PDIP Panaskan Mesin, Surabaya Tak Boleh Kalah Lagi

0
91
PDIP Surabaya siap menangankan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Saifullah Yusuf dan Azwar Anas. PDIP mematok kemenangan besar 90 persen untuk Pilkada Jatim di Surabaya.

Nusantara.news, Surabaya – PDI Perjuangan tampaknya trauma dengan kekalahan dua kali pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur, beberapa silam lalu. Kekalahan dua kali calon PDIP, yakni 2008 dan 2013.

Pada Pilgub Jatim 2013, pasangan calon yang diusung PDIP adalah Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah. Mereka memperoleh 2.200.069 suara atau 12,69 persen. Pilgub dimenangkan pasangan petahana Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa 2) yang meraup suara terbanyak. Jagoan PDIP malah terhempas di putaran pertama.

Begitu juga pada Pilgub 2008, jagoan PDIP Soejtipto-Ridwan Hisjam terhempas di putaran pertama. Karena itu Pilgub Jatim 2018 akan menjadi pertaruhan besar bagi PDIP. PDIP tidak ingin menelan pil pahit untuk ketiga kalinya.

Dan untuk memanaskan mesin politiknya, PDIP memulainya dari Surabaya. PDIP menganggap pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur yang diusung PDIP dan PKB, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Abdullah Azwar Anas menganggap Surabaya sebagai kota yang bakal menentukan kemenangan mereka di Pilgub Jatim 2018.

Maka, mesin pemenangan PDIP di kota ini mulai dipanasi. Ketua DPC PDIP Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana menegaskan, saat ini PDIP Kota Surabaya dalam posisi melaksanakan seluruh instruksi DPP PDIP terkait pencalonan Gus Ipul-Azwar Anas dalam Pilkada Jawa Timur tahun 2018. Di Surabaya ada 31 kecamatan dan 156 kelurahan se-Surabaya.

“Saya bersama seluruh kawan-kawan pengurus Partai PDIP tegak lurus dengan keputusan Ibu Megawati, karena itu akan all out memenangkan Pilgub Jatim,” kata Whisnu dalam Rapat Koordinasi Cabang yang digelar DPC PDIP Kota Surabaya, Minggu (19/11/2017).

Bagi PDIP Kota Surabaya, kata Whisnu, upaya pemenangan Pilgub Jatim 2018 merupakan tolok ukur untuk persiapan Pemilu 2019. Pihaknya menargetkan menang telak di Surabaya.

“Seluruh kekuatan kami akan bergerak masif untuk membawa figur Gus Ipul dan Mas Anas ke rumah-rumah penduduk, dan tempat-tempat pertemuan warga. Kami optimis menang!” ujar Whisnu yang juga Wakil Wali Kota Surabaya.

PDIP mematok kemenangan besar untuk Pilkada Jatim di Surabaya dengan melihat kemenangan Tri Rismaharini (Risma) pada 2015. “Jika Bu Risma menang 86 persen, Gus Ipul – Azwar Anas harus menang 90 persen,” sebut Whisnu.

Saat Pilkada Surabaya, Risma hanya kalah di 10 tempat pemungutan suara (TPS) dari 40.000 lebih TPS. “Di Pilkada Jatim, kami akan buat semua TPS merah,” ujarnya.

Baca juga: Pilgub Jatim, Integritas dan Ancaman Botoh

Sebagaimana ciri khas PDI-P Surabaya setiap kali pemilu, para kader akan membangun banyak posko pemenangan di lokasi strategis, selain posko pemenangan di kantor-kantor pengurus kecamatan. “Saya yakin kali ini PDI-P menang di Pilkada Jatim, karena hawanya berbeda,” ucapnya.

Whisnu menyebut, tim dari Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) dan Badan Saksi DPC PDIP juga sudah bergerak terutama dalam hal penyediaan saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS). “Jumlah saksi yang dimiliki PDIP di Surabaya jumlahnya 2 kali lipat dari jumlah TPS jadi tidak perlu khawatir,” imbuhnya.

Selain itu, sambungnya, DPC PDIP Kota Surabaya telah membentuk sejumlah wadah relawan yang siap memenangkan pasangan Gus Ipul dan Azwar Anas. “Kita sudah siap semuanya. Tinggal dijalankan saja. Malah banyak relawan yang sudah mendaftar ke kita, di antaranya Jatim Puas, Jaringan Muslimat Dulur Dewe dan masih banyak lagi. Wayahe menang rek mosok Pilgub Jatim kalah terus (Waktunya menang, rek, masa Pilgub Jatim kalah terus),” pungkas Whisnu.

