Pengamanan Pilkada DKI, Ini Arahan Kapolri dan Panglima TNI kepada Pasukannya

1
457
Sejumlah anggota Polri dan prajurit TNI mengikuti apel gabungan pengamanan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Foto: Antara.

Nusantara.news, Jakarta – Selasa (18/4) pagi, tercatat 23.280 personil TNI dan Polri berkumpul di Lapangan Ecco Vention, Ancol, Jakarta Utara.  Mereka berkumpul dalam acara pembekalan untuk persiapan pengamanan Pilkada di setiap tempat pemungutan suara (TPS) se-DKI Jakarta,

Sebagaimana diberitakan, pengaman Pilkada pada Rabu (19/4) akan melibatkan 62 ribu pasukan. Di setiap TPS akan diisi masing-masing 1 personil keamanan dari Polri dan 1 personil keamanan dari TNI. Namun yang terlibat dalam apel pagi di Ancol hanya diikuti oleh 23.280 personil, masing-masing terdiri dari  15.820 personil TNI dan 7.460 personil Polri.

Acara itu sendiri dihadiri Menkopolhukam Wiranto, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian, Kasad Jenderal TNI Mulyono, Pangdam Jaya Mayjen TNI Jaswandi, Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Mochamad Iriawan, Danrem 052/Wkr Kol. Inf. Iwan S dan Asintel Kasdam Jaya Kol. Inf. Yudha MDZ.

Setelah acara dibuka oleh Kapolda Metro Jaya Irjen. Pol. Drs. Mochamad Iriawan selaku penanggung-jawab pengamanan Pilkada DKI Jakarta, acara berlanjut arahan-arahan yang meliputi arahan dari Menkopolhukam Jend. TNI (Pur) Wiranto, Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Dalam arahannya Wiranto menegaskan bahwa negara kita adalah negara demokrasi. “Maka demokrasi harus dijaga dengan menjaga dan melindungi hak-hak warga negara, Sesuai intruksi bapak Presiden, warga yang hendak memberikan hak pilihnya harus kita jaga dan lindungi dengan baik dari segala bentuk intimidasi dan intervensi. Maka, laksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” pesan Wiranto.

Sedangkan Tito Karnavian menjelaskan, pengamanan Pemilukada di DKI Jakarta yang melibatkan Polri dan didukung penuh oleh TNI adalah barometer keamanan nasional. Kuncinya, sebut Tito, adalah kekompakan antara TNI dan Polri.

“Untuk itu saya kira Kapolda dan Pangdam akan mengatur secara teknis untuk pengamanan 34.034 TPS yang tersebar di wilayah DKI Jakarta. Masing-masing TPS akan diisi masing-masing 1 personil dari TNI dan Polri,” terang Karnavian.

Selain itu Tito juga menegaskan adanya pasukan yang stand-by di tempat yang sudah ditentukan. Mungkin ada problem diantara masing-masing pendukung Paslon, tapi itu akan segera kita atasi. “Siaap kalian semua mengamankan Pilkada?” seru Tito disambut jawaban ‘siaaaap…” dari seluruh pasukan.

“Kita digaji untuk menjamin keamanan warga Jakarta. Maka kalau kita tidak menjalankan tugas ini sebaaik-baiknya alangkah berdosanya kita pada negara yang telah menggaji kita,” tandas Karnavian.

Sambutan tidak kalah menggelegarnya datang dari Panglima TNI Gatot Nurmantyo. “Saya datang ke sini bersama bapak Kasad dan saya didampingi Bapak Pangdam dan para asisten lainnya, juga kepada seluruh anggota TNI Polri yang hadir di tempat berbahagia ini,” sambut Nurmantyo.

Memilih, papar Nurmantyo, adalah hak konstitusi warga negara. Kami selaku aparatur negara harus bisa menjamin, mereka aman (saat) mencoblos dan kembali juga harus aman. “Dan yang bisa membuat aman adalah kalian semua prajurit TNI dan anggota Polri,” lanjut Nurmantyo.

Nanti secara teknis, beber Nurmantyo, masing-masing Kapolres akan membuat ajuan ke Kapolri berapa pasukan cadangan dan saya juga siapkan pasukan cadangan. “Apa pun yang menjadi masalah di lokasi saya menjamin kamu tidak akan menjadi terdakwa di meja hijau. Saya jamin itu !” tegas Panglima.

“Semoga Tuhan Yang Maha Esa melindungi kita dalam melaksanakan tugas,” pungkas Panglima.[]

1 KOMENTAR

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here