Pemprov Tetapkan Jumlah Kendaraan Online 4.455 Unit di Seluruh Jatim

0
53

 

NUSANTARA.NEWS, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menetapkan kuota kendaraan online sebanyak 4.455 buah di seluruh wilayah Jawa Timur. Dari kuota tersebut di wilayah Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, Lamongan (Gerbangkertosusila) dialokasikan sebanyak 3 ribu unit armada, dan khusus di Kota Surabaya sebanyak 5.00 unit kendaraan. Sementara untuk Malang Raya sebanyak 255 unit kendaraan, dengan rincian Kota Malang 150 unit kendaraan, Kabupaten Malang 75 unit kendaraan, dan Kota Batu 30 unit kendaraan.

“Kuota kendaraan online ini dikukuhkan melalui Peraturan Gubernur (Pergub) yang sudah ditandatanganinya, tetapi belum dinomori dan diberikan ‘stempel basah’ serta direncanakan akan diberlakukan usai diterbitkannya Permenhub revisi,” kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo dalam pertemuan dengan perwakilan pengusaha angkutan online di Gedung  Negara Grahadi di Surabaya Senin (10/4/2017) malam.

Menurut Soekarwo, kuota kendaraan diatur agar terdapat keseimbangan antara penumpang dan jumlah kendaraan. Jika tidak dilakukan, akan terjadi persaingan tidak sehat antar pelaku transportasi, seperti penutupan sebagian usaha dan persaingan tarif.

Terkait tarif, Pakde Karwo menyebut, berdasarkan Permenhub No 26 Tahun 2017, ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, atas usulan dari Gubernur Jawa Timur.

“Ini  berbeda dengan draft revisi Permenhub No 32 Tahun 2016 , yang ditetapkan oleh Gubernur,” ujar Pakde Karwo.

Ditambahkan, tarif yang diusulkan kepada Ditjen Perhubungan Darat hanya batas bawah, tidak mengatur batas atas. Tarif batas bawah direncanakan sebesar Rp3.450 per kilometer. Penentuan tarif batas bawah dimaksudkan untuk melindungi yang kecil.

“Mereka yang hanya memiliki 4 sampai 6 kendaraan, tentu kalah efisien dibanding dengan yang memiliki ribuan kendaraan, dan fungsi pemerintah untuk melindunginya jika ingin menerapkan yang lebih tinggi diatas tarif batas bawah,” jelasnya.

Untuk tarif batas atas, Pakde Karwo tidak mengusulkan karena akan menjadi keuntungan bagi pelaku angkutan, terutama di saat jam sibuk dan macet.

Pernyataan DPD Asosiasi Driver Online

Menyikapi pertemuan pengusaha angkutan dengan Gubernur Jawa Timur, Senin malam, Dewan DPD Asosiasi Driver Online (ADO) tentang hasil pertemuan dengan Gubernur Jawa Timur, pihaknya mengaku bersyukur.

“Di hari ini, kita dari DPD ADO Jawa Timur beserta seluruh driver online di Jawa Timur telah mengukir sejarah baru. Di mana pada saat ini suara kami sudah didengar oleh Bapak Gubernur Jawa Timur, dan Rancangan Pergub yang disusun oleh Gubernur Jatim dinyatakan gugur sejalan dengan pemberlakuan Permenhub No. 26 Tahun 2017. Kami selaku perwakilan ADO DPD Jawa Timur didampingi oleh para Ketua Group dan Paguyuban Driver Online Jawa Timur mengucapkan Syukur Alhamdullilah dengan pernyataan Gubernur Jatim,” terang Humas DPD ADO Jawa Timur, Yogi.

Kemudian, pihaknya mengaku lega bisa mengungkapkan uneg-uneg, persoalan angkutan juga menyampaikan aspirasi sebagai driver online.

“Jadi tidak sia-sia perjuangan kita selama ini, dan kami juga berterima kasih kepada Kapolrestabes Bapak Muhammad Iqbal yang bersedia memfasilitasi pertemuan ini, tidak lupa kita juga akan tetap mengawal Permenhub dan menyarankan supaya Bapak Gubernur Jatim bisa memberikan intruksi kejajaranya untuk menjaga kondusifitas yang akhir-akhir ini sedikit terkoyak, dan perjuangan tidak berhenti sampai disini, kita tetap semangat,” pungkas Yogi.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here