Pembiayaan Fly Over Teluk Lamong Diusulkan Pakai Skema PPP

0
90
Soekarwo saat menerima audiensi dengan Direktur Utama PT. Pelindo III I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (7/6).

Nusantara.news, Surabaya – Guna mempercepat pelaksanaan pembangunan proyek-proyek besar di Jawa Timur, terutama yang terkendala pembiayaan. Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengusulkan pembiayaan pembangunan fly over terminal peti kemas (TPK) Teluk Lamong Surabaya menggunakan Skema public private partnership (PPP).

Skema pembiayaan tersebut dilakukan melalui kerjasama pemerintah dan badan usaha. Menurut Soekarwo, kerjasama pembiayaan itu penting dilakukan karena adanya keterbatasan penerimaan APBN maupun APBD, sementara pembangunan fly over Teluk Lamong sangat dibutuhkan masyarakat terutama pelaku pelayaran dari dan keluar wilayah Jawa Timur.

“Dukungan pembiayaan melalui sistem investasi telah kami lakukan pada pengembangan Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo yang sekarang dikelola oleh Pemprov Jatim. Dengan skema PPP juga kami terapkan pada pembiayaan SPAM Umbulan,” terang Soekarwo saat menerima audiensi dengan PT. Pelindo III di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (7/6).

Jika skema pembiayaannnya menggunakan PPP maka akan didukung oleh Menteri Keuangan. Dan dipastikan pelaksanaan pembangunan akan cepat terselesaikan. Soekarwo menambahkan, pembiayaan dengan skema PPP saat ini menjadi salah satu alternatif pembiayaan berbagai pekerjaan atau proyek-proyek besar di tengah lesunya keuangan PAD.

“Jika makin banyak proyek yang menggunakan skema pembiayaan PPP, maka akan bisa jadi show case di mana-mana,” terang Pakde Karwo sapaan Soekarwo.

Terkait model pembiayaan proyek skala besar, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan dukungan dan fasilitasi untuk proses percepatan pembangunannya, termasuk untuk proyek fly over TPK Teluk Lamong. Termasuk soal perijinan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur prosesnya akan dipermudah.

Sementara, saat ditanya kelangsungan pembangunan proyek Jalur Lingkar Luar Barat (JLLB), Pakde Karwo menyarankan agar segera dikoordinasikan dengan pihak terkait. Intinya Pemerintah Provinsi Jawa Timur tidak ingin kelangsungan proyek-proyek besar di Jawa Timur terkendala pembiayaan.

“Saya siap memfasilitasi dan mempertemukan semua pihak terkait. Namun skema pembiayaan harus jelas dulu, karena jika tetap bertahan menggunakan APBD, itu akan susah,” terangnya.

Selain itu, Gubernur Soekarwo juga menawarkan kerjasama model Corporate Social Responsibility (CSR), serta Pembiayaan Kredit Murah (PKM) untuk para pelaku UMKM. Soekarwo menyebut, penawaran kerjasama itu diberikan melalui program CSR yang dimiliki oleh PT Pelindo III, untuk dipinjam oleh Pemprov Jawa Timur. Dana tersebut nantinya akan digunakan sebagai kredit murah bagi pelaku sektor UMKM.

“Dana CSR tersebut nantinya akan kami bridging-kan dengan Bank UMKM milik Pemprov Jatim. Selanjutnya pihak bank yang menyalurkan pada UMKM yang datanya sudah ada by name by address dengan sistem loan agreement,” terangnya.

Untuk suku bunga pinjaman yang diberlakukan adalah 6 persen dan turn over-nya secara bulanan. Suku bunga ini jauh lebih kecil daripada suku bunga yang diterapkan bank kepada sektor UMKM pada umumnya yang berkisar hampir 20 persen per tahun.

“Sebelumnya, Semen Indonesia juga sudah setuju, maka jika Pelindo III juga bersedia maka akan saya usulkan kepada Presiden untuk dijadikan model di Indonesia. Metode ini lebih menguntungkan semua pihak, karena uangnya tidak hilang, malah bertambah dan jadi stimulus ekonomi kreatif,” tambahnya.

Sementara, Direktur Utama PT. Pelindo III I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra menyambut baik tawaran kerjasama yang disampaikan Gubernur Soekarwo. Pihaknya akan segera menindaklanjuti kebutuhan CSR yang dibutuhkan oleh Pemprov Jawa Timur.

“Kami telah memiliki dana program kemitraan dan bina lingkungan (KPBL). Prinsipnya saya setuju dengan usulan loan agreement yang disampaikan Gubernur Jatim. Semoga dengan program tersebut maka ekonomi masyarakat khususnya UMKM di Jatim terus tumbuh,” harap Gusti Ngurah.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here