Pengacara Trump Diselidiki Kasus Kejahatan Pemilu

1
155
Michael Cohen pengacara Trump yang diselidiki terkait kejahatan Pemilu yang diduga melibatkan Presiden AS Donald J.Trump/ Foto NYMag

Nusantara.news, Washington – Michael Cohen – pengacara Donald J Trump sejak sebelum Pemilu Presiden Amerika Serikat (AS) 2016 – diselidiki dengan dugaan keterlibatannya dalam penipuan bank, penipuan keuangan lewat teknologi informasi (wire fraud) dan dugaan pelanggaran dana kampanye sebagaimana dilaporkan Washington Post, Selasa Kliwon (10/4) ini.

Agen Biro Penyelidik Federal (FBI/Federal Bureau Investigation) Senin Wage (9/4) kemarin menggerebek kantor Michael Cohen, tempat tinggal pribadi dan hotel tempatnya menginap. Dari ketiga tempat itu penyelidik khusus yang dipimpin Robert Mueller menyita sejumlah dokumen – termasuk dokumen alur pembayaran kepada bintang porno Stormy Daniels yang diduga berselingkuh dengan Trump sebelum kampanye Presiden.

Penggerebekan

Dua orang penyelidik tampak berdiri di depan kantor Michael Cohen

Dalam penggerebekan itu, penyidik mengambil komputer, telepon dan sejumlah dokumen keuangan pribadi Michael Cohen – termasuk dokumen restitusi pajak dari kantornya di kawasan Rockefeller Center, ungkap sebuah sumber kepada Washington Post. Dalam penyitaan dokumen itu Jaksa Federal mengumpulkan catatan telepon antara Cohen dan sejumlah kliennya – termasuk antara Cohen dan Trump – ungkap kedua penyelidik.

Penggerebekan itu bagian dari penyelidikan yang dilakukan oleh penyelidik khusus Robert S Mueller selaku jaksa federal di New York – secara hukum telah membidik orang-orang kepercayaan lama Trump yang sangat terkait dalam urusan bisnis dan pribadi presiden.

Menanggapi penggerebekan itu, Stephen Ryan – pengacara Cohen – menyebut taktik itu “tidak pantas dan tidak perlu” dengan alasan Cohen telah bekerja sama secara kooperatif dengan semua entitas penegak hukum pemerintah – termasuk menyediakan ribuan dokumen non-istimewa ke Kongres dan dimintai keterangan di bawah sumpah.

“Di antara dokumen yang disita oleh para penyelidik termauk di antaranya komunikasi klien dan pengacara yang dilindungi (oleh Undang-Undang),” beber Ryan.

Taktik penggerebekan yang terkesan agresif itu memantik kemarahan Presiden. Ketika Trump sedang duduk menikmati makan malamnya di hari Senin dengan para pimpinan militer di Gedung Putih, dia berulangkali menyebut penggerebekan itu sebagai “aib” – menegaskan dirinya dan pemerintahan menjadi bidikan investigasi yang tidak adil, tidak berdasar dan salah arah.

Penyelidik Mueller nyata-nyata telah menyerang negeri ini, ucap Trump marah

“Saya merasakan perburuhan penyihir ini terus berlangsung selama lebih dari 12 bulan sekarang atau lebih lama,” katanya, “Ini adalah serangan terhadap negara kita dalam arti yang sebenarnya, ini adalah serangan terhadap apa yang kita perjuangkan.”

Trump kembali mengeluhkan keberadaan penyelidik khusus Robert Mueller dan Jaksa Agung Jeff Session tentang adanya upaya-upaya terpadu – dan kadang kala partisan – untuk mendongkel kedudukannya selaku presiden. Trump juga mengungkap dia sudah didesak oleh sejumlah kalangan untuk memecat Robert Mueller dan memanggil para penyelidiknya.

Dosa-Dosa Cohen

Dawn Dearden – juru bicara untuk kantor pengacara AS untuk Distrik Selatan New York – menolak berkomentar atas penggrebakan ini. Begitu juga dengan Peter Carr – juru bicara penyelidik khusus – menolak memberikan komentar atas penggerebekan yang dilakukan oleh lembaganya.

Hanya seorang penyelidik yang memberikan keterangan, bahwa pihaknya sudah berminggu-minggu mengumpulkan materi tentang Cohen, termasuk catatan banknya.

