Penambangan Tanah Panggungrejo Kepanjen Resahkan Warga

0
91
Ilustrasi Pertambangan Tanah (Foto: IAGI)

Nusantara.news, Kota Malang – Kegiatan pertambangan tanah yang terletak di Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang meresahkan beberapa warga sekitar. Beberapa aparatur desa pun sempat menegur dan mengingatkan pertambangan yang berjalan tanpa sepengetahuan desa. Namun, teguran tersebut tidak dihiraukan.

Keberadaan pertambangan tanah tersebut mencemaskan aktvfitas penambangan tanah di desanya. Ini dikarenakan penambangan tanah galian tersebut selain tidak berizin, juga membahayakan pemukiman warga sekitarnya. Bahkan, penambangan tersebut mengancam usaha peternakan babi yang ada di atas penambangan tersebut.

Husin, Warga Desa Panggungrejo menjelaskan memang keberadaan pertambang tersebut membahayakan pemukiman warga. “Iya mas tanah digali sedemikian rupa diambil, dibawa dengan truk hingga dataran ini menjadi tebing curam, ekosistem rusak, alam rusak, pemukiman warga setempat akan terancam,” tandasnya.

Ia pun bersama warga berkali melaporkan kegiatan pertambangan yang mengancam pemukiman warga tersebut ke pemerintah desa setempat.

Berdasar pada laporan warga dan masyarakat mendorong pihak Desa Panggungrejo untuk melakukan teguran. Dan pihak pemerintah desa pun sempat melakukan teguran terhadap aktifitas penambangan tanah galian tersebut.

Kepala Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang, M Herul menjelaskan, kegiatan penambangan tanah yang ada di desanya tersebut telah beroperasi sejak bulan September 2017 lalu.

“Beberapa kali kami beri teguran tersebut tidak pernah dihiraukan oleh oknum yang melakukan penambangan yang terus terjadi hingga sekarang,” kata Herul kepada wartawan, Rabu (31/1/2017).

Pihaknya pun juga pernah melayangkan surat undangan kepada pemilik lahan. Namun yang datang pekerja pengelola penambangan tanah dengan mencatut dan berlindung pada seorang oknum penegak hukum.

“Melihat kondisi yang seperti itu, kami sudah upayakan dengan berkoordinasi dengan pihak kecamatan untuk dapat ditertibkan dan bisa dimintakan kejelasan terkait penambangan tanah tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Kepanjen, Abai Saleh mengatakan, pihak Kecamatan Kepanjen menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah dua kali memberikan teguran dan memanggil pihak pengelola penambangan tanah galian yang ada di Desa Panggungrejo tersebut melalui Kasi Trantib Kecamatan Kepanjen.

“Iya sama sudah kami tegur, ingatkan, layangkan surat, mereka hingga kini tidak merespon surat tersebut,” pungkasnya.

Ia menjelaskan bahwa, beberapa waktu lalu Kasi Trantib Kecamatan Kepanjen juga sudah mendatangi tempat penambangan tanah galian tersebut. Sudah dilakukan koordinasi dengan pihak Desa Panggungrejo tentang izin tambang tanah galian tersebut.

“Ternyata pihak desa tidak tahu menahu terkait ada tidaknya izin penambangan tanah tersebut, justru mereka balik bertanya kepada kami soal izin itu, ini perlu ditinjau kembali dan koordinasikan dengan Pemkab Malang,” kata Abai Saleh.

Dengan demikan dapat dipastikan aktivitas penambangan tanah galian tersebut tidak pernah mendapat izin.

“Karena yang namanya izin, harus mengetahui dan menyetuji intsansi pemerintahan yang paling kecil. Seperti Desa, Warga-Masyarakat dll,” jelasnya.

Saleh berencana akan mengkomunikasikan dan berkoordinasi dengan Pemkab Malang terkait fenomena penambangan tanah yang diduga tidak memiliki izin tersebut.

“Secepatnya, kami akan coba koordinasikan soal tersebut dengan instansi terkait di Pemkab Malang. Termasuk menggali informasi adanya dugaan oknum penegak hukum ikut melindungi aktivitas ilegal tersebut,” tukasnya.

Saat ini, warga hanya bisa menunggu tindakan lebih lanjut dari pihak pemerintahan. Baik desa, kecamatan maupun dari kabupaten karena aktivitas penambangan tersebut selalu diamankan oleh sejumlah orang yang tidak dikenal

“Iya kami cuma bisa menunggu mas, soalnya pertambangannya dijaga dengan orang besar yang tidak dikenal,” tutur Husin, salah warga sekitar. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here