Pembukaan Shutdown Picu Kemarahan Sayap Kiri Demokrat

0
139
Ketua Senat dari Partai Republik Mitch McConnel tersenyum lebar saat Republikan memenangkan pertempuran di Senat

Nusantara.news, Washington – Anggaran jangka pendek pemerintahan Federal akhirnya disetujui oleh Senat AS dengan perbandingan suara 81 suara setuju dan 18 suara menolak. Artinya, Shutdown pemerintahan Federal yang sudah berjalan 2,5 hari dibuka kembali pada Selasa (23/1) dini hari tadi.

Padahal, sebelum pemilihan berlangsung, mayoritas anggota Senat dari Partai Republik yang dipimpin Mitch McConnel tidak terlihat banyak senyum. Namun ketika Senator dari Negara Bagian Kentucky yang duduk di kursinya lantai Senat (Senin/22/1) mendengar pimpinan Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer memilih akan membuka kembali pemerintahan Federal, senyum Ketua Senat Republik itu langsung mengembang.

Dia digambarkan wartawan NBC News seperti kucing yang baru saja menerkam mangsanya dari Partai Demokrat. Senyumnya pun digambarkan mengembang hingga kedua sisi bibirnya nyaris menyentuh telinga.

Ketua Senat dari Partai Demokrat Chuck Schumer

Namun keputusan Schumer itu dianggap cemen oleh sebagian kecil Senator dari Partai Demokrat. Schumer yang semula dianggap bisa menyatukan Demokrat untuk memaksa Presiden Donald Trump tidak mendeportasi secara semena-mena para imigran yang orang tuanya terpesona oleh “Impian Amerika” itu dianggap gagal.

Kemarahan Sayap Kiri

Padahal keputusan itu diambil oleh Schumer karena mendapatkan kesepakatan dari rekannya Republikan untuk mencegah deportasi imigran gelap yang dibawa oleh orang tuanya sejak kecil. Tapi langkah itu justru membelah Partai Demokrat yang sebelumnya dipersatukan. Schumer dianggap membiarkan Trump dan McConnel sebagai pemanang baik dalam hal politik, kebijakan maupun strategi.

Langkah itu tentu saja memicu kemarahan para aktivis hak-hak imigran dan fraksi sayap kiri dari Partai Demokrat.

“Asli, Chuck Schumer adalah negosiator terburuk di Washington. Bahkan lebih buruk dari Trump,” ulas Murshed Zaheed, direktur politik kelompok liberal CREDO. Dia gagal mengungguli McConnel sekarang ini, Chuck Schumer telah gagal memperjuangkan hak-hak kaum migran dan membiarkan citra partai Demokrat turun.

”Dalam persetujuan anggaran itu, McConnel setuju untuk perpanjangan angaran pemerintahan Federal selama tiga minggu, bukan empat minggu, dan apabila persetujuan tidak tercapai McConnel mengancam akan membawa RUU Imigrasi yang ditentang Partai Demokrat akan diagendakan dalam persidangan.

Demokrat Sayap Kiri memang marah. Sebaliknya Demokrat Sayang Tengah menyambut gembira partainya mengakhiri konfrontasi dengan Republik dan membuka kembali pemerintahan Federal yang sudah tutup 2,5 hari.

Sikap Schumer juga memicu kemarahan Senator Republik Luis Gutierrez yang dikenal sebagai pendukung militant hak-hak imigran. Dia tampak sedih saat pemungutan suara dimenangkan oleh perpanjangan anggaran Federal tanpa adanya kesepakatan tertulis mengenai hak-hak kaum imigran. “Saya sangat sedih dengan itu semua,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Democracy for America Charles Chamberlain, kelompok liberal yang terkemuka, bahkan mengancam Demokrat tidak bisa diharapkan memenangkan pemilihan apabila dia mundur dari pertarungan setiap kali lawannya melakukan pukulan.

“Kita saksikan hari ini sebagian besar Senator Demokrat yang menampilkan sikap pengecut secara moral, dan ini akan semakin membuktikan kepada banyak orang bahwa Partai Demokrat tidak pernah memperjuangkan apa pun,” tuding Chamberlain.

“Jika anda ingin tahu mengapa kami kalah pada Pemilu Sela 2016 dan tidak ada jaminan pada 2018 ini memangkan Pemilu meskipun tingkat kebencian terhadap Trump meningkat, karena para Senator dari Partai Demokrat terlihat lemah dan sangat mengecewakan,” lanjutnya.

Umumnya para pendukung Partai Demokrat tidak mempercayai janji McConnel yang diucapkan secara samar untuk melakukan perbaikan ketentuan tentang imigran sebelum batas waktu bulan Maret nanti. “Dia tidak membuat komitmen apa pun,” ucap Senator Kamala Harris yang akan ikut konvensi sebagai calon Presiden dari Partai Demokrat yang berada di antara 18 pemilih yang tidak memilih membuka kembali pemerintahan.

Sayap Pragmatis

Bagi sebagian Demokrat dan kebanyakan Republikan, kekalahan Demokrat itu sudah dapat diprediksi. Namun keputusan Schumer yang diikuti sebagian besar Demokrat telah mempercepat kekalahan itu.

Tapi yang jelas taktik Schumer untuk menahan lebih lama lagi kesepakatan perpanjangan anggaran pemerintahan Federal sebelum tercapai kesepakatan imigrasi telah gagal dia lakukan.  Schumer dianggap terlalu cepat tunduk dengan janji-janji manis Republikan yang menyebabkan sebagian Senator Demokrat yang cenderung pragmatis menyetujui perpanjangan anggaran pemerintahan.

Terlebih lagi keputusan memilih menutup pemerintahan telah membuat sebagian Senator Demokrat yang ingin mencalonkan diri di daerah pemilihan yang dimenangkan oleh Donald Trump merasa tidak nyaman, dan orang-orang ini yang mendesak Schumer menyetujui kesepakatan. Rupanya mereka lebih khawatir terhadap sikap konstituennya ketimbang nasib para imigran yang diperjuangkan oleh partainya.

Toh demikian ada juga yang optimis Demokrat akan memenangkan pertarungan pada kesempatan yang lain. “Sebab apa yang mereka lakukan sejak hari Sabtu adalah mereka mencari jalan keluar,” ulas Jim Manley yang pernah menjadi staf pimpinan Demokrat.

“Pemilu 2018 akan menjadi semacam referendum bagi Trump. Dan tidak satu pun dari hal-hal yang mematikan ini akan mengubahnya. Demokrat hidup untuk bertarung di hari lain,” lanjutnya.

Jim Manley juga bertutur, apabila tidak ada kesepakatan tentang nasib imigran dan Ketua Senat Republik McConnel belum siap mengajukan RUU Imigrasi hingga 8 Februari, Demokrat dapat kembali melakukan strategi penutupan pemerintahan pada saat itu.

Artinya, kepemimpinan Presiden Donald Trump hingga Pemilu 2018 yang memilih sejumlah anggota Senat akan selalu berada di ujung tanduk. Kalau Demokrat bisa memanfaatkan situasi kemuakan umum terhadap Trump maka langkah pemakzulan terbuka lebar.

Maka, Pemilu 2018 dianggap sebagai Referendum untuk keberlanjutan masa jabatan Presiden Donald Trump.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here