Pembangunan Belum Merata, Pemkot Baru Blusukan

0
53
ilustrasi Kawasan kumuh sebagai salah satu akibat Ketidakmerataan Pembangunan (Sumber: BP)

Nusantara.news, Kota Malang – Kehidupan di Kota Malang, yang menjadi kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya, namun potret kemiskinan dan kesenjangan masih sangat nampak terlihat dengan mata telanjang.

Berdasarkan hasil penelitian Ratih Inge dan Agus, Mahasiswa FE UNEJ, dengan menggunakan analisis kuantitatif menggunakan Indeks Williamson disimpulkan bahwa rata-rata angka Indeks Williamson di Kota Malang selama rentan waktu tahun 1996-2013 sebesar 0,05 yang mendekati nol berarti distribusi pendapatan semakin merata. Terdapat dua kecamatan yang mengalami ketidakmerataan distribusi pendapatan yaitu Kecamatan Klojen dan Kecamatan Blimbing.

Kehidupan di pusat perkotaan dengan banyaknya instansi pendidikan, dan beberapa bangunan besar seperti hotel dan banyaknya jumlah penduduk yang kebanyakan pelajar dan lainnya ini menjadikan Kota Malang seakan menuju kota metropolitan.

Namun, berbeda halnya apabila kita mengalihkan dan menggeser pandangan kita sedikit ke daerah pinggiran kota. Tepat di Kelurahan Lesanpuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang kondisi daerah ini sangata berbeda dengan apa yang telah dibangun di pusat perkotaan. Hal ini menandakan bahwa pembangunan Kota Malang masih belum merata.

Tercatat ada 12 rumah di kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang yang membutuhkan bantuan dalam program bedah rumah. 12 rumah tersebut memang memiliki kondisi yang memprihatinkan, dengan kebutuhan rumah tangga yang ala kadarnya saja.

Fakta informasi tersebut diketahui setelah Pemerintah Kota  blusukan yang dipimpin langsung Walikota Malang, M Anton. Selain rumah tidak layak, terdapat juga beberapa bangunan sekolah di Kelurahan Lesanpuro yang kurang representatif. Dimana satu bangunan sekolah menampung kapasitas siswa-siswinya dan harus menumpang ke sekolah lain. Begitu juga dengan fasilitas kesehatan yang menurutnya juga perlu mendapat perhatian khusus. Terutama warga miskin yang belum memiliki kartu BPJS agar segera diperhatikan dinas terkait.

Dwi Sulistyo, Pengamat Politik Kota Malang, mengungkapkan bahwa memang pembangunan Kota Malang masih belum merata. “Bisa kita lihat saja daerah Balaikota dan pusat studi yang besar dengan daerah Malang Kota Lama, dan sekitarnya pasti sangat berbeda sekali,” ungkapnya

“Padahal potensi daerah kawasan Malang Kota Lama itu sangat strategis dan juga sangat berpotensi apabila dibangun, dirawat dan diremajakan. Karena saat ini terkesan masih amburadul dan belum tertata daerah kawasan Malang Kota Lama,” imbuh Dwi.

Mendengar informasi Pemerintah Kota akan membangun daerah kawasan Kelurahan Lesanpuro, ia mengatakan “Iya kenapa baru turun, menyentuh dan blusukan akhir tahun ini, beberapa tahun kemarin kemana saja, apalagi ini juga bulan-bulan politik, 2018 akan ada pesta demokrasi di Kota Malang,” sindirnya

Terlepas daripada itu Dwi tetap mengapresiasi Pemerintah Kota Malang untuk mau turun dan membangun beberapa kawasan yang kondisinya memprihatinkan, meskipun kegiatan tersebut baru-baru ini saja.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here