Bencana Tanah Longsor di Ponorogo

Pemprov Jatim Kerahkan Personel dan Alat Berat ke Lokasi

0
51

Nusantara.news, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bergerak cepat melakukan penanganan bencana longsor di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo yang terjadi pada Sabtu, (1/4/2017) pukul 06.00 WIB.

Tindakan tanggap darurat ini dilakukan dengan memberikan dukungan penyiapan dapur umum, memastikan ketersediaan logistik, serta pengerahan personel dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur dan Taruna Siaga Bencana (Tagana).

“Selain itu, saat ini Dinas PU Bina Marga Prov Jatim sedang mengirim dua buah excavator, yang berukuran kecil, diambilkan dari UPT Bina Marga di Madiun. Sedangkan excavator yang besar disewakan,” ujar Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi Jawa Timur Benny Sampir Wanto, kepada Nusantara.news, Sabtu (1/4/2019), malam.

Langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur itu, lanjut Benny, untuk memperkuat penanganan bencana longsor oleh posko BPBD, bersama TNI, Polri, Tagana, relawan dan masyarakat yang masih melakukan evakuasi korban.

Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur Sudarmawan saat ini langsung menuju lokasi. Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Timur, Sukesi, juga menuju langsung ke lokasi bencana, usai mengunjungi korban bencana banjir dan pencairan bantuan non tunai di Kabupaten Mojokerto mendampingi Mensos.

Benny menyebut, menurut Kadinsos Jawa Timur, saat ini sudah ditemukan 17 korban meninggal dunia yang tertimbun longsoran tanah.

“Semoga korban lain lebih cepat ditemukan setelah excavator datang,” harapnya sambil menjelaskan belum dapat dipastikan jumlah keseluruhan korban yang tertimbun longsor, baik dari warga yang berada di dalam rumah maupun yang saat bencana terjadi saat memanen jahe.

Disebutkan, kedatangan excavator membutuhkan waktu, karena akses menuju lokasi yang sempit. Untuk jarak sekitar 3 kilometer menuju lokasi membutuhkan waktu kurang lebih 3 jam. Selain itu, masyarakat berduyun-duyun menonton longsor, sehingga jalan macet dan akibatnya laju kendaraan terhambat. “Untuk alasan yang terakhir, telah dikondisikan oleh aparat sehingga saat excavator tiba, akses jalan bisa menjadi lancar,” tambahnya.

Akibat Hujan

Benny mengatakan, bencana longsor yang menerjang permukiman warga dan menimbulkan korban jiwa tersebut terjadi karena hujan Jumat malam (31/3/2017). Longsor terjadi pukul 06.00 WIB dan menimbun masyarakat yang sedang memanen jahe di bagian bawah lereng perbukitan serta menimpa 22 rumah warga desa.

Ia menambahkan, sebenarnya BPBD setempat telah memperingatkan akan potensi longsor kepada masyarakat, karena ada tanda-tanda longsor. Karena itu, masyarakat mengungsi pada malam harinya, dan pulang pada pagi harinya. Namun, saat masyarakat kembali ke rumahnya, longsor terjadi.

Nama-nama Korban Meninggal Dunia

Berdasarkan data sementara, nama ke-17 korban meninggal warga Desa Banaran adalah Jadi (warga RT 2/RW 3 Tangkil), Pujianto (RT 2/RW 1), Maryono (RT 2/RW 1), Siyam (RT 2/RW 1), Situn (RT 2/RW 1), Tolu (RT 2/RW 1), Katemun (RT 2/RW 1), Menit (RT 2/RW 1), Aldan (RT 3/RW 1), Janti (RT 3/RW 1), Pita (RT 3/RW 1), Nadi (RT 3/RW 1), Hengki (RT 3/RW 1), Iwan (RT 3/RW 1), Katemi (RT 3/RW 1), Suyono (RT 1/RW 3), dan Muklas asal Krajan. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here