Pendidikan Kota Malang Masih Belum Merata, Angka Partisipasi Sekolah Menurun

0
464
Ilustrasi Potret Pendidikan (Sumber: Enal)

Nusantara.news, Malang – Pendidikan di Kota Malang yang belum merata, menjadi salah satu faktor penyebab turunnya angka partisipasi sekolah. Ketidak merataan tersebut terlihar jalur kewilayahan dan titik keberadaan instansi sekolah disorot oleh pihak DPRD Kota Malang.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Imam Fauzi mengungkapkan, pendidikan di Kota Malang masih belum merata. “Ada satu wilayah yang sekolahnya minim, atau sekolah yang berada di antara dua kelurahan,” katanya belum lama ini.

Imam menyebutkan,  masih ada beberapa  kelurahan yang memiliki banyak sekolah namun masih minim jumlah warga kelurahan tersebut yang sekolah. “Dari sini perlu ada monitoring dan evaluasi oleh Dinas Pendidikan (Dindik), agar lebih maksimal lagi dalam mendongkrak kualitas pendidikan suatu daerah,” pungkas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Selain itu, ia menambahkan, pemerataan pendidikan itu perlu diperhatikan oleh Dindik.  “Harus ada pemerataan pendidikan di beberapa wilayah. Dinas Pendidikan (Dindik) dan DPRD harus mengevaluasi daerah yang kurang rata,” imbuhnya.

Namun di sisi lain, ia menyebutkan terkait persentase jalur kewilayahan meningkat dari 25 persen menjadi 40 persen. “akses di beberapa jalur kewilayahan pendidikan mengalami peningkatan, semoga peningkatan tersebut lebih baik pada tahun depan,” jelas Dia.

Pendidikan Kota Malang yang belum merata, secara tidak langsung membuat Angka Partisipasi Sekolah (APS) Kota Malang 2016 menurun, hal tersebut akan menjadi tugas bagi Pemkot Malang untuk mendongkrak partisipasi pendidikan Kota Malang.

Berdasarkan dari data Badan Pusat Statistik Kota Malang menunjukan ada tren penurunan dari tahun 2015 ke 2016. Dalam tingkat SD/MI masih tetap dan sama 100 persen namun di tingkat SMP/MTs terjadi penurunan dari 3,2 persen dari 98,95 menjadi 95,75 persen.

Sedangkan di tingkat SM/MA penurunan terjadi sangat signifikan mulai tahun 2014, nampak Angka Partisipasi Sekolah sebanyak 98,95 kemudian tahun selanjutnya 78,91 dan terakhir di tahun 2016 menjadi 78,32 persen.

Menurunnya APS Kota Malang, akan berpengaruh pada tingkat pengetahuan dan pendidikan masyarakat di Kota Malang menjadi rendah, sehingga wawasan dan perkembangan pemikiran pun akan lambat dan terhambat. Apabila tingkat pendidikan rendah maka kualitas masyarakat suatu daerah pun juga rendah.

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here