Pembangunan Dianggap Berhasil,  Pertumbuhan Penduduk Jombang Meningkat

0
524

Nusantara.news, Jombang – Keberhasilan Jombang dalam hal pelayanan kesehatan, pendidikan serta ekonomi, ternyata berdampak pada meningkatnya jumlah penduduk. Pertumbuhannya bahkan  dua kali lipat pertumbuhan penduduk nasional.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jombang  menyatakan pertumbuhan ekonomi Jombang  tahun 2016 sebesar 5,46% atau naik 0,1% dibanding tahun 2015 yang hanya 5,36.%. Kepala Bagian Neraca Wilayah dan Analisis BPS, Robin Al Kautsar,  menjelaskan beberapa sektor yang menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi, adalah   pertanian, perdagangan, dan industri.

Selain itu pelayanan kesehatan  yang baik mampu meningkatkan usia harapan hidup serta mengurangi kematian ibu hamil dan bayi. Peningkatan fasilitas pendidikan serta banyaknya pondok pesantren yang ada di Jombang, menjadikan daerah ini sebagai salah satu tempat  pendidikan agama, sehingga banyak orang yang datang ke Jombang.

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jombang, mencatat mulai 2014 sampai 2016 jumlah penduduk di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, mengalami kenaikan. ’’Persentase kenaikannya sekitar 3-4%, kata Kepala Dispendukcapil Kabupaten Jombang, Achmad Syarifudin.

Selama tiga tahun itu angka kenaikan rata-rata 20 ribu jiwa pertahun. Pada 2014 ke 2015 misalnya, kenaikan penduduk seitar 18,271 ribu jiwa. Yang semula 1,272,914 juta jiwa menjadi 1,291,185 juta jiwa. ’Sementara dari 2015 ke 2016 kenaikan sekitar 20,218 ribu jiwa. Pada tahun 2016, jumlah penduduk Jombang tercatat mencapai 1,311,403 juta jiwa. Diperkirakan tahun ini juga mengalami kenaikan. ’’Tiap tahun naik, baik yang lahir dan hingga mereka yang pindah domisili ke Jombang,’’ ungkap Syarifudin.

Tingginya pertumbuhan penduduk, mengakibatkan kebutuhan terhadap perumahan juga ikut meningkat. Mau tidak mau hal ini juga ikut memberi andil pengurangan luas lahan pertanian. Saat ini di Jombang juga menjamur bisnis kapling tanah, terutama daerah Jombang sebelah timur yakni di Kecamatan Mojoagung dan Kecamatan Sumobito. “Bisnis ini sangat menjanjikan keuntungan,” kata Abidin, salah satu pengusaha kapling tanah di  Sumobito.

Pertambahan jumlah penduduk tersebut, menimbulkan pula dampak lain, yakni makin menambah beban pemerintah untuk menyediakan e-KTP. ’’Tahun lalu sekitar 25 ribu jiwa sudah terekam tapi belum menerima e-KTP. Karena kekosongan blangko,’’ Achmad Syarifudin.

Otomatis, warga yang kini sudah terekam sementara harus lebih bersabar. Sebab, penyediaan  blanko belum dapat  ditentukan waktunya. Dengan adanya pertambahan jumlah penduduk, dengan sendirinya daftar antrean semakin memanjang. Jalan keluar sementaranya, jika hingga pertengahan tahun tak kunjung ada kejelasan, masyarakat bisa menggunakan suket (surat keterangan). ’’Mulai bulan ini permintaan suket naik. Per-hari sekitar mencapai 200 suket yang keluar, padahal hari-hari biasa dulu masih sekitar 100 suket. Mungkin, karena mendekati akhir tahun ajaran baru. Karena wajib e-KTP bagi pemula juga banyak,’’ pungkasnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here