PDIP Usung Gus Ipul di Pilgub Jatim, PKS belum Tentukan Sikap

0
58

Nusantara.news, Surabaya – Di tengah munculnya poros dukungan dalam Pilgub Jatim, yaiitu PDIP-PKB yang mengusung Saifullah Yusuf dan Abdullah Azwar Anas, serta poros Golkar, Nasdem, PPP,  Hanura, Demokrat yang mengusung Khofifah,  ternyata PKS belum menentukan sikap. DPW PKS Jatim menyebut terus mengikuti perkembangan jelang Pilgub.

Sampai hari ini PKS belum menyebutkan siapa nama bakal calon gubernur yang akan didukung partainya.

“Kita terus melakukan komunikasi, dan keputusan untuk itu (dukungan di Pilgub Jatim) menjadi kewenangan Presiden PKS, tunggu saja,” ujar Ketua DPW PKS Jatim, Arif Hari Setiawan, Minggu (15/10/2017).

Sebelumnya, Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman, saat berkunjungan ke Surabaya 3 Oktober 2017, lalu dalam pertemuannya bersama Dewan Pimpinan Tingkat Wilayah (DPTW) PKS Jatim diantaranya ada Majelis Pertimbangan Wilayah (MPW), Dewan Pengurus Wilayah (DPW), dan Dewan Syariat Wilayah (DSW) dalam bahasan menghadapi Pilkada 2018 dan Pemilu serentak 2019 yang tahapannya telah dimulai September lalu, menjadi bagian penting untuk dicermati.

“Pilkada ini adalah milestone penting dalam rangka menuju pemenangan 2019. Di Pilkada 2015 kita memenangkan 52 persen, naik menjadi 56 persen di Pilkada 2017. Untuk di tahun 2018 kita menargetkan dapat memenangkan 60 persen Pilkada. Termasuk di 18 kabupaten/kota di Jawa Timur ini,” terang Shohibul Iman.

Pilkada Jatim, Wewenang DPW PKS Jatim

 

Ketua DPW PKS Jatim Arif Hari Setiawan (Foto: Tudji Martudji)

Shohibul Iman menambahkan, untuk Pilgub Jatim, pihaknya menyerahkan kepada DPW PKS Jatim. DPW diberikan kewenangan untuk melakukan komunikasi kepada para kandidat yang akan maju di Pilgub Jatim.

“Kami di DPTP akan memilih satu di antara dua nama atau dua pasang nama yang disodorkan oleh DPW. Pertimbangannya sangat rasional, DPP tidak pernah mengharuskan koalisi dengan partai A atau partai B. Melihat bagaimana realitas dan bagaimana pilihan rasionalnya,” tegasnya, saat itu.

Kembali ke Ketua DPW PKS Jatim, Arif menegaskan sampai saat ini pihaknya terus melakukan komunikasi dengan para kandidat calon.

“Kita lakukan komunikasi dengan semuanya, memang yang intens dengan Gus Ipul, tetapi masih terbuka kepada yang lainnya,” tegas Arif kepada wartawan di sebuah hotel di Surabaya, Minggu (15/10/2017).

Kemudian, untuk Pemilu 2019, Shohibul Iman menyampaikan bahwa PKS menargetkan mendapatkan suara sebesar 12 persen. Yakni, PKS diharapkan naik menuju partai papan atas.

Soal Pilpres 2019, PKS masih menyiapkan calon presiden dan calon wakil presiden, yang terus dibahas.

“PKS masih konsentrasi di Pilkada 2018. Boleh saja kader dan pengurus di daerah menyampaikan nama-nama, pada saatnya nanti kita akan lakukan pembahasan, termasuk dengan partai-partai yang akan berkoalisi,” terang Arif.

Untuk diketahui sesuai aturan, partai pengusung di Pilkada harus memiliki minimal 20 persen kursi untuk dapat mengusung calon.

Sementara, dua calon yang muncul adalah dua kekuatan yang sama-sama berlatar belakang Nahdliyyin, Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa.

Kedua nama itu, sebelumnya pernah dua kali bertemu dalam Pilgub Jatim, yakni di Pilgub Jatim tahun 2008 dan 2014,

Saat itu Gus Ipul bisa menjadi wakil setelah menang saat berpasangan dengan Soekarwo (pasangan KarSa). Kemudian, kemenangan itu terulang di pilkada berikutnya, 2014, Khofifah yang saat itu berpasangan dengan Irjen Pol Herman Surjadi Sumawiredja yang juga mantan Kapolda Jatim, terpaut suara di beberapa daerah, dan pilkada dimenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf.

Di Pilgub Jatim 2018 nanti, Saifullah Yusuf kembali bertemu dengan Khofifah untuk berkompetisi menduduki jabatan Gubernur Jatim. Kalau sebelumnya, Saifullah Yusuf bersanding dengan Soekarwo yang memiliki nama besar dan segudang pengaruh. Bagaimana jika dengan Azwar Anas, apakah langkahnya akan semulus saat bersanding dengan Soekarwo?[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here