Dari dua potensi kejahatan yang diselidiki – penipuan bank dan penipuan transaksi keuangan elektronik “wire fraud” – sudah cukup keterangan awal bagi Jaksa untuk menyelidiki Cohen yang diduga telah menyesatkan para bankir tentang mengapa dia menggunakan dana tertentu (yang melanggar Undang-Undang) atau mungkin telah menggunakan bank untuk aktivitas transfer secara illegal.

Cohen sendiri mengakui telah memberikan fasilitas pembayaran US$ 130 ribu pada Oktober 2016 kepada bintang film porno AS Daniels yang mengaku pernah berhubungan seks dengan kliennya – Donald J Trump. “Penyuapan” itu dilakukan agar Daniels tidak memojokkan Trump saat pengusaha real estate itu berjuang memenangkan Pemilihan Presiden 2016.

Trump sendiri, pada Kamis (5/4) pekan lalu, di atas pesawat kepresidenan membantah tidak tahu menahu atas transaksi itu. Sedangkan Cohen menyebutkan, pihaknya menggunakan jalur kredit ekuitas rumah untuk memfasilitasi pembiayaan kepada Daniels. Bahkan Cohen menyebutkan – baik perusahaan Trump maupun Tim Kampanye Trump – telah melunasi pembiayaan yang dia berikan kepada Daniels.

Bank biasanya tidak memerlukan banyak penjelasan dari nasabah tentang bagaimana menggunakan jalur kredit itu. Oleh penyelidik Cohen kemungkinan dimintai keterangan tentang transfer dolar dalam jumlah besar yang dia lakukan ketika dia memindahkan uang it uke perusahaan “cangkang” sebelum mengalir ke pengacara untuk diberikan kepada Daniels.

Alur pembayaran yang dilakukan Cohen kepada Daniel kemungkinan akan didalami penyelidik tentang dugaan pelanggaran hukum pemilu, ungkap seorang sumber yang terbiasa dengan penyeldikan semacam itu. Penyitaan dokumen yang terkait alur pembayaran itu pertama kali dilaporkan oleh New York Times.

Padahal, penggerebekan Cohen membutuhkan otorisasi tingkat tinggi di Departemen Kehakiman.  Berdasarkan peraturan yang mengatur tentang Penyelidik Khusus, Mueller diharuskan berkonsultasi dengan Wakil Jaksa Agung Rod J. Rosenstein apabila timnya menemukan informasi yang layak diselidiki yang tidak termasuk dalam mandatnya untuk menyelidiki campur tangan Rusia dalam Pilpres AS 2016.

Rosenstein selaku Jaksa Penuntut Umum yang mengawasi penyelidikan Mueller, memiliki tanggung jawab untuk memutuskan apakah akan memperluas mandate Mueller untuk memasukkan klausal baru dalam mandate  yang telah diberikan kepadanya.

Karena Cohen adalah pengacara yang memiliki sejumlah klien dianggap istimewa, jaksa federal akan diminta untuk terlebih dahulu mempertimbangkan taktik investigasi yang meminimalisir gangguan ketimbang surat perintah penggeledahan sebelum melakukan penggerebekan.

“Surat penggeledahan untuk kantor hukum sangat langka,” ulas Stephen Gillers – seorang profesor di Fakultas Hukum New York University. “Pengacara diberikan tata cara menyusun dokumen sebagai tanggapan atas panggilan pengadilan atau permintaan (penegak hukum lainnya) kecuali pemerintah yakin pengacara akan menghancurkan atau menyembunyikan barang bukti yang dicari.”

Untuk melayani surat perintah penggeledahan dari penyelidik yang berwenang, jaksa federal harus mendapatkan persetujuan dari pejabat tinggi Departemen Kehakiman. Itu berarti penggerebekan itu kemungkinan besar sudah melalui persetujuan para pejabat Departemen Kehakiman di Washington.

Kejahatan Pemilu

Dikenal sebagai petarung tangguh dan loyalitas yang kuat kepada Trump, Cohen setidaknya bekerja pada perusahaan real estate milik Trump selama 10 tahun. Kadang Cohen bertengkar dengan wartawan dan para pesaing bisnis Trump. Secara formal Cohen memang tidak tercatat dalam Tim Kampanye Donald Trump. Namun dia berada di sekitar Trump selama kampanye hingga  transisi kepresidenan pada akhir 2016.

