Pembunuhan Karakter Menyerang Penggerak Demo Pelajar AS

0
159
Sekitar 800 ribu warga AS menghadiri demonstrasi yang digerakkan anak-anak muda 17 - 18 tahun, mendesak kontrol kepemilikan senjata api. Setelah demonstasi besar-besaran itu para penggeraknya diserang lewat pembunuhan karakter/ Foto Fox

Nusantara.news, Parkland – Demo pelajar di Amerika Serikat (AS) yang mampu menghimpun hingga 800-an ribu massa membuat panik politisi yang selama ini dibiayai oleh Asosiasi Produsen Senjata-api Nasional (NRA/National Rifle Association). Kini mereka dan kelompok pendukungnya – antara lain organisasi-organisasi supremasi kulit putih – melakukan pembunuhan karakter kepada tokoh-tokoh pelajar yang menggerakkan demonstrasi besar itu.

Serangan-serangan kepada para korban penembakan sekolah di Parkland, Florida, segera dimulai. Dalam beberapa jam – anak-anak muda yang menginginkan kontrol terhadap senjata api itu – dituduh sebagai “aktor krisis”. Teori konspirasi lama yang sumir kembali didaur ulang dari kasus penembakan sebelumnya – menuduh para korban yang selamat adalah aktor yang diterjunkan untuk menghapus amandemen konstitusi ke-2 AS.

Pembunuhan Karakter

Memang, satu pekan setelah penembakan di Parkland pada 14 Februari 2018, sekelompok orang yang selamat dari Parkland menjelma menjadi kekuatan besar AS dalam membangkitkan isu kontrol senjata yang lebih ketat – yang berpuncak pada demonstrasi besar-besaran di Washington DC pada hari Sabtu sesudahnya. Kini korban yang berdiri di barisan depan demonstran – berusia 17 hingga 18 tahun – menjelma “tokoh” yang diperhitungkan.

Pelajar Parkland Tyra Hemans (pegang mik) dan Emma Gonzalez di hadapan ratusan ribu demonstran “Our of Live” di Washington DC

Tak pelak lagi, upaya-upaya pembunuhan karakter kini menyerang mereka. David Hogg – 17 tahun – dan Emma Gonzalez – 18 tahun – adalah dua di antara aktivis belia yang tampil menonjol. Seminggu setelah serangan Hogg dipaksa untuk menyangkal dia telah dilatih oleh ayahnya – seorang mantan agen Biro Investigasi Federal (FBI/Federal Investigation Bureau) – tentang apa yang harus dikatakan.

Minggu ini, blog pendukung sayap kanan Bretbart mempublikasikan twit-twit yang secara kasar menunjukkan Hogg melakukan “salam Nazi” saat demonstrasi di Washington. Tokoh sayap kanan AS yang menonjol – Alex Jones – menampilkan rekaman Hogg yang berbicara di depan ribuan massa dan diberi caption “pidato oleh Hitler”.

Gonzalez menjadi sasaran video viral – yang dimanipulasi untuk menunjukkan remaja perempuan keturunan imigran asal Kuba itu merobek konstitusi AS. Bahkan ingin menghapus konstitusi AS.  Dia juga diserang oleh seorang anggota Kongres asal Partai Republik karena mengenakan pakaian dengan tambalan bendera Kuba – ayahnya memang berasal dari Kuba – dan seorang kandidat Senat dari Partai Republik yang menjulukinya “lesbian skinhead”.

Tantangan NRA

Pada hari setelah penembakan – ketika 17 korban meninggal dunia – banyak yang beranggapan akan kembali ke skenario lama seperti penembakan sebelumnya. “Pikiran dan Doa”, beberapa seruan untuk reformasi senjata api, dan isu-isu politik “tentang kontrol” senjata akan kembali menguap seperti sebelumnya.

Sebut saja setelah penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook di Connecticut, 2012, yang menewaskan 20 orang anak dan 6 pegawai sekolah, ada kemarahan serupa yang dibalas dengan “teori konspirasi” serupa, upaya-upaya pembunuhan karakter yang serupa kepada korban, dan seruan “reformasi kepemilikan senjata api” oleh Presiden Barrack Obama. Dan kenyataannya tidak terjadi perubahan apa-apa.

Namun setelah penembakan di Farkland – sejumlah korban selamat seperti Hogg, Gonzalez dan beberapa teman sekolahnya menyerukan gerakan nasional yang begitu massif. Dipimpin bocah-bocah “bau kencur” – muda dan idealis – melakukan pawai massa untuk mengenang sahabat-sahabat mereka yang tewas dibunuh akan menjadi pekerjaan rumah yang besar bagi NRA dan para politisi pendukungnya.

Sejumlah komentator televisi yang berpikiran picik dan kolot secara serampangan mengecam para demonstran. “You tidak diizinkan untuk tidak setuju atau You serang serang anak itu,” komentar pedas seorang anggota DPR Tucker Carlson sebagaimana ditayangkan Fox News – dalam sebuah wawancara dengan pembawa acara NRA TV Dan Bongino. Carlson bahkan menuding pelajar-pelajar itu ditunggangi “kelompok-kelompok anti-senapan terorganisir” untuk tujuan “semacam pemerasan moral”.

