Pemkab Sumenep Genjot PAD Melalui Sektor Pariwisata

0
95

Nusantara.news, Surabaya – Pemerintah Kabupaten Sumenep benar-benar serius menyambut tahun kunjungan wisata 2017. Sejumlah sarana dan prasarana penunjang juga dipersiapkan. Salah satunya, adalah kemudahan transportasi dan rampungnya Raperda Pembangunan Kepariwisataan sebagai pedoman penataan dan pengembangan pariwisata setempat pada masa mendatang.

Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi menyatakan, persiapan menyambut tahun kunjungan wisata 2017 dilakukan secara maksimal. Menurutnya, salah satu kendala wisatawan berkunjung ke Sumenep adalah transportasi. Jalur darat yang selama ini digunakan membutuhkan waktu lama, akibatnya banyak wisatawan mengurungkan niatnya untuk datang ke Sumenep.

Pembangunan kepariwisataan di Sumenep tetap akan berkonsep pemberdayaan warga dan mengusung kearifan lokal. Fauzi juga mengungkapkan, penataan kota juga bakal terus dilakukan. Harapannya, wisatawan yang berkunjung ke Sumenep betah dan tertarik kembali di kemudian hari.

“Untuk kemudahan dalam kunjungan ke Sumenep, Pemerintah menyiapkan transportasi udara, pelebaran landasan pacu agar Bandara Trunojoyo bisa melayani penerbangan reguler setiap harinya. Dengan begitu, kapan pun wisatawan ingin berkunjung ke Sumenep bisa dilayani dengan baik. Transportasi kami siapkan. Paket destinasi wisata juga kami godok secara maksimal,” terangnya beberapa waktu lalu.

Kepala Disbudparpora (Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga) Kabupaten Sumenep, Sufiyanto, mengungkapkan, dari tahun ke tahun target PAD dari sektor pariwisata memang selalu naik. Tahun 2015, target PAD Rp254 juta. Sementara target PAD tahun ini Rp280 juta. Hanya saja, dari target Rp 280 juta itu, yang tercapai sudah di atas Rp265 juta.

Meski sampai sekarang target tersebut belum tercapai, di tahun 2017 Pemkab optimis bisa meningkatkan target PAD dari sektor wisata hingga Rp322 juta. Untuk mencapai target tersebut, menurutnya, Pemkab akan melakukan beberapa hal.

Pertama, pada tahun ini pemerintah telah membentuk dua unit pelaksana teknis (UPT) di dua lokasai wisata, yakni di Pulau Gili Labak dan Gili Iyang. Selain itu, Pemkab akan menaikkan retrebusi tempat wisata hingga 100%, dari Rp2000 akan dinaikkan menjadi Rp4000 ribu. “Nanti kenaikannya itu melalui revisi Perda. Karena terintegrasi dengan retrebusi lainnya,” pungkas dia.

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep, Yayak Nurwahyudi di Sumenep, Senin (3/4/2017) mengungkapkan bahwa penyusuan Raperda Pembangunan Kepariwisataan pada tahun ini sebagai pedoman penataan dan pengembangan pariwisata setempat pada masa mendatang. “Alhamdulillah, penyusunan materi raperdanya sudah selesai dan telah kami serahkan kepada pimpinan DPRD Sumenep,” ujarnya.

Sumenep memiliki banyak objek wisata yang ramai dikunjungi wisatawan nusantara maupun mancanegara, di antaranya Pantai Lombang di Kecamatan Batang Batang, Pantai Pulau Gililabak di Talango, dan Keraton Sumenep di Kota.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here