Pembangunan Kilang Minyak di Tuban, 1.130 Penggarap Terancam Kehilangan Pekerjaan

0
527

Nusantara.news, Tuban – Tercatat 337 Ha lahan pertanian di Tuban yang akan dipakai untuk pembangunan kilang. 1130 petani penggarap terancam kehilangan pekerjaan.

Pembangunan kilang rencananya akan dimulai pertengahan tahun ini. Saat ini baru diselesaikan pendataan lahan. Sebab ada 600 Ha lahan yang masih digarap oleh warga. Petani penggarap pasrah saja lahan garapan diambil alih. Mereka sendiri mendapat lahan dengan mendapat pinjaman dari perhutani melalui program Lembaga Masyarakat Daerah Hutan (LMDH)

Muspika Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, yang menjembatani warga dengan pihak Pertamina telah mengusulkan setiap penggarap di empat desa memperoleh ganti rugi atau tali asih Rp20 juta per hektar (ha). Sampai saat ini usulan Muspika Jenu belum ada tanggapan.

“Sudah kami data, di Kecamatan Jenu terdapat 1.130 penggarap di empat desa dengan luasan lahan 337 ha,” ujar Sekretaris Camat (Sekcam) Jenu, Suwoto, Sabtu (25/2/2017).

Berdasarkan rincian Suwoto, penggarap di Desa Kaliuntu ada 49 orang dengan luas lahan 18,4 hektar, 633 orang di Desa Wadung dengan luas lahan 203,46 hektar, 156 penggarap di Desa Rawasan dengan luasan 41,9 hektar dan terakhir 292 orang Desa Mentoso dengan luas lahan 73,42 hektar.

Sambil menunggu keputusan nilai tali asih, dia juga mendata jumlah lulusan SMA/SMK di wilayah sekitar kilang. Langkah cepat tersebut dilakukannya bersama UPTD Dinas Pendidikan dan Pamong Desa untuk dipersiapkan sebagai tenaga kerja. “Pendataan ini untuk mengetahui jumlah pengangguran usia produktif sekaligus pelajar yang masih duduk di kelas 3,” katanya.

Salah seorang warga penggarap mengatakan bahwa dirinya rela lahannya yang sudah sepuluh tahun terakhir digarap akan dipakai untuk proyek.”Kami sadar itu bukan lahan kami, terlebih pemerintah juga usahakan tali asih 20 juta  setiap hektarenya, kami memohan agar nasib kami diperhatikan kedepannya,” ujarnya

Pelibatan warga sekitar pembangunan sangat penting, sebab dengan adanya proyek ini jelas mereka kehilangan mata pencaharian sebagai petani. Terlebih pembangunan kilang minyak hasil kerjasama Pertamina dengan Rosneft perusahaan asal Rusia ini, diperkirakan butuh 50 ribu pekerja proyek.

Kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar tersebut membuat Pemerintah Tuban berharap masyarakat bisa ikut andil dalam pembangunan kilang minyak itu. “Ini akan membantu perkembangan ekonomi mikro di daerah sekitar proyek dan menekan angka pengangguran. Masyarakat berkesempatan mendirikan berbagai usaha kecil di sekitar proyek, seperti tempat makan, kos-kosan, dan berbagai usaha lain ” kata Wakil Bupati Tuban, Noor Nahar Hussein beberapa waktu lalu.

Semoga kerjasama antara Pertamina-Rosneft tidak meminggirkan para petani, yang telah kehilangan lahan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here