Pencuri Ikan “Kapok Lombok” Kapalnya Ditenggelamkan, Apa kata Susi?

0
44

Nusantara.news, Jakarta – Kapok lombok. Begitulah gambaran pencuri ikan yang menjarah perairan Indonesia. Saat menggigit lombok (cabe) ngomong kapok karena kepedesan, tapi besoknya diulangi karena ketagihan.

Bayangkan saja? Berapa ratus kapal yang sudah ditenggelamkan sejak Susi Pudjiastuti menjabat Menteri Kelautan. Faktanya, sejak 17 Agustus 2016 hingga sekarang Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama Satgas 115 masih saja menangkap 122 kapal pelaku ilegal fishing.

“Masih banyak ya?” ucap Susi, biasa, dengan gaya santainya, saat ditemui para wartawan di kantornya, Kamis (8/12) lalu.

Memang, diantara 122 kapal yang ditangkap bukan pemain besar. Namun Susi bersikukuh akan terjadi lagi penenggelaman. “Ya, penenggelaman besar-besaran karena jumlahnya sangat banyak,” lanjut perempuan asli Jawa Tengah yang besar di Pangandaran, Jawa Barat, itu.

“Kenapa masih banyak saja kapal pencuri ikan yang ditangkap, padahal sudah ratusan kapal yang sudah ditenggelamkan?” tanya usil seorang wartawan.

Sesaat merenung Susi menjelaskan, sekarang banyak negara yang frustrasi karena jumlah populasi ikan tangkap di perairannya menyusut. “Laut mereka itu tidak ada ikannya lagi,” ujar Susi.

Maka dicarilah celah supaya bisa nyolong di perairan yang populasi ikannya melimpah, termasuk perairan Indonesia. Celah yang digunakan, antara lain main mata dengan aparat di Indonesia. “Ada indikasi ke sana, sebut saja kalau aparat patrolinya di sini mereka mencuri ikannya di sana,” beber Susi.

Terlebih masyarakat Thailand dan Singapura terbiasa makan ikan. Jadi dari sisi perintaan luar biasa besar. “Sekarang mereka tak punya (ikan). Mahal,” jelasnya.

Semakin langkanya ikan, papar Susi, banyak negara yang memproteksi sumber daya lautnya. “Seperti kita, mereka juga melakukan penenggelaman kapal asing yang memasuki perairannya. “Contohnya Jepang dan Malaysia sudah seperti itu,” lanjut Susi.

Sebagaimana diberitakan sejumlah media, diantara 122 kapal yang ditangkap KKP dan Satgas 115 itu berasal dari sejumlah negara, antara lain Vietnam, Malaysia, Filipina, Singapura dan Belize.

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here