Sementara itu bagi Gus Ipul, kemenangan PDIP di Surabaya, akan menjadi torehan gemilang. Sebab, kemenangan Surabaya akan memudahkan kemenangan di daerah-daerah lain di Jawa Timur.

“Kalau sudah menang di Surabaya, Insya Allah mudah di tempat lain,” ucap Gus Ipul di tempat yang sama.

Melihat kemenangan Risma yang mencapai 86 persen saat Pilwali 2015, tekad Gus Ipul-Anas menaklukkan Surabaya sangat kuat. Apalagi, dia didukung penuh oleh sekitar 1.500 kader PDIP yang menghadiri acara tersebut.

Bagi dia, Kota Surabaya memiliki posisi yang sangat penting. Diperkirakan, warga di kota ini yang memiliki hak pilih sebanyak 2,1 juta. “Dan, Kota Surabaya dikenal sebagai basis PDIP, serta kekuatan organisasinya punya akar kuat. Potensi itu menjadi modal penting untuk pemenangan pilgub tahun depan,” terang Gus Ipul.

Senada, Azwar Anas mengatakan, mesin politik PDIP di Surabaya bisa bergerak dengan massif. Hal itu dilihat dari pergerakan mereka dalam memenangkan Risma beberapa tahun silam. “Dari Surabaya saya berharap bisa menggerakkan simpul-simpul PDIP di Jatim,” tutur Anas.

Tidak hanya itu, gerakan simpul-simpul PDIP di Surabaya diharapkan Anas juga bisa menggerakkan pemuda generasi milenial. Kata Anas, untuk menjaring pemilih milenial, mesin PDIP bisa membangun model kampanye yang menggemberikan. “Saya sudah memulai politik dengan rasa gembira saat mengunjungi 32 Kabupaten/ Kota di Jatim, Alhamdulillah direspon dengan baik,” kata dia.

Baca juga: Tancap Gas Anas, Garap Generasi Milenial Geluti Ekonomi Kreatif

Anas sendiri terus berupaya meleburkan diri dengan jajaran PDIP. Dan, pertemuan dengan seluruh jajaran PDIP di Kota Surabaya akan menambah banyak daftar daerah yang dikunjungi, setelah sebelumnya ia bertemu dengan jajaran pengurus partai moncong putih itu di 32 daerah.

“Saya akan terus meleburkan diri dengan PDI Perjuangan. Jika ada yang perlu dibenahi dan diperkuat dari segenap upaya saya dan Gus Ipul, mohon saran dan masukannya,” pungkasnya.

Perintah Kiai, Warga NU Diminta Menangkan Gus Ipul-Anas

Di hari yang sama, mesin politik Gus Ipul-Anas juga telah bergerak secara massif. Ya, sebanyak 4.444 Ibu Nyai Pengasuh Pesantren, mubalighah, tokoh penggerak dan aktivis perempuan NU se-kawasan Tapal Kuda telah menyatakan ikrar dukungan kepada Gus Ipul dan Anas.

Pembacaan ikrar dilakukan di Pesantren Walisongo, Mimbaan, Panji, Situbondo, Minggu (19/11/2017). Gus Ipul dan istri Hj Fatma Saifullah Yusuf, Abdullah Azwar Anas beserta istri Ipuk Festiandani, Ketua DPRD Abd Halim Iskandar, KHR Moh Kholil As’ad selaku tuan rumah acara, Nyai H Djuwairiyah Fawaid Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo, KH Mujib Imron Pasuruan, KH Fuad Hasan Sidogiri, serta ribuan Ibu Nyai, hadir dalam Halaqoh 4.444 Bu Nyai dan Mubalighah kali ini.

Baca juga: Dukung Gus Ipul, Bu Nyai Bukan Sekedar Pendamping Kiai

Dalam acara tersebut, Kiai Kholil As’ad meminta seluruh Ibu Nyai dan seluruh warga NU bisa mendukung dan memenangkan Gus Ipul-Anas sebagai gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

“Semoga menang jadi gubernur dan bermaslahat bagi umat khususnya warga Jawa Timur,” kata Kiai Kholil.

Sementara Nyai Hj Djuwairiyah Fawaid sebagai koordinator acara mengatakan, NU lahir di Jawa Timur dan saat ini usianya sudah mencapai 92 tahun. Namun sepanjang sejarahnya, ternyata NU tak pernah memiliki gubernur yang berlatar belakang NU.

Pembacaan Ikrar di Pesantren Walisongo, Mimbaan, Panji, Situbondo, Minggu (19/11/2017). Tampak Gus Ipul, Abdullah Azwar Anas dan KHR Moh Kholil As’ad, hadir dalam Halaqoh 4.444 Bu Nyai dan Mubalighah.

