Pemprov Jatim Fokus Bangun Pertanian di Pulau Madura

0
200
Nusantara.news, Surabaya – Pembangunan industrialisasi di Pulau Madura sangatlah susah seiring dengan kurangnya ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) juga tradisi yang ada. Untuk menekan angka kemiskinan di Pulau Garam tersebut Pemerintah Provinsi Jawa Timur fokus pada peningkatan sektor pertanian.
“Pulau Madura memiliki potensi besar agar perekonomiannya bisa meningkat. Salah satunya dengan menjadikan Pulau Madura sebagai sentra pertanian,” jelas Gubernur Jatim Soekarwo.
Menurut Soekarwo, potensi pertanian di Madura sangat besar di antaranya untuk ditanami jagung, tebu, dan tembakau serta produksi garam. Bahkan hal ini sudah pernah didiskusikan dengan Universitas Negeri Trunojoyo (Unijoyo) Bangkalan mengenai potensi pertanian di Madura.
Upaya meningkatkan perekonomian di Pulau Madura, berdasarkan kajian jangka pendek sebaiknya dilakukan melalui pertanian, karena jika dilakukan industrialisasi masih rawan konflik sosial, khususnya menyangkut ketersediaan tenaga kerja skill dari Madura masih kurang memadai.
“Itu bisa menyebabkan keruwetan tersendiri. Untuk menjadi kawasan industri, masyarakat Madura harus dibekali dengan skill terlebih dahulu. Makanya untuk jangka panjangnya dilakukan lewat pendidikan dan kesehatan karena itu bagian dari Human Invesment,” tegas Pakde Karwo.
Lanjut Pakde Karwo, masyarakat Madura dinilai sudah siap untuk mengembangkan potensi pertanian, namun butuh waktu, dan salah satunya adalah upaya memberikan bimbingan dan contok-contoh konkrit seperti cara menanam jagung hibrida agar produktifitasnya meningkat. Sedangkan untuk pertanian tembakau pihaknya sedang memikirkan tembakau dengan tar rendah. ”Kalau untuk pertanian tebu, masih baru dimulai,” bebernya.
Tak hanya itu saja, produksi petani garam Madura dinilai sangat menggiurkan sekali. Menurut Pakde Karwo hanya kualitasnya saja yang perlu ditingkatkan agar bisa memenuhi kebutuhan garam industri yang potensinya sangat besar sekali. “Lebih baik lagi kalau BUMN ikut menfasilitasi alih teknologi seperti di Australia yang dapat memproduksi garam sepanjang tahun tanpa dipengaruhi cuaca dan iklim,” harapnya.
Senada, Ketua Fraksi PDIP DPRD Jatim, Sri Untari juga sangat mendukung jika Pulau Madura dikembangkan menjadi produsen garam terbesar di Indonesia. Namun, kualitasnya juga harus ditingkatkan agar kebutuhan impor industri tak perlu harus import karena bisa dipenuhi dari Dalam Negeri.
“Swasembada garam itu tak bisa dibebankan kepada para petani garam, tetapi seluruh stake holder terkait harus bisa bersatu membantu petani garam supaya bisa meningkatkan produksi dan kualitasnya setara dengan garam import. Kalau perlu petani garam Madura kita bantu untuk study banding ke Australia,” jelas Sekretaris DPD PDIP Jatim ini.
Menurut Untari, jika Madura mampu menjadi sentra produksi garam nasional, pihaknya yakin Propinsi Madura yang sangat diidam-idamkan warga Madura akan semakin cepat terealisasi. Alasannya, Pulau Madura sudah memiliki sumber PAD yang cukup kuat untuk membiayai pembangunan di Madura sendiri.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here