Pedagang Merjosari Minta Dimediasi oleh Walikota dan DPRD

0
48
Pedagang Pasar Merjosari tetap menolak dipindah paksa.

Nusantara.news, Kota Malang –  Pembongkaran Pasar Merjosari yang direncanakan dari kemarin, sampai kini baru pada tahap pembongkaran kantor pasar saja. Beberapa pedagang masih menolak pembongkaran, pasalnya mereka sudah nyaman di Pasar Merjosari, dan pengunjung pun sudah terbiasa di tempat tersebut.

Keberadaan pasar pun juga didukung oleh Forum Massa, yakni masyarakat Merjosari, Keluarga Besar Merjosari, Karang Taruna Merjosari, tukang dokar, becak motor, becak, dan tukang parkir yang turut memberikan retribusi guna pemasukan dana PAD Kota Malang.

Sabil El Achsan, Koordinator Pedagang, mengungkapkan bahwa tindakan pemaksaan pindah ini tidak patut. “Pembangunan Pasar Terpadu Dinoyo belum selesai dan belum layak ditempati, kami dipaksa pindah,” tuturnya kepada wartawan Kamis, (6/4/2017)

Pihaknya tidak terima pasar dibongkar, karena belum ada solusi yang disepakati bersama. “Harusnya yang memerintahkan pembongkaran itu punya etika dalam menyelesaikan masalah, bukan main bongkar saja,” ungkapnya.

“Kami meminta untuk mediasi dengan beberapa pihak yang berkompeten untuk mendiskusikan masalah ini, terutama para pimpinan daerah Pak Walikota dan Ketua DPRD. Kami minta mereka, tolong dipikirkan juga nasib pedagang. Kami kan juga warga dan masyarakat Malang,” imbuh Sabil

Rencanannya besok apabila, ada pergerakan pembongkaran lagi ia akan mengkonsolidasikan beberapa elemen untuk mengerahkan massa guna menolak pembongkaran Pasar Merjosari “Kami akan tetap berjualan, dan tetap bertahan sampai ada kejelasan dari pihak pimpinan daerah,” tutup Sabil.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here