Pemuda Kota Malang: Stop Tindak Kekerasan terhadap Rakyat Kecil

0
126

Nusantara.news, Kota Malang – “Hidup korban! Jangan Diam! Lawan! Jokowi JK, Hapus Impunitas!” pekik salah seorang orator dalam aksi damai kemarin (23/2/2017) di depan Balaikota Malang. Sekumpulan pemuda Kota Malang tersebut menggelar aksi damai, dengan menyerukan tentang penghentian tindak kekerasan terhadap rakyat kecil.

“Tindak kekerasan tersebut bisa langsung dan tak langsung. Apabila langsung, yakni tindak represif oknum militer, Pol PP atau pejabat publik kepada rakyat kecil. Namun yang tidak langsung  ini yang kerap kali kabur, yakni penggusuran atas nama negara dan kepentingan negara melalui berbagai dalihnya, padahal sebenarnya untuk kepentingan segelintir orang,” ujar Lala salah seorang peserta aksi.

Atha Nursasih mengatakan, latar belakang diselenggarakannya aksi ini adalah upaya untuk menginformasikan kepada masyarakat agar terjadi penyadaran dengan melihat rentetan peristiwa tindak kekerasan yang terjadi kepada rakyat kecil.

“Niat kami di sini untuk membangun kesadaran masyarakat dengan menginformasikan kepada mereka akan sebuah kasus kekerasan yang sengaja tidak diberitakan dan ekspos di media manstream,” ujar Atha kepada Nusantara.news, Jum’at (24/2/2017)

Pihaknya kemudian menjelaskan beberapa kasus tindak kekerasan di beberapa daerah di indonesia akhir-akhir ini.

“Bisa kita lihat beberapa kasus tindak kekerasan terhadap petani di Rembang, penyerangan petani oleh oknum TNI di Urutsewu, penyerangan warga dan petani di Sukamulya, tukar guling lahan yang merugikan petani di Surokonto, penggusuran lahan Kulonprogo dsb,” jelas Atha

Atha berharap, kasus tindak kekerasan melalui cara represif yang dilakukan oleh pihak-pihak berkepenting, atau bahkan oleh oknum aparatur negara baik militer maupun sipil, tidak terulang lagi ke depan.

“Adanya perlindungan terhadap masyarakat kecil menjadi penting. Negara harus melindungi masyarakatnya terutama yang kurang mampu, seperti petani, nelayan dll, bukan malah digusur, geser dan disingkirkan. Negara ini milik bersama bukan hanya milik segelintir yang memiliki kuasa dan modal besar,” harapnya. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here