PDI-P dan Golkar Berbagi Kemenangan di Kalimantan

0
544
Ilustrasi

Nusantara.news, Jakarta – Di wilayah Kalimantan ada tiga provinsi yang menyelenggarakan Pilkada Serentak 2017, masing-masing Provinsi Kalbar, Kalteng dan Kalsel, dan masing-masing pula menggelar 2 pilkada tingkat kabupaten/kota. Jadi semuanya ada 6 Pilkada Serentak 2017 di Wilayah Kalimantan.

Kalbar menyelenggarakan Pilkada Serentak 2017 di Kabupaten Landak dan Kota Singkawang, Kalteng menyelanggarakan Pilkada di Kabupaten Kotawaringin Barat dan Kabupaten Barito Selatan, sedangkan Kalsel menggelar Pilkada untuk Kabupaten Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Barito Kuala.

Mengutip hasil rekapitulasi yang diumumkan KPUD setempat, kecuali Kab. Barito Selatan, Kalteng, PDI-Perjuangan menyapu habis wilayah Kalbar, dan sebaliknya Partai Golkar menyapu habis wilayah Kalsel, sedangkan di Kab. Kotawaringin Barat, Kalteng, Golkar dan PDI Perjuangan berbagi kemenangan karena mengusung calon yang sama.

Hasil gambar untuk pasangan karolin heriadi

Heriadi (baju putih) dan Karolin sedang sosialisasi melawan kotak kosong

Di Kabupaten Landak, Kalbar, pasangan Karolin-Heriadi mendominasi suara di 13 Kecamatan dengan persentase hampir 98 persen. Tapi sayang, lawan calon yang diusung oleh PDI Perjuangan itu adalah bumbung kosong.

Kemenangan Karolin tdak terlepas dar pengaruh kuat keluarganya. Ayahnya, Cornelis adalah Gubernur Kalbar yang sebelumnya pernah menjadi Bupati Landak. Wajar bila tdak ada yang berani coba-coba menantang menjadi Cabup Landak begitu Karolin mencalonkan diri.

Selain di Landak, PDI Perjuangan juga dominan dalam Pilkada Kota Singkawang, Kalbar. Tapi kali ini dia mesti berbagi kemenangan dengan Nasdem, Demokrat dan Hanura. Jagoan yng mereka usung, pasangan Tjhai Chui Mie – Irwan ,berdasarkan hasil unggahan C-1 oleh KPU pusat, unggul telak dengan tiga pasangan pesaingnya.

Hasil gambar untuk Pasangan Tjhai Chui Mie – Irwan

Pasangan Tjhai Chui Mie – Irwan saat kampanye

Pasangan Tjhai Chui Mie – Irwan meraih 42,6 persen suara. Di urutan kedua, pasangan Abdul Mutalib – Muhammadin 26.78 persen, selanjutnya Pasangan Andi Syarif – Nurmansyah 17.13 persen dan paling buncit pasangan Tjhai Nyit Khim – Suriyadi 13.50 persen.

Bergeser ke Kalteng, tepatnya di Kabupaten Kotawaringin Barat, Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Demokrat, Partai PKB dan PPP harus berbagi kemenangan saat sama-sama mencalonkan pasangan Nurhidayah – Ahmadi Riansyah.

Hasil gambar untuk Nurhidayah - Ahmadi Riansyah

Pasangan Nurhidayah - Ahmadi Riansyah saat menghadap bos kayu H. Rasjid

Mengutip hasil rekapitulasi KPUD setempat, Pasangan nomor urut 1 (satu) Bambang Purwanto – Said H. Syamsuddin Noor mendapatkan 17.204 suara (15.45%), Pasangan nomor urut 2 (dua) Indrawan Sakti – Norhanuddin mendapatkan 5.750 suara (5.16%),

Selanjutnya, ini dia pemenangnya, pasangan nomor urut 3 (tiga) Nurhidayah – Ahmadi Riansyah mendapatkan 58.516 suara (52.56%), Sedangjan pasangan nomor urut 4 (empat) Desi Hercules – Gusti Moch. Awaluddin hanya kebagian 21.042 suara (18.90%) dan Pasangan nomor urut 5 (lima) Eko Soemarno – Yudie mendapatkan 8.820 suara (7.92%)..

Sayang sekali, nusantara.news gagal mengakses hasil cemplungan formulir C-6 oleh KPU-RI untuk pilkada wilayah Barito Selatan. Informasi tentang hitung cepat pun tidak tersedia.

Terus ke Kalsel, tepatnya di Barito Kuala, Partai Golkar sebagai pengusung tunggal pasangan istri dan keponakan bupati petahana menang telak atas dua pesaingnya. “Berdasarkan hasil rapat pleno rekapitulisasi penghitungan suara pasangan Hj Noormiliyani – Rahmadian Noor memperoleh 74.169 suara atau 48,76 persen,” ujar Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Barito Kuala Nanang Kaderi, di Marabahan, Rabu (22/2) lalu.

Hasil gambar untuk Hj Noormiliyani – Rahmadian Noor

Pasangan Hj Noormiliyani – Rahmadian Noor didampingi Ketua DPD Golkar

Hj. Noormiliyani adalah istri Bupati Petahana Hasanuddin Murad, sedangkan calon wakilnya, Rahmadian Noor masih keponakan bupati petahana.

Berasarkan hasil rekapitulasi KPUD setempat, dua pesaingnya masing-masing Hasan Ismail – Fahrin Nizar hanya meraih 52.359 suara atau 34,42 persen dan posisi tiga ditempati pasangan H Bahriannoor – Suwandi dengan meraih 25.587 suara atau 16,82 persen.

Hasil gambar untuk pasangan wahid-husairi

Dan terakhir kali di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Partai Golkar mesti berbagi kemenangan dengan Hanura dan PPP saat memenangkan pasangan Wahid-Husairi dengan perolehan 72.265 (68,84 %) atas penantang tunggalnya Muksin-Hasib yang meraih 32.715  (31,16%) suara.

Dapat disimpulkan di sini, pemenang Pilkada Serentak 2017 wilayah Kalimantan melanggengkan dinasti politik lokal yang mapan. Mudah-mudahan rakyat memilih karena merasa disejahterakan oleh petahana atau keluarga petahana yang melanggengkan dinasiti politiknya. Semoga []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here