Pengamat: Polisi Langgar UU ITE Pada Kasus Habib Rizieq

0
405

Nusantara.news, Surabaya – Gerak polisi mengungkap kasus dugaan makar yang menjerat Firza Husein Ketua Yayasan Solidaritas Sahabat Cendana (SSC), dibarengi dengan langkah “kurang cerdas” dan cenderung melanggar UU ITE ketika mengumbar transkrip dugaan percakapan pribadi dengan Habib Rizieq Shihab melalui aplikasi whatsapp.

Untuk kasus yang terakhir, Mabes Polri bahkan sudah melangkah jauh dengan kumpulkan beberapa bukti pendukung. Seperti menggeledah kamar tidur Firza, mendatangkan Kak Ema sosok lawan bicara di percakapan sampai keterangan saksi ahli IT. Semua itu justru dinilai Sirikit Syah pengamat media dan pendiri Lembaga Konsumen Media (LKM) penuh dengan kejanggalan.

“Polisi itu ngapain sih mau buktikan keaslian foto firza? Kalau memang bener itu dia, kesalahan hukumnya apa coba, bukan kesalahan moral lho. Menurutku polisi harus digugat karena membocorkan dokumen pribadi sesuai UU ITE, menyebarluaskan pornografi dan pornochat (UU Pornografi). Bahkan pelacurpun punya hak atas privasinya. Aneh polisi-polisi ini. Apalagi kalau itu cuma fitnah atau rekayasa. Polisi kok nyebar gituan hanya karena ambisi jatuhkan HR (Habib Rizieq. Gak punya akal lain tah?” katanya dikonfirmasi, Kamis (9/2/2017).

Wanita yang pernah menempuh jurusan komunikasi di Universitas of Westminster London itu, menilai polisi harusnya fokus pada persoalan yang menjerat Habib Rizieq (HR) sebelumnya. “Anda pendukung atau anti HR, tolong waspadai bahwa kasus HR-Firza ini menunjukkan bahwa polisi merasa they can do no wrong. Aib orang (kalau benar) dibocorkan dan disebarluaskan ke publik. Kalau gak bener, fitnah lho. Jahat sekali. Kurang cerdas juga atasi persoalan HR. Strateginya low class, rendahan,”sergahnya.

Sirikit bahkan menyindir polisi untuk belajar lagi strategi berkomunikasi. Tujuannya agar bisa membuang kesan cari-cari alasan menghentikan langkah Ketua Front Pembela Islam (FPI) tersebut setelah 5 bulan terakhir menjadi tokoh fenomenal. “Kalau mau tangkap HR cari alasan atau bukti yg masuk akal dong, pasti banyak kan?” katanya.

“Sekali lagi, kalau memang rumor itu benar, tidak tertangkap tangan kan? (Digerebek). Kalau polisi dapatnya dari HP ….. Yang salah yang ada di HP atau yang buka-buka HP orang?” sambung Sirikit yang mengaku kerap tidak sepakat dalam aksi-aksi HR bersama FPI sebelumnya. Apalagi yang menyangkut masalah keamanan dan ketertiban.

Kesan kepolisian ada kepentingan tersembunyi untuk menghentikan Habib Rizieq memang menguat. Selain skenario meredam gejolak pasca aksi 4 November 2016, kharisma kepemimpinan Habib Rizieq yang kian membesar menjadi ancaman pemerintahan saat ini. Sehingga ada indikasi, Habib Rizieq jadi sasaran tembak massal sebelum Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 15 Februari 2017. Kebetulan, incumbent Basuki Tjahaja Purnama disebut jago rezim saat ini yang jadi alasan perlawanan Habib Rizieq.[]

 

Berikan Komentar anda!

Please enter your comment!
Please enter your name here