Cohen meninggalkan perusahaan  Trump pada Januari 2017 – sekitar waktu pelantikan Trump – dan sejak itu dia menjadi pengacara pribadi presiden.

Untuk mendakwa Cohen dengan dakwaan melanggar hukum pemilihan federal, jaksa harus membuktikan bahwa Cohen melakukan pembayaran kepada Daniels untuk mempengaruhi pemilihan, bukan karena alasan pribadi – untuk melindungi nama baik Trump misalnya, atau pernikahannya.

Foto Donald Trump dan Daniles yang sempat beredar di Twitter

Cohen mengakui telah memfasilitasi pembayaran kepada Daniels, tapi dia tidak menyebutkan alasannya. Pada 17 Oktober Cohen mendirikan Essential Consultants LLC – sebagai perusahaan cangkang – untuk pembayaran US$ 130 ribu. Sepuluh hari kemudian – 27 Oktober 2016 – bank Cohen di New York mentransfer uang itu kepada Daniels melalui rekening bank California milik pengacaranya – Keith Davidson.

Sebelas bulan kemudian – September 2017 – bank California “City National Bank” di Beverly Hills – tanya Davidson tentang sumber pembayaran – sebagaimana dikutip dari email yang didapatkan oleh Washington Post. Pejabat bank menolak berkomentar apakah pertanyaan itu dipicu oleh permintaan atau panggilan pengadilan dari aparat penegak hukum.

Pada titik tertentu bank Cohen di New York – the First Republic – menandai transaksi it uke Departemen Keuangan sebagai transaksi yang mencurigakan, ungkap Wall Street Journal.

Cohen menggunakan email “Trump Organization” dalam negosiasi perjanjian dengan Davidson dan dalam berkomunikasi dengan banknya tentang dana itu.

Bulan Februari 2018, setelah kelompok pengawas mengajukan complain tentang pembayaran dengan Komisi Pemilihan Federal, Cohen merilis sebuah pernyataan yang mengatakan dia “menggunakan dana pribadi untuk memfasilitasi (pembayaran kepada Daniels). Cohen juga menolak adanya gagasan bahwa dana pribadi itu mestinya masih dalam sumbangan kampanye.

“Pembayaran untuk Clifford (nama asli Daniels) adalah sah, dan bukan sumbangan kampanye atau pengeluaran kampanye oleh siapa pun,” ujarnya. Nama asli bintang porno yang dikenal dengan nama Daniels itu adalah Stephanie Clifford.

Tentang waktu pembayaran yang hanya berjarak 12 hari sebelum pemilihan presiden memang layak dicurigai sebagai untuk mempengaruhi hasil pemilu. Waktu tidak cukup untuk membuktikan niat, ucap Rick Hasen – seorang profesor yang mengkhususkan diri dalam hukum pemilu di University of California di Irvine.

“Akan sangat sulit untuk membawa satu dari kasus-kasus ini tanpa bukti dokumen yang memadahi,” ulasnya, “Saya pikir banyak orang meremehkan rintangan yang diperlukan untuk membawa ke tuntutan pidana.”

Apa yang dikerjakan Cohen untuk Donald J. Trump telah menjadi topik menarik dalam beberapa pekan terakhir untuk penyelidik Mueller. Meskipun belum ada tanda dia adalah subyek atau target penyelidikan Mueller terkait dugaan campur tangan Rusia dalam Pilpres 2016 – orang-orang yang akrab dengan penyelidikan mengatakan Cohen telah berulang kali dimintai keterangan atau dimintai menyerahkan dokumen terkait penyeldikan.

Kali ini Cohen tampaknya memainkan peran sentral dalam episode terakhir penyelidikan dugaan keterlibatan Rusia dalam Pilpres 2016. Penyelidik telah mendalami keterangan – termasuk negosiasi untuk membangun “Trump Tower” di Moskow yang dilakukan setelah Trump mengumumkan pencalonannya sebagai presiden.

Cohen juga diduga terlibat aktif dalam upaya menarik perhatian terkait proposal yang ditujukan ke Rusia untuk perdamaian di Ukraina sesaat sebelum Trum dilantik menjadi Presiden AS. []

Sumber : Washington Post, Selasa Kliwon 10 April 2018

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here