kendeng Lestari  melakukan aksi pengecoran Semen tetap menjalankan aksinya di depan istana. Senin (20/3) sore, Kepala Staf Presiden Teten Masduki baru mengundang perwakilan warga di kantor KSP. Pertemuan itu dianggap warga tidak memuaskan.

“Pada pokoknya, perwakilan menyatakan menolak skema penyelesaian konflik yang hendak digantungkan pada penerbitan hasil laporan KLHS yang sama tertutupnya dan bahkan samasekali tidak menyertakan warga yang bersepakat menolak pendirian pabrik semen PT Semen Indonesia dan Pabrik Semen lainnya di Pegunungan Kendeng,” respon Koalisi Kendeng Lestari dalam keterangan persnya.

Malam harinya, perwakilan warga berunding di penampungan mereka di Gedung YLBHI, Jl Diponegoro No.74, Jakarta Pusat. Mereka sudah memutuskan untuk mengubah cara aksi.

Kala itu sejumlah warga sudah bersiap pulang kampung, termasuk Patmi yang sebelumnya mengeluh ada problem kesehatan. Namun dokter yang menanganinya tidak menemukan penyakit yang mengkhawatirkan. Aksi akan dilanjutkan oleh 9 warga yang bukan hanya mengecor kaki, melainkan juga tangan.

Senin (20/3) dini hari Patmi mandi. Setelah mandi badannya kejang-kejang. Dia segera dibawa ke RS Carolus namun jiwanya tidak tertolong. Diduga Patmi wafat karena serangan jantung. Pagi itu juga jenazah Patmi langsung dipulangkan ke kampung halamannya. Kendeng berduka. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here