Penembakan Florida Pertegas Kemunafikan Politisi AS

0
196
Nikolas Cruz, pelaku penembakan di sekolah Florida yang menewaskan 17 orang diringkus polisi

Nusantara.news, Florida – Usianya baru 19 tahun. Ras kaukasoid alias bule, Bukan Arab !!! Namanya Nikolas Cruz. Tapi sekali beraksi di sebuah sekolah, di Florida, teroris bule ini menewaskan 17 orang. Kejadian itu disebut-sebut sebagai penembakan sekolah paling mematikan sejak 2012.

Padahal sebelum Cruz beraksi di halaman Sekolah Tinggi Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, pada Rabu Kliwon (14/2) lalu, seorang pengguna YouTube bernama Ben Bennight sudah sejak tahun melaporkan Nikolas Cruz ke Biro Investigasi Federal (FBI) tentang keinginannya menjadi “penembak sekolah” profesional. Ben mengaku sempat berbicara kepada perwakilan FBI itu selama 20 menit. Tapi FBI baru menghubunginya lagi setelah penembakan.

Sudah Terdeteksi 

Keinginan Cruz itu ditulis saat mengomentari unggahan di YouTube. Tapi sebelum FBI bergerak, Cruz lebih dulu bertindak. FBI pada Kamis Legi (15/2) lalu mengaku sudah menerima laporan tentang itu, bahkan sudah melakukan pemeriksaan namun tidak dapat mengidentifikasi orang yang dilaporkan.

Di akun instragram miliknya dia sering mengunggah pose sedang menggunakan senjata

Selain itu, Jim Gard, seorang guru matematika berkomentar di surat kabar “Miami Herald” bahwa pejabat sekolah telah mengirim e-mail kepada guru tentang perilaku Cruz. “Kami diberi tahu tahun lalu bahwa dia tidak diizinkan membawa ransel di kampus,” beber Gard kepada “Miami Herald”.

Sebelumnya Cruz memang dikenal murid pendiam dan mudah marah. Tahun lalu, terang Gard, dia sudah mengancam temannya. “Saya kira dia sudah diminta meninggalkan kampus,” lanjut Gard.

Memang Cruz sudah diberhentikan dari sekolah. Mantan teman sekolahnya – Joshua Charo – mengatakan pihak sekolah telah menemukan butiran peluru di tas ranselnya. Charo pun mengaku tidak terkejut kalau Cruz yang diringkus polisi setelah penembakan adalah pelakunya. “Dia tampak seperti tipe anak yang bisa melakukan hal seperti itu,” ulas Charo yang disetujui teman-teman sekolahnya.

Setelah ditelusuri, Cruz ternyata anggota kelompok supremasi kulit putih “Republic of Florida (ROF)”, dan ini diakui oleh Ketua ROF Jordan Jereb. Diakuinya pula, Cruz pernah berlatih kemiliteran dengan kelompoknya. Namun Jereb membantah kalau aksinya itu keinginan atau atas perintah organisasinya.

Scott Israel – Sheriff setempat – mengakui profil media sosial milik Cruz “sangat… sangat… sangat mengerikan”. Di dua akun Instagram miliknya – isinya sudah dihapus – tampak Cruz berpose dengan senjata dan pisau komando. Saat penyerangan Cruz menggunakan senapan serbu AR-15 yang menurutnya dibeli secara syah.

Korban Berjatuhan

Saat Cruz mendatangi sekolah dan menembakkan senjatanya ke kerumunan yang ditemuinya, ada kejadian menarik. Seorang asisten pelatih “American Football” bertubuh gempal, Aaron Feis dikabarkan langsung melindungi murid-muridnya saat Cruz memberondongkan senjata. Asisten pelatih itu sempat dibawa ke Rumah Sakit. Sayang, nyawanya tidak tertolong. Tim American Football yang dilatihnya langsung tweet “Dia gugur sebagai pahlawan”.

