Penambangan Liar di Situbondo Semakin Liar

0
66

Nusantara.news, Situbondo – Intensitas penambangan liar di Situbondo dari hari kehari semakin tinggi. Kondisi ini membuat berbagai kalangan resah karena memberikan dampak buruk bagi lingkungan.

Tindakan tegas aparat terhadap para penambang nakal dinilai tumpul. Hal itu dimanfaatkan oleh para penambang nakal untuk membuka lahan penambangan ilegal baru seperti di jalan tembus Desa Kotakan Kecamatan Situbondo yang telah beroperasi sejak beberapa hari terakhir.

“Dinas Lingkungan Hidup tidak pernah mengeluarkan dan tidak ada yang mengurus UKL/UPL. Yang jelas aktivitas penambangan itu tidak memperhatikan dampak yang disebabkan dan berpotensi merusak lingkungan,” ujar Cholil, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Situbondo,” Selasa (11/4/2017)

UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup) merupakan dokumen pengelolaan lingkungan hidup bagi rencana usaha dan atau kegiatan yang tidak wajib AMDAL. UKL-UPL diatur sejak diberlakukannya PP Nomor 51/1993 tentang AMDAL.

Sementara itu, Camat Situbondo, Masyhari mengatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan pihak kepolisian untuk melakukan penyetopan terhadap aktifitas pertambangan liar di Desa Kotakan tersebut karena masuk di wilayah kerjanya.

“Maraknya pertambangan yang belum mengantongi ijin akan segera kita tertibkan. Kami masih akan koordinasi dengan Pemkab dan kepolisian. Dalam waktu dekat, kami akan menghadap bapak Bupati untuk minta petunjuknya,” tegasnya.

Pihak pemerintah berharap agar masyarakat juga mendukung dan memberikan informasi jika ada kegiatan penambangan ilegal di wilayahnya. “Kami membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama masyarakat agar melaporkan kepada kami jika ada kegiatan penambangan ilegal di sekitar tempat tinggalnya,” tutupnya.[]

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here