Komentator CNN Jack Kingston mengulas dalam opini pribadinya, dia tidak percaya pelajar-pelajar sekolah menengah dapat mengorganisir demonstrasi di Washington – sekaligus menuduh mereka “dibajak oleh kelompok sayap kiri” dengan “agenda anti senjata”.

Lainnya lebih langsung dalam serangan mereka. Tim Kampanye anggota Kongres Partai Republik Steve King mengkritik Gonzalez karena mengenakan patch Kuba. “Ini adalah tentang bagaimana cara anda melihat ketika anda mengklaim warisan Kuba namun tidak berbicara bahasa Spanyol,” tulisnya di Facebook,” dan mengabaikan fakta bahwa nenek moyang anda melarikan diri dari pulau ketika kediktatoran mengubah Kiba menjadi kamp penjara, setelah menghapus semua senjata dari warganya, karena senjata adalah hak untuk membela diri”.

“Dia perempuan cantik keturunan Kuba dan kami mencintainya. Kamu juga akan melakukannya jika kamu mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengannya,” balas Hogg membalas sebagai jawaban atas kicauan Tim Kampanye Steve King.

Leslie Gibson – seorang kandidat Partai Republik untuk legislative negara bagian Maine – bahkan lebih kasar lagi menuding Gonzaez seorang “lesbian skinhead” dan Hogg sebagai orang tolol dan pembohong yang tidak tahu malu (bald-faced). Namun setelah memberikan komentar itu Leslie mengundurkan diri dari pencalonan.

Video Rekayasa

Media konservatif pinggiran lebih kejam lagi membunuh karakter para demonstran. Sejumlah blog seperti Breitbart dan Infowars memproduksi tweet yang menyamakan Hogg dan Hitler. Dalam blog Infowars “Alex John – setelah pembantaian Sandy Hook – langsung menuding penembakan itu sebagai pertunjukan rekayasa yang dipentaskan pemerintah dan orang tua sebagai aktor.

Sekarang muncul taktik yang lebih canggih dari para pelaku pembunuhan karakter, dengan memalsukan rekaman video sebagai bagian dari masa depan berita Hoax yang belum ada setelah penembakan Sandy Hook.

Rekaman tentang Gonzalez yang sebenarnya hanya menuntut kontrol senjata – dalam tayangan video – dikesankan seolah-olah dia merobek konstitusi. Tayangan video itu dibagikan oleh aktor Adam Baldwin kepada 271 ribu pengikutnya di Twitter – dan oleh jaringan sosial sayap kanan “Gab” dibagikan kepada 100 ribu pengikutnya dengan ditambah keterangan “Tidak akan terjadi”.

Rekaman yang direkayasa dirancang untuk memanfaatkan rasa takut di kalangan pendukung senjata api – bahwa para pelajar AS akan mendesak anggota Parlemen untuk mencabut Amandemen Kedua secara keseluruhan. Di New York Times seorang pensiunan Hakim Agung John Paul Stevens memang pernah menulis agar pelajar menuntut hal itu.

Tapi pelajar hanya menyerukan kontrol senjata api yang lebih masuk akal – seperti dinaikkannya batas usia minimum pembeli senjata api, pemeriksaan latar belakang pengguna secara lebih baik, dan larangan penjualan senapan serbu.  Tidak ada yang menginginkan penghapusan Amandemen Kedua Konstitusi AS.

Sejumlah analis menyebut akan lebih banyak orang yang melawan “pemalsuan” itu daripada yang ikut menyebarkannya.  Sebuah posting juga telah mengingatkan video hoax itu telah didokumentasikan dan kini telah dibagikan lebih banyak daripada yang asli.

Sesungguhnya, gagasan Amandemen Kedua sedang terancam adalah alat propaganda yang berguna. Penyokong Infowars yang juga ahli teori konspirasi Paul Joseph Watson memposting gambar tiga tanda protes dari demonstran dengan sasaran akhir menghapus “Amandemen Kedua” – dengan kekerasan kalau perlu.

Selain Infowars juga tercatat sejumlah situs-situs konservatif lainnya – seperti Campus Reform – mengolok-olok para demonstran karena ketidakmampuan mereka untuk secara artificial mendefinisikan “senapan serbu” – istilah yang berguna tetapi sudah tidak jelas untuk senapan-senapan gaya militer yang digunakan dalam banyak kasus penembakan massal.

Muncul pula pembunuhan karakter yang menuduh demonstran Parkland – muncul di sampul majalah Time baru-baru ini – tentang “perdagangan tragedy” bagi pemuja publisitas dan media sosial.

Dalam tayangan Fox News hari Minggu, Colion Noir – pembawa acara di saluran NRA TV menasehati kedua pelajar Parkland yang hadir di studio – Delaney Tarr dan Cameron Kasky – apabila ada orang baik membawa pistol di sekolah pada 14 Februari, teman anda tidak akan mati dan tidak ada yang tahu nama anda”.

Dengan sikap tenang Tarr berpendapat tidak setuju dengan gagasan bahwa siapa pun – selain polisi – harus membawa senjata api ke sekolah.

Dengan kata lain, pembungkaman lewat media mainstream lewat komentator konservatif, media-media pinggiran pendukung garis keras senjata api dan ratusan ribu media sosial pengikutnya, sulit membunuh karakter para demonstran yang menjadi harapan baru bangsa Amerika. []

Sumber : BBC

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here