Pembebasan Lahan untuk Tol Malang – Pandaan Jangan Miskinkan Warga

0
645

Nusantara.news, Kabupaten Malang – Pembebasan lahan milik warga yang terkena proyek Jalan Tol Malang – Pandaan (MAPAN) masih menuai sejumlah permasalahan. Sekarang ini terjadi tarik ulur antara pemerintah dan masyarakat pemilik lahan

Pihak Pemerintah Kabupaten Malang menilai masyarakat tidak rasional mematok harga lahan yang di atas harga normal. Normalnya, mengacu Nilai Jual Obyek Pajak (NJOP), harga lahan Rp.21-26 ribu per meter, sedangkan masyarakat mematok Rp.500 ribu hingga Rp.1 juta per meter persegi.

Pemerintah Kabupaten Malang berencana akan menempuh jalur pengadilan. Sebab, masih banyak penduduk yang memasang harga terlalu mahal untuk tanahnya.

“Silakan mereka bertahan dengan harga tingginya, tapi pemerintah tetap punya dasar hukum untuk menguasai tanah-tanah itu untuk kepentingan umum,” ujar Bupati Malang Rendra Kresna

Supriyadi, salah seorang pemilik lahan yang terkena proyek pembangunan Tol MAPAN mengatakan, kenapa ia menjual harga tinggi adalah karena nilainya itu sebenarnya memang tinggi.

“Bukan saya egois, namun lahan sawah ini penting untuk pangan dan penyambung kehidupan masyarakat ke depan. Yang dibutuhkan masyarakat itu pangan bukan jalan. Masa besok – besok kita makan aspal,” pungkasnya kepada Nusantara.news. Selasa (7/2/2017)

Supriyadi berharap pemerintah harus berpikir maju. Pembangunan harus diorientasikan dan diselaraskan dengan lingkungan dan tidak memiskinkan rakyat.

“Sekarang kan sudah era SDG’s pembangunan berwawasan lingkungan, harusnya pemerintah berfikir lebih maju dengan membangun tanpa mengorbankan lingkungan dan tanpa mengorbankan nasib rakyat,” kata Supriyadi.

Tol MAPAN merupakan ruas tol kelanjutan proyek Jalan Tol Gempol-Pandaan sepanjang 13,6 kilometer yang penggunaannya diresmikan Presiden Joko Widodo pada 12 Juni 2015.

Rencanannya Tol ini akan membentang sepanjang 38,6 kilometer. Pengerjaannya terbagi dalam 3 sesi. Pengerjaan sesi I berada di wilayah Kabupaten Pasuruan sepanjang 16,6 km. Pelaksanaan sesi II di wilayah Kabupaten Malang sepanjang 21,4 km dan sesi III berada di wilayah Kota Malang sepanjang 0,6 kilometer.

Pengerjaan ssi II sepanjang 21,4 km akan melintasi 14 desa dalam tiga kecamatan (Lawang, Singosari, dan Pakis) dengan luas lahan yang dibutuhkan sekitar 208 hektare. Luas lahan yang dibebaskan sekitar 124 hektar yang di dominasi areal persawahan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here