PDIP Surabaya Daftarkan Risma, GMNI Jatim Sodorkan Kanang

0
222
Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, Kusnadi (kanan) dan calon Gubernur 2018-2022 Saifullah Yusuf (kedua kiri) menunjukkan formulir pendaftaran calon Gubernur Jatim yang diusung PDI Perjuangan didampingi Ketua DPW PKB Jatim Abdul Halim Iskandar (ketiga kiri) disela-sela kunjungan ke Kantor DPD PDI Perjuangan Jatim, Surabaya, Kamis (1/6). Dalam kesempatan tersebut DPW PKB Jatim mengantarkan Saifullah Yusuf mengambil formulir sebagai sebagai calon Gubernur Jatim di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018-2022 yang diusung oleh DPD PDI Perjuangan. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww/17.

Nusantara.news, Surabaya – Pengambilan formulir pendaftaran bakal calon gubernur (bacagub) oleh Saifullah Yusuf menjadi pemanas mesin politik PDI Perjuangan (PDIP). Berselang sehari pasca Gus Ipul, panggilan akrab wakil gubernur tersebut mengambil formulir di Kantor DPD PDIP Jawa Timur, muncul informasi jika pengurus DPC partai berlambang banteng moncong putih di Surabaya akan mengusung Tri Rismaharini pekan depan.

“Hasil rapat partai yang digelar pada Jumat malam ini memutuskan DPC PDIP Surabaya mengusulkan Risma (Tri Rismaharini, RED) sebagai bakal calon Gubernur Jatim lewat PDIP. Pekan depan kami akan ambil dulu formulir pendaftaran untuk bu Risma,” kata Sekretaris DPC PDIP Surabaya Syaifudin Zuhri, Jumat (2/6/2017).

PDIP Surabaya punya pertimbangan tersendiri mengusung nama walikota Surabaya tersebut. Yakni hasil Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Jatim yang meminta semua DPC PDIP se-Jatim mengusulkan kader terbaik dan berpontensi untuk bertarung di pemilihan gubernur (pilgub) 2018. Nama Risma, tambah Zuhri, sudah terbukti dari aneka prestasi nasional maupun internasional selama memimpin Surabaya.

“Apalagi, hasil survei Risma menjelang Pilkada Jatim 2018 termasuk tinggi dan selisihnya tidak jauh dari Gus Ipul. Tentunya hal ini akan menjadi pertimbangan khusus dari DPP PDIP dalam menentukan siapa yang bakal mendapatkan rekomendasi,” sebutnya.

Namun politisi asal kawasan Surabaya tersebut, belum beberkan sikap resmi Risma. Menurut Syaifuddin, sebagai kader partai kendati tanpa komunikasi pun tentu harus mematuhi apa yang sudah jadi garis kebijakan PDIP. “Bu Risma tidak punya hak menolak atau mengiyakan. Partai punya pertimbangan lain baik dari hasil survei dan kajian tertentu sebagai penentu memberikan rekomendasi,” katanya.

Kemunculan Risma membuat persaingan berebut rekom cagub PDIP kian panas. Kendati hanya memiliki keterwakilan 19 kursi di DPRD Jatim, selisih 1 kursi lebih sedikit dari PKB yang sudah memberikan rekom ke Gus Ipul, namun posisi tawar PDIP sangat memungkinkan untuk mengusung paket cagub-cawagub yang berasal dari kader internal sendiri.

Indikasi itu terlihat juga dari usulan Nurwiyatno Ketua Dewan Pengurus Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jatim. Organisasi yang mengusung netralitas namun kerap daam kebijakannya sejalan dengan PDIP ini, menyebut nama Bupati Ngawi Budi Sulistyono atau yang akrab disapa Kanang untuk maju di 2018 nanti. “Ada beberapa nama alumni PA GMNI yang layak, salah satunya Pak Kanang,” terangnya.

Mengenai sikap DPD PA GMNI Jatim dalam Pilkada 2018, kata dia, adalah mendukung bakal calon gubernur atau wakil gubernur berdasarkan kriteria hasil diskusi dan studi. “Salah satunya harus dapat menjaga kesinambungan pemerintahan daerah yang telah baik dan kondusif seperti sekarang ini,” ucap Kepala Inspektorat Pemprov Jatim tersebut.

Menurut dia, sejak dipimpin Gubernur Soekarwo yang juga alumni GMNI, Jatim mampu mencapai kemajuan luar biasa, baik dalam bidang politik, ekonomi maupun budaya. Soekarwo ia anggap sebagai gubernur pengemban ideologi Bung Karno dengan konsep Tri Sakti. “Karena itulah Jatim ke depan memerlukan perpaduan kepemimpinan dari kelompok merah dan hijau,” kata Inspektur Pemprov Jatim tersebut.

PDIP sendiri membuka pendaftaran calon gubernur dan calon wakil gubernur Jatim periode 2019-2024 pada 1-14 Juni 2017 untuk tahap pengambilan formulir, dan 15-30 Juni 2017 untuk pengembaliannya. Hingga saat ini yang sudah mengambil formulir pendaftaran bacagub Jatim di kantor DPD PDIP Jatim baru Gus Ipul. Hanya saja hubungan erat di Jakarta bisa saja mengubah prioritas menempatkan kader sendiri di Jatim yang memang dikenal sebagai basis massa partai hijau.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here