Penerimaan Bantuan Sosial Kemensos dan Dinsos Kota Malang Janggal

0
55
Ilustrasi penerima bantuan Kartu Indonesia Sehat KIS (Foto: Suara Pembaharuan)

Nusantara.news, Kota Malang – Ada kejanggalan penerimaan bantuan sosial dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Malang, yang berbuntut pada data pemberian dari Kemntrian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia.

Kejanggalan tersebut ada pada pendataan warga miskin penerima bantuan sosial, dimana ada perbedaan dan adanya data ganda pada data Penerima Bantuan Iuran – Kasrtu Indonesia Sehat (PBI – KIS).

Kepala Divisi Riset Malang Corruption Wacth (MCW), Bayu Diktiarsa menjelaskan bahwa adanya permasalahan terkait pendataan bantuan sosial yang diberikan oleh Kemensos dan Dinsos tersebut.

“Adanya data ganda penerima bantuan, hal ini nampaknya ada permasalahan pada verifikasi dan validasi warga miskin yang menjadi sasaran penerima bantuan,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (1/2/2017).

Ia menyebut bahwa masalah verifikasi dan validasi warga miskin seperti data berganda dan data yang telah dihapus oleh petugas sosial masyarakat (PSM) atau pencacah data, muncul kembali di tahun berikutnya. Selain itu, pemuktahiran data terpadu antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Dinas Sosial perlu dilakukan.

“Pada tahun 2015, pembentukan Tim Nasional Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) menjadi dasar pemutakhiran basis data terpadu yang dilaksanakan oleh BPS dalam rangka pendataan program perlindungan sosial, salah satunya berkaitan dengan penerima bantuan iuran jaminan kesehatan nasional,” jelasnya.

Ia mencontohkan permasalahan data ganda yang ditemuinya saat melakukan riset dan penelitian. “Contohnya data ganda dan data yang telah dihapus oleh petugas sosial masyarakat tetapi masih muncul di tahun berikutnya,” ujar Bayu.

Pihaknya juga menjelaskan bahwa masih minimnnya akses informasi tentang bantuan iuran kepada penerima bantuan sosial tersebut  Informasi mengenai keringanan biaya berupa program bantuan melalui Surat Pernyataan Miskin di Kota Malang belum dipahami secara menyeluruh oleh warga, bahkan untuk lingkup RT dan RW.

Temuan MCW selama melakukan evaluasi dan monitor terhadap pelaksanaan JKN di Kota Malang, menunjukkan bahwa banyak warga belum mengetahui keluarganya masuk dalam kepesertaan penerima bantuan iuran.

“Informasi yang tidak merata baik cara mengusulkan kepesertaan PBI daerah dan nasional hingga tidak mengetahui dirinya masuk dalam kepesertaan PBI-KIS,” sesalnya.

Untuk diketahui, berdasar pada surat keputusan Kemensos, warga yang berhak menerima bantuan sosial pada 2016 mencapai 129.314 jiwa. Namun jumlah penerima PBI-KIS 2016 hanya 119.854 jiwa, atau ada selisih sekitar 10 ribu jiwa. Sedangkan APBD Kota Malang masih mengalokasikan anggaran PBI untuk 24.924 jiwa.

“Begitu pula di tahun 2017, harusnya ada satu data sama yang valid, dan bisa dipakai semua pihak sebagai pedoman penerima bantuan sosial,” ujar Alumni Universitas Brawijaya tersebut.

MCW sempat mengkonfirmasi perihal data tersebut ke Dinsos.  Dinsos mengaku selalu memperbarui data warga miskin. Data itu kemudian diserahkan ke Kementerian Sosial. “Tetapi ketika kembali ke bawah, tetap data lama yang dipakai yakni data tahun 2011,” tegas Bayu.

Oleh karena itu kami temukan beberapa penerima bantuan sosial yang seharusnya tidak layak menerima bantuan sosial itu beberapa kali.

Sementara itu, Kepala Dinsos Kota Malang, Sri Wahyuningtyas mengaku menerima data penerima sosial dari Kemensos. Dinsos menyerahkan data dan perbaruan data ke Kemensos secara berkala. Data itu kemudian diolah Kemensos. Kemensos yang memutuskan jumlah penerima bantuan sosial di daerah, termasuk di Kota Malang.

Bayu kembali menjelaskan, dalam dekat ini MCW akan mendesak upaya pendataan yang tepat dan pendataan sesuai dengan usulan dari daerah. MCW juga akan mendesak Dinsos dan Pemkot Malang untuk serius membuat data terpadu bagi program perlindungan sosial.

“Selain serius untuk memperbaiki metode atau cara pendataan, juga meningkatkan informasi terkait bantuan sosial dan alur surat pernyataan miskin di Kota Malang,” tegas pria asal Lombok tersebut. []

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here