Pemprov Jatim Desak Pemerintah Pusat Perbaiki Jalan Nasional Rusak 577 Kilometer

0
169

Nusantara.news, Surabaya – Jawa Timur (Jatim) di bawah kepemimpinan  Karwo dan Saifullah Yusuf mampu membukukan pertumbuhan ekonomi nomor dua terbesar di Pulau Jawa, setelah DKI Jakarta. Namun demikian, panjang jalan yang rusak, masih sangat tinggi, bukan hanya jalan nasional tetapi juga jalan provinsi.

Total jalan nasional dan provinsi di Jatim mencapai 3.782 kilometer, terdiri dari 2.361 kilometer jalan nasional dan 1.421 kilometer jalan provinsi. Total panjang yang rusak mencapai 777 kilometer dengan perincian 577 kilometer jalan nasional (25 persen) dan 207 kilometer jalan provinsi (14 persen). Jalan nasional yang rusak berat mencapai 85,43 kilometer, dan rusak ringan mencapai 492 kilometer. Sementara jalan provinsi yang rusak berat 16 kilometer dan rusak ringan 141 kilometer.

Walau presentasi jalan rusak lebih kecil dibanding jalan yang bagus, namun hal itu dinilai menghambat laju pertumbuhan ekonomi Jatim yang sebagian besarnya merupakan aerah pertanian

Jalan rusak ini kini menjadi perhatian anggota Komisi D DPRD Jawa Timur Bambang Rianto. Kepada NUSANTARA.NEWS di Surabaya, Senin (16/1/2017)  Bambang Rianto mengatakan, kerusakan jalan ini mengganggu kelancaran transportasi antar kabupaten yang ada di Jatim

Kepala Dinas PU Bina Marga Jawa Timur Gatot Sulistyo Hadi yang dihubungi terpisah di Surabaya, Senin (16/1/2017) mengatakan Pemprov Jatim sudah mengalokasikan anggaran ebesar Rp1 triliun untuk melakukan perbenahan jalan, mulai pelebaran, pemeliharaan, perbaikan sampai pemantapan.

Masalahnya, imbuhnya, adalah jalan nasional. Berdasarkan data yan ada jalan yang mengalami kerusakan didominasi oleh jalan nasional yang tanggung jawab perbaikannya ada pada pemerintah pusat. “Kami hanya bisa melakukan tambal sulam saja dengan menggunakan biaya rutin seperti yang terjadi di Gresik,” kata Gatot.

Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf didampingi Kasatker Pemeliharaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah 1 Jawa Timur Nanang Permadi, Senin (16/1/2017) melakukan inspeksi mendadak ke Pasuruan dan berharap segera ada pembenahan jalan nasional terutama yang rusak berat seperti jalan dari Bangil sampai perbatasan Probolinggo, Trosobo-By Pass Krian, Mojokerto-Jombang, Babat-Jombang 12 km, Lamongan 3 km, Bojonegoro dan Nganjuk.

“Saya meminta PJN segera memperbaiki jalan  nasional yang selama ini menjadi akses penghubung Surabaya – Banyuwangi. Kalau menangani jalan provinsi yang rusak bisa swakelola sambil nunggu pemenang tender. Kami tetap nambal jalan agar keselamatan jalan terjaga. Untuk jalan nasional seharusnya bisa melakukan yang sama. Kalau menunggu lelang, awal Februari baru bekerja,” urainya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here