Patung Lilin Jokowi di Hongkong, Sekadar Meng-endorse Pariwisata

0
240

Nusantara.news, Jakarta –  Luar biasa. Demikian kesan ketika membaca berita tentang patung lilin Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) kini sudah ada dan sudah bisa disaksikan oleh setiap orang yang berkunjung ke Museum Madame Tussauds Hongkong, yang diresmikan sendiri oleh Jokowi, Senin (1/5/2017). Luar biasa karena tokoh politik yang masuk museum itu tidak banyak, dan pada umumnya adalah tokoh yang memiliki peran mengubah dunia seperti Adolf Hitler, Gorbhacev, Nelson Mandela, Soekarno dan lainnya.  Apakah pilihan terhadap Jokowi yang baru sekitar 3 tahun menjadi presiden, dinilai sudah sejajar dengan tokoh-tokoh yang mengubah dunia itu?

Semula ada kecurigaan, “ada udang di balik batu” pemilihan itu, mengingat Jokowi sedang hot-hotnya diisukan dekat dengan Pemerintah Tiongkok Komunis. Setelah dirunut, kualifikasi Jokowi ternyata bukan sebagai tokoh yang mengubah dunia, melainkan lebih sebagai endorser dalam upaya memajukan dunia pariwisata Indonesia.

Museum Madame Tussauds Hongkong

Museum Madame Tussauds Hong Kong, merupakan bagian dari jaringan museum patung lilin terkenal dunia yang didirikan oleh Marie Tussaud dari Perancis. Terletak di Peak Tower, Pulau Hong Kong, Hong Kong, museum tersebut merupakan museum Madame Tussauds pertama di Asia yang dibuka 2006. Museum ini menyimpan sekitar lebih 100 patung lilin tokoh-tokoh yang terkenal di mancanegara, yang sebagian besarnya tokoh-tokoh Asia. Patung-patung lilin tersebut terdiri dari selebriti olah raga, selebiriti musik, selebriti film, selebriti politik, pengusaha dan ilmuan.

Selebriti film, musik, olah raga merupakan koleksi terbanyak. Mereka antara lain, Jackie Chan, Bruce Lee, Ayumi Hamasaki, Brad Pitt, Cher, Eddie Murphy, Mel Gibson, Meryl Streep, Angelina Jolie, Jet Li, David Beckham, Muhammad Ali, Tiger Woods, Ronaldinho,  Diana (Putri Wales), Luciano Pavarotti dan lain sebagainya.  Di deretan ini ini terdapat pula patung lilin pebulu tangkis legendaris Indonesia, Rudy Hartono dan selebriti musik Indonesia yang bermukim di Prancis, Anggun C Sasmi.

Sementara patung lilin tokoh politik, pengusaha, dan ilmuan terkenal dunia hanya beberapa saja. Nama-nama yang masuk adalah Mahatma Gandhi (India), Nelson Mandela (Afrika Selatan), Bill Clinton (Amerika), George W. Bush (Amerika), Barack Obama (Amerika), Mikhail Gorbachev (Unisoviet), Saddam Hussein (Irak), Pangeran Philip (Inggris), Elizabeth II (Inggris), Pangeran Charles (Inggris), Pangeran William (Inggris), Adolf Hitler (Jerman), Sir Winston Churchill (Amerika), Deng Xiaoping (China), Jiang zemin (China), Li Ka Shing (China), Lee Kuan Yew (Singapura), Hu Jintao (China), Albert Einstein (Amerika), Sun Yat-sen (China),  Mao Zedong (China).

Dalam barisan ini pula, sejak 9 Juni 2014, muncul patung lilin Soekarno (Indonesia). Yang masih hangat adalah patung lilin Jokowi yang diresmikan Senin, 1 April 2017.

Endorser pariwisata

Apa alasan tim museum membuat patung lilin Jokowi di museum yang harga tiket masuknya mencapai 265 HKD atau sekitar Rp 455 ribu untuk dewasa dan 205 HKD atau sekitar Rp352 Ribu untuk anak anak ini? Apakah ini berarti tim museum menilai bahwa Jokowi sudah dapat disejajarkan dengan tokoh-tokoh politik yang sudah ada di museum, yang pada umumnya ikut berpean mengubah dunia?

Apakah Jokowi seperti Mahatma Gandhi yang terkenal dengan aksi swadesi (mandiri, nasionalisme, boikot produk asing) sebagai bentuk perlawanan terhadap kolonialisme Inggris.

