Pemisahan Agama dan Politik, Cara Tersamar Jokowi Dukung Ahok?

0
195
Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama

Nusantara.news, Jakarta – Pernyataan Presiden Joko Widodo tentang pentingnya memisahkan agama dan politik, seperti yang diucapkannya dalam pidato peresmian Tugu Titik Nol Kilometer Peradaban Islam Indonesia di Barus Sumatera Utara, Jumat (24/3/), ditanggapi beragam. Selain mempersoalkan relevansinya, juga ada yang menuding pernyataan presiden itu mengandung pesan dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menjadi Gubernur DKI Jakarta 2017 – 2022.

Pengajar Ilmu Politik FISIP UI, Dr. Mulyadi mengatakan, jika melihat pernyataan Jokowi tersebut dalam konteks yang lebih sempit, sangat mungkin mengarah kepada dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama dalam Pilgub Jakarta nanti. “Saya tidak ingin melihat  pernyataan itu sebagai pernyataan Presiden. Saya harus melihatnya  dalam konteks yang lebih sempit dan dangkal saja, yaitu sebagai strategi pribadi Jokowi dalam memberi jalan bagi orang yang diberinya dukungan politik,” ujarnya

Aktivis Rumah Amanah Rakyat Bela Tanah Air, Ferdinand Hutahaean, menilai pernyataan Presiden tersebut lebih kepada pesan dukungan terhadap pasangan Ahok-Djarot. “Wajar, karena Jokowi adalah kader PDI Perjuangan yang mendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yaitu seorang terdakwa penodaan agama Islam menjadi calon Gubernur Jakarta 2017-2022. Sangat lumrah pernyataan itu dilontarkan Jokowi sebagai dukungan dan keberpihakan kepada Cagub PDIP tersebut,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Minggu (26/3).
Yang menjadi tidak lumrah, lanjut dia, adalah ketika pernyataan itu disampaikan Jokowi dalam kapasitasnya sebagai Presiden. Presiden tidak boleh salah, meskipun secara pribadi Jokowi boleh salah.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here