Asisten pelatih eskul American Football ini seorang Pahlawan

Jaime Guttenberg (17) juga dikabarkan tewas oleh keluarganya lewat akun Facebook yang diunggah pada Kamis Legi (15/2) kemarin lusa. Jaime dikenal sebagai gadis muda yang mengagumkan. Tapi beruntung, kakak Jaime yang bernama Jesse bisa meloloskan diri dari aksi teroris bule yang tergila-gila dengan senjata api itu.

Seorang murid lainnya, Alyssa Alhadeff juga dikabarkan oleh keluarganya tewas. Ada juga nama Nicholas Dworet. Mereka adalah 4 di antara 17 korban tewas yang diberondong seorang teroris remaja berkulit putih yang pernah berlatih menggunakan senjata di kamp pelatihan kelompok yang bercita-cita mengembalikan supremasi kulit putih di Florida.

Kemunafikan Politisi

Menanggapi penembakan itu, Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih, Kamis Legi (15/2) kemarin lusa mengungkap rasa keprihatinannya kepada orang tua, guru dan murid yang terluka. “Pihak berwenang akan melakukan apa pun yang kami bisa untuk meringankan rasa sakit anda,” ucap Trump dengan nada prihatin.

“Saya ingin anda tahu bahwa anda tidak pernah sendiri,” lanjut Trump, “ Tidak ada anak yang harus berada dalam bahaya di sekolah Amerika.”

Senator Florida Marco Rubio juga menanggapi penembakan itu di akun Twitter. “Penembakan itu dirancang dan dieksekusi untuk memaksimalkan hilangnya nyawa.” Tapi Rubio berkomentar terlalu dini untuk memperdebatkan apakah Undang-Undang senjata yang lebih ketat bisa menghentikannya.

Pernyataan Rubio itu mengingatkan publik kepada artikel “New York Times” pada Oktober 2017 yang menurunkan artikel bahwa kandidat Grand Old Party (GOP) – Partai Republik – dibiayai oleh Asosiasi Produser Senjata Api Nasional (NRA/National Riffle Association) senilai 17 juta dolar AS. Artikel yang merinci daftar list nama-nama senator dan jumlah sumbangan yang didapat dari NRA itu sebuah ulasan atas terjadinya penembakan di Las Vegas.

Maka acara “Pemikiran dan Doa” yang digalang oleh tokoh masyarakat AS justru mendapatkan tanggapan negatif di sosial media. Pemilik akun Twitter Bess Kalb menulis untuk acara program telivisi Jimmy Kimmel Live “Para Senator telah menukar doa mereka dengan sejumlah uang yang mereka terima dari NRA.”

Saat Ketua GOP Ronna McDaniel tweet hatinya hancur bagi mereka yang terkena dampak, langsung dibalas Bess Kalb dengan pernyataan “kandidat GOP mengambil lebih dari $ 17 juta dari NRA. Seketika pernyataan dan balasan di “Twitter” itu diretwet lebih dari 7.500 kali dan disukai oleh 11.000 pemilik akun.

Senator Rubio pun gatal tangannya untuk menanggapi “Hari ini adalah hari yang mengerikan yang Anda doakan tidak pernah datang.” Kalb langsung membalasnya dengan menuliskan angka $3.303.355. Sebuah sindiran kalau Rubio menerima uang sejumlah itu dari NRA.

Meskipun mendapat sambutan hangat dari pemilik akun media sosial, namun tidak semuanya setuju dengan Kalb. Ada juga tanggapan yang menulis “@NRA bekerja. Mereka punya uang untuk disumbangkan ke kandidat karena orang seperti saya menyumbang” untuk politisi yang berjanji melindungi amandemen kedua.

Kalb juga langsung membungkam dengan angka kepada politisi lainnya yang bergaya dengan ungkapan keprihatinannya. Karena memang, penembakan di Las Vegas pada 2017 dan sekarang Florida, sesungguhnya telah mempertegas kemunafikan politisi AS – khususnya Republikan – yang kampanyenya didanai produser senjata api. []

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here