Atau Jokowi setara dengan Nelson Mandela (Afrika Selatan) yang mampu berjuang tanpa lelah, dan berhasil memperkenalkan revolusi tanpa pertumpahan darah di Afrika Selatan.

Atau Mikhail Gorbachev (Rusia) yang terkenal dengan glasnost dan perestroika yang mengawali keterbukaan dan resktrukturisasi pemerintahan dan memperkenalkan kepemilikan pribadi di Uni-Soviet komunis dan pada kelanjutannya mengubah dunia.

Atau Bung Karno, proklamator kemerdekaan Indonesia, penemu Pancasila dan tokoh yang berani lantang memperkenalkan Pancasila di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa, sebagai solusi menghentikan perang dingin yang menakutkan karena diwarnai perlombaan senjata antara Timur dan Barat.

Hongkong kini berada di bawah Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Sementara Jokowi, sedang hot-hotnya diisukan dekat dengan Pemerintah RRT. Semula ada kesan, cepat muncul kecurigaan, patung lilin Jokowi sengaja  dibuat dan dipajang di museum yang terkenal itu, sebagai upaya menyenangkan rakyat Indonesia sekaligus menjalin hubungan ekonomi yang makin rapat dengan pemerintah Indonesaia yang dipimpin Jokowi.

Setelah dirunut, ternyata kualifikasi Jokowi bukan pada keberadaannya sebagai tokoh politik yang mengubah dunia, melainkan lebih sebagai upaya mengendorse pariwisata Indonesia.

Manajer Umum Museum Madame Tussauds Hong Kong, Jenny You yang datang Rabu, 12 Oktober 2016, untuk mengukur dan mendokumentasikan profil Jokowi, sama sekali tidak menyebut kualifikasi Jokowi. Ia bahkan mengatakan, keputusan membuat patung lilin Jokowi tidak datang dari pihaknya, walaupun ia tidak menyebut datang dari pihak mana. (Tempo.co, 12 Oktober 2016).

Namun, Jenny You mengatakan, bukan tanpa alasan mereka membuat patung lilin Jokowi. Secara reguler, museum menggelar survei di berbagai media. Hasilnya, nama Jokowi berada di urutan teratas di antara pemimpin dunia saat dilakukan survei ihwal tokoh yang layak dibuatkan patung lilin di Museum Madame Tussauds Hong Kong.

Nama Jokow berada di urutan teratas di antara sejumlah tokoh terkenal yang berasal dari berbagai kalangan, seperti pesepak bola terkenal Lionel Messi dan lkain zebagainya.

Selain itu, menurut Jenny You, Jokowi punya kesan tersendiri bagi pengelola museum. Kesan itu berupa sosok Jokowi yang dikenal luas sebagai pemimpin yang ramah dan peduli kepada masyarakat miskin. Dia juga dikenal sebagai tokoh yang anti-korupsi di sini (Indonesia).

Presdien Jokowi sendiri tidak menyebut dirinya sejajar dengan tokoh-tokoh politik dunia yang sudah lebih dulu ada di museum. Jokowi menginginkan  kehadiran patung lilinnya di museum tersebut dapat mempromosikan pariwisata Indonesia. Karena itu patung lilin itu dibuat memiliki latar belakang berupa layar lebar yang dapat diubah setiap saat.

Saat Jokowi berkunjung ke museum tersebut, latar belakang yang ditampilkan adalah Candi Borobudur. “Nanti diganti lagi. Saya minta setiap bulan diganti, bisa Labuan Bajo, Bali, Raja Ampat, atau Danau Toba. Ganti terus background-nya. Ini saya kira bagus untuk promosi pariwisata kita,” tutur Jokowi.

Tidak kurang Menteri Pariwisata Arief Yahya juga mengatakan kehadiran patung lilin Presiden Jokowi di Museum Madame Tussauds Hongkong, lebih dalam kaitannya dengan pariwisata.

“Kami sangat bangga, karena beliau dengan bangga menjadi ‘bintang iklan’ sekaligus endorser Wonderful Indonesia di Museum Madam Tussauds itu,” seperti dilansir KompasTravel, Selasa (2/5/2017).

Ia menyebut pernyataan Jokowi menegaskan komitmen presiden pada pengembangan pariwisata Indonesia. Menurut Arief Yahya, Jokowi pas meng-endorse Wonderful Indonesia yang juga sedang naik daun di mata dunia. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here