“Usia NU sudah tak muda lagi. Indonesia sudah merdeka 72 tahun, tapi sepanjang sejarah kita tidak pernah memiliki gubernur dari NU,” ujar Djuwairiyah.

Melihat kondisi inilah, kata Djuwairiyah, para kiai sepuh dari berbagai pesantren di Jawa Timur kemudian bersepakat untuk memerintahkan Gus Ipul menjadi gubernur. “Jadi Gus Ipul tidak minta, tapi para kiai-lah yang minta sehingga kita semua santri dan warga NU wajib untuk mendukung agar Gus Ipul bisa menjadi gubernur,” ujarnya.

Dalam kesempatan ini, Djuwairiyah sempat mengisahkan bagaimana dirinya yang dulu tidak mendukung Gus Ipul namun saat ini mendukung demi perintah kiai. “Saya ditanya kenapa sekarang mendukung Gus Ipul, jelas saya jawab ini perintah Kiai. Dan pencalonan Gus Ipul ini telah menyatukan seluruh kekuatan NU yang dulu sempat tercerai berai saat ini bersatu padu,” kata dia.

Karenannya dalam kesempatan ini, Djuwairiyah berharap seluruh kekuatan dan warga NU bisa bersatu. “Ini kesempatan NU, kalau sekarang kita lewatkan belum tentu 10-20 tahun ke depan kita memiliki calon sehebat dan bisa mempersatukan seperti Gus Ipul,” ujar pengasuh Pengasuh Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo.

Sementara itu Ketua DPW PKB Abd Halim Iskandar ketika memberikan sambutan memastikan pencalonan Gus Ipul murni atas perintah kiai. “Dulu saya yang pingin mencalonkan, tapi ada perintah kiai akhirnya saya mundur dan mendukung penuh Gus Ipul. Bahkan saya yang mengantar Gus Ipul ke partai-partai untuk mengajak mereka ikut mendukung Gus Ipul,” ujar Halim.

Gus Ipul juga mengatakan bahwa para kiai sebenarnya tidak hanya memerintahkan kepadanya, namun kepada beberapa kader NU lainnya. “Yang diinginkan para Kiai itu berbagi tugas. Pak Halim ditugaskan Ketua DPRD, saya ditugaskan calon gubernur. Semoga semua kader NU bisa nurut dawuhe para kiai,” ujarnya.

Hal yang sama disampaikan Azwar Anas, dia mengatakan bahwa Gus Ipul dan dirinya murni dijodohkan berbagai pihak atas perintah kiai. “Bu Mega (Megawati Soekarnoputri, Ketum PDIP) memberikan rekom ke Gus Ipul dan saya itu di antaranya karena mendengarkan perintah kiai,” sebut Anas.

Dalam acara tersebut, ada sepuluh Ibu Nyai yang membacakan ikrar dukungan mewakili 4.444 Ibu Nyai yang hadir. Mereka adalah Hj Nurul Abidah dari Pesantren Nurul Islam, Curah Saleh, Kapongan, Situbondo; Hj Nur Fadillah, Pesantren Nurul Fadil, Karanganyar, Tegal Ampel, Bondowoso; serta Hj Handariatul Masturoh Syafaat, Pesantren Darussalam, Blokagung, Banyuwangi. Selain itu juga Hj Kamalia Syamsul Arifin, Pengasuh Pesantren Bustanul Ulum, Curah Kalong, Bangsal Sari, Jember; Hj Chulla Luthfiah, Pesantren Darunnajah, Petahunan, Sumbersuko, Lumajang; Hj Salaman, Muballighoh dari Pasuruan; serta Hj Afif Al Ihsan, Mubalighoh Probolinggo. Juga ada Hj Wahyuni Adawiyah, Pesantren Roudhotuttolibin Kademangan, Probolinggo; Hj Sofiyah Muballighoh Kota Pasuruan; dan Hj Sofiyah Badri, Pesantren Ulil Albab Klaseman Kraksan Probolinggo.

Ikrar dukungan ribuan Ibu Nyai ini merupakan kali ketiga setelah pada 7 Oktober 2017 juga dilakukan oleh 4.444 Ibu Nyai dari daerah Madura di Ponpes KH Syaichona Cholil Bangkalan-Madura. Selanjutnya ikrar serupa juga sudah dilakukan oleh ribuan Ibu Nyai se Mataraman pada 30 Oktober 2017 di Pesantren Al Amin, Ngasinan, Kediri.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here