Pemkot Malang Optimis, Tahun 2018 PAD Meningkat

0
174
Ilustrasi kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) (Sumber: Ivani Putri/Pikiran Rakyat)

Nusantara.news, Kota Malang – Pemerintah Kota Malang optimis, di tahun 2018 mendatang Pendapatan Asli Daerah (PAD) meningkat. Hal itu ditandai hasil pajak daerah selama tahun 2017 ini sudah melampaui target.

Target PAD dari sektor pajak yang diperkirakan sebesar Rp 352,5 miliar, ternyata melampaui batas hingga mencapai Rp 365 miliar. Kondisi itu yang membuat Pemerintah Kota Malang percaya diri bahwa PAD tahun mendatang akan meningkat, mengingat tahun depan juga merupakan tahun politik.

Momen Pilkada dinilai sebagai satu di antara indikator meningkatkan perekonomian. Banyaknya uang beredar di saat Pilkada diharapkan lebih menggairahkan perekonomian masyarakat, dari kalangan menengah hingga ke bawah.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang Wasto menjelaskan terkait target capaian selanjutnya bisa saja ditargetkan hingga Rp 1 triliun. ”Tahun ini pendapatan dari pajak bisa melebihi Rp 30 miliar. Dari retribusi juga,” ujar Wasto.

Ia menambahkan bahwa Walikota sendiri berusaha agar PAD terus meningkat. Kalau bisa mencapai Rp 1 triliun. Untuk itu, pihaknya terus mendorong peningkatan PAD.

Apalagi Kota Malang, di tahun 2018 mendatang geliat ekonomi diharapkan dengan banyaknya investasi di segala bidang. Mulai apartemen, perhotelan, perumahan, pusat perbelanjaan, properti, rumah makan, dan lainnya.

Wasto menjelaskan dari jumlah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Malang yang sebesar Rp 2 triliun, ada sekitar 50 persen yang bisa digunakan untuk pembangunan dan pemberdayaan di masyarakat. Sisanya, untuk gaji pegawai hingga kebutuhan operasional dan administrasi Pemkot Malang.

”Agar semakin banyak pembangunan yang bisa dirasakan masyarakat, maka PAD harus terus ditingkatkan,” terang pria Mantan Kepala Bappeda Kota Malang tersebut.

Untuk target PAD mendatang sebesar Rp 375 miliar atau naik 22,5 miliar dari tahun 2017. Ia  mengimbau wajib pajak terus disiplin membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Sehingga, nantinya juga akan kembali ke masyarakat seperti untuk pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan lain sebagainya.

Potensi pendapatan daerah yang cukup tinggi, pun disorort oleh pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang. Mulai dari sektor retribusi parkir, pemanfaatan aset daerah, dan lain-lain.

Sorortan dewan secara umum terkait serapan anggaran, dan soal pembangunan dan infrastruktur dimana pendapatan yang melimpah namun pembangunan infrastruktur baik fisik dan non fisik belum sepenuhnya maksimal.

Pengamat Politik Kota Malang, Dedi Iswanto mengapresiasi dan menyambut baik sikap optimis Kota Malang terkait pendapatan daerah yang kian naik dan maksimal. “Bagus PAD masif, namun sayang sekali apabila tidak dikembalikan lagi ke masyarakat dan memiliki dampak yang belum masif,” sindirnya.

Terkait getolnya pemerintah daerah menekankan pembayaran pajak disiplin dan rutin, Dedi berpesan harusnya bisa diimbangi dengan pelayanan yang baik. “Karena pajak tanpa pelayanan atau pembangunan itu sama saja perampokan,” tandas pria alumnus Universitas Brawijaya tersebut.

PAD yang merupakan salah satu sumber APBD dimana merupakan salah satu anggaran untuk pembangunan, pemberdayaan, pengembangan dan pelayanan masyarakat. “Sangat miris ketika PAD meningkat tapi serapanya minim, itu sama saja tidak berdampak ke masyarakat langsung,” tutupnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here