Peduli Pendidikan, Presiden Jokowi Bagikan 1.539 KIP kepada Pelajar Malang

0
89

Nusantara.news, Surabaya – Presiden RI Joko Widodo memberikan bantuan pendidikan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada pelajar di Malang Raya.Kepedulian ini diharapkan mampu meningkatkan kemajuan pendidikan mulai tingkat dasar hingga menengah. Serta untuk menyiapkan calon generasi penerus bangsa yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Sebanyak 1.539 Kartu Indonesia Pintar (KIP) diberikan kepada para siswa yatim dan piatu tingkat SD, SMP, SMK dan SMA dan warga belajar se-Malang Raya di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang, Sabtu (3/6).

Total KIP sebayak 1.539 tersebut dengan rincian, untuk siswa SD sebanyak 346 kartu, untuk siswa SMP 333 kartu, siswa SMA 191 kartu, siswa SMK 481 kartu, kemudian siswa dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) penerima paket A 11 orang, paket B 66 orang, serta paket C 111 orang. Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada 10 orang kepada perwakilan siswa siswi, ikut mendampingi Jokowi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Jokowi mengatakan, besarnya bantuan yang diterima siswa sebesar Rp 450 ribu untuk siswa SD, Rp750 ribu untuk siswa SMP dan Rp1 juta untuk siswa SMA/SMK. Jokowi berpesan dana tersebur harus dipakai untuk keperluan pendidikan, seperti membeli tas, buku pelajaran, seragam, sepatu sekolah, dan lainnya.

“Tolong jangan digunakan untuk membeli pulsa. Jika ketahuan, akan saya cabut kartunya” ucap Jokowi.

Jokowi juga mengingatkan agar para siswa terus giat dan rajin. Serta mempersiapkan diri dengan baik untuk menyongsong masa depan. Ditambahkan, persaingan ke depan akan semakin ketat. Untuk menjadi pemenang, dibutuhkan usaha ekstra dengan diiringi ibadah dan olahraga.

“Persaingan ke depan bukan hanya antara anak dengan anak, sekolah dengan sekolah, dan provinsi dengan provinsi. Tapi sudah antar negara, jadi belajarlah dengan baik, dan jangan lupa beribadah agar mendapat pertolongan dari Tuhan, serta berolahraga agar tubuh tetap sehat dan kuat,” pesannya.

SMK Muhammadiyah 7 Malang Jadi Referensi

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy, memuji SMK Muhammadiyah 7 Kabupaten Malang yang berhasil mengembangkan pendidikan dengan baik. Karena keberhasilannya, sekolah tersebut siap dipakai rujukan bagi SMK lainnya se-Malang raya.

“SMK ini telah memenuhi standar revitalisasi SMK sebagaimana Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK. Karena itu, SMK ini akan jadi rujukan bagi SMK lain yang akan direvitalisasi” pujinya.

Lanjut Muhadjir, tahun ini terdapat 219 SMK se-Indonesia yang akan direvitalisasi langsung oleh Kemendikbud. Dan, hingga tahun 2019, Kemendikbud akan merevitalisasi sebanyak 1.650 SMK dari total SMK di Indonesia sebanyak 13.600 SMK, sedangkan revitalisasi SMK lainnya diserahkan kepada pemerintah provinsi masing-masing.

Kepedulian pemerintah pusat ini diharapkan menjadi motivasi bagi  sekolah-sekolah di Indonesia agar mutunya menjadi lebih baik. Selain melahirkan generasi muda terdidik diharapkan juga mampu memenangi persaingan tingkat dunia. Lulusannya juga diharapkan akan menjadi calon pemimpin bangsa yang membanggakan.

Namun, selain memperbaiki mutu pendidikan yang memang sangat penting, yang tidak boleh dilewatkan juga meningkatkan mutu dan kemampuan tenaga pendidiknya. Dan, untuk meningkatkan mutu dan kemampuan para guru, kiranya tidak lepas dari perbaikan kesejahteraan para guru.

Di Indonesia, dipastikan masih banyak tenaga pendidik yang memiliki penghasilan di bawah cukup, ini juga merupakan tantangan yang tidak boleh diabaikan untuk memperbaiki mutu pendidikan